The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
108 S2 New World [ Menyelesaikan misi pertama ]



Arion dan Camelia akhirnya pulang sambil membawa hewan buruan mereka.


"Wow... kau ternyata dapat diandalkan juga anak baru."ucap Jersey sedikit mengejek Arion.


Namun tak lama kemudian ketua sinon ikut angkat bicara.


"Arion sebaiknya kau makan terlebih dahulu, karena tepat pada malam ini kau akan mendapatkan misi untuk ke pusat kota membunuh salah satu penyelundup obat terlarang di sana." Ucap ketua sinon.


Arion tampak nya sama sekali tidak terkejut soal itu.


"Ah ya, begitu, jadi apa hanya aku sendiri yang menjalankan tugas ini?" tanya Arion.


"Tidak, kau menjalankan misi bersama Camelia, sekarang kau dan dia adalah partner dia sangat bisa diandalkan jadi jangan terus mengandalkan nya ya." balas ketua sinon.


"Kalau begitu kenapa tidak langsung sekarang saja?" ucapan Arion sedikit membuat para anggota lain tertarik untuk membuka mulut.


"Uhg, tak ku sangka kau menjadi semangat ini, itu memang bagus tapi kau harus tau, jika saat menjalankan misi kau harus tetap waspada akan musuh mu itu. kata Gladius memperingatkan Arion.


"Karena keinginan mu begitu silahkan saja, tapi bagaimana dengan Camelia?" saat ketua sonik mengatakan itu terlihat Camelia sudah berdiri bersiap untuk pergi melakukan misi.


"Tampak nya kau tidak perlu menanyakan lagi padanya." ucap Arion.


Ketua sinon pun memberikan informasi lengkap mengenai misi yang akan Arion dan Camelia jalankan.


"Camelia Arion lihat ini." Canon memberikan peta petunjuk yang ada di dalam pusat kekaisaran.


"Lihat ini kalian akan menjalankan misi untuk membunuh semua penyelundupan obat terlarang itu di pusat kota arah timur dan memusnahkan seluruh obat obatan dengan cara di bakar di tempat tepat di dalam kekaisaran agar semua yang ada di dalam nya mati teracuni oleh asap dari bakaran obat terlarang itu, apa kalian paham?" kata sinon.


Arion dan Camelia mengangguk secara bersamaan, merespon ucapan sinon.


"Tapi kalian juga harus berhati hati, di sana ada salah satu petinggi yang sedang melakukan penjagaan." lanjut sinon memberitahu mereka berdua.


"Jangan khawatir, aku pasti akan menjaga gadis ini dengan baik." ucap Arion dengan tersenyum lebar dan memberikan tangan jempol nya ke arah sinon.


Mereka berdua pun bergerak ke arah kekaisaran, menjalankan misi.


Sementara itu di dalam markas, masih ada anggota lagi yang akan berangkat menjalankan misi juga.


"Baiklah kalau begitu sudah saat nya aku dan rain ikut menjalankan misi juga kan?" kata Jersey, yang sudah siap membawa senjata nya.


"Ya, kalian sudah ingat kan misi kalian saat ini?" sinon bertanya kembali pada Jersey agar dirinya tidak melupakan tujuan utama misi itu.


"Ya, mengambil emas di gudang penyimpanan bukan? aku sudah tau akan hal itu dan juga akan berhati hati, kalau begitu aku duluan ya." ucap Jersey yang langsung pergi ke arah kekaisaran juga.


"Ayo rain." sahut Jersey.


Mereka berdua ikut pergi ke dalam kekaisaran untuk mencuri emas.


Di dalam perjalanan menuju ke sana.


Jersey mengobrol dengan rain membicarakan Arion.


"Rain, apa kau sedikit curiga dengan anak baru itu?" tanya Jersey.


"Curiga? kenapa?" berbeda dengan Jersey rain tampak nya sama sekali tidak memiliki kecurigaan dengan Arion.


"Ya, aku merasa anak baru itu menyembunyikan sesuatu dari kita." pendapat Jersey langsung di patah kan oleh rain dengan cepat.


"Itu tidak mungkin, ketua tidak akan membiarkan mata mata masuk ke dalam organisasi kita, jadi mustahil jika Arion adalah mata mata kekaisaran." balas rain.


"Yah semoga saja begitu." ucap Jersey.


Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai di gudang emas kekaisaran.


Perlahan lahan mereka mulai masuk ke dalam kekaisaran untuk mencuri emas yang ada di sana.


Namun naas nya, para penjaga mulai datang dan memergoki keberadaan mereka berdua.


Namun, para prajurit lah yang ketakutan saat Jersey dan rain datang.


"A-aaaa, pa-panggil para petinggi, kelompok bloody raid data--"


*Scratch.......


Salah satu kepala prajurit langsung terputus seketika karena sabetan pedang Jersey.


"Oi...oi... jangan buat keadaan makin kacau dengan memanggil mereka!" ucap Jersey sambil melihat ke arah para prajurit yang lain.


"Jersey, kita harus secepatnya membunuh mereka, jangan mengulur waktu." ucap rain.


Dengan gerakan yang seperti menari di udara, rain mulai menyerang para prajurit yang hendak melarikan diri.


"Tidak, selamat kan aku...."


*Scratch....


Salah satu prajurit masih hidup dan berpura pura mati agar dirinya bisa selamat.


Namun rain sangat sigap dia menyadari jika prajurit itu hanya berpura pura mati.


Tanpa pikir panjang dia langsung menusukkan pedang nya ke arah jantung prajurit itu.


"Huh... semua sudah selesai kan ayo." ucap Jersey, mereka akhirnya memasuki ruang emas yang ada di dalam kekaisaran.


...•••••...


Sementara di sisi lain.


Arion dan Camelia menyergap tempat yang menjadi penyelundupan obat terlarang itu.


Saat Arion dan Camelia datang para pembunuh bayaran yang ada di tempat itu meremehkan Camelia.


"Oh, jadi mereka ya yang sangat ditakuti oleh kekaisaran ini, tunggu dulu lupa tentang nama kelompok kriminal itu apa namanya?" kelompok pembunuh bayaran itu mengejek Camelia.


"Bloody Raid boss." ucap anak buah dari pembunuh bayaran itu.


"Ku pikir bloody Raid itu kekurangan anggota sampai sampai memerintahkan gadis kecil seperti nya untuk mengatasi masalah ini." boss dari pembunuh bayaran itu tertawa keras pada Camelia.


Sementara itu Camelia hanya mengucapkan satu kalimat.


"Musuh harus dimusnahkan!" melepaskan kata kata itu, Camelia melesat dengan sangat cepat menusuk jantung salah satu prajurit itu, dan membelah badannya dari jantung hingga ke bawah.


*Craattt.....


Darah segar langsung menyembur keluar saat boss dari para pembunuh itu tewas di tangan Camelia.


"Aaaaaaaa...."


Para prajurit mulai panik dan berteriak kencang.


Namun Camelia tidak melepaskan mereka, satu persatu para pembunuh bayaran itu di potong oleh Camelia dengan sangat brutal.


*Scrat....


*Scraaaat....


*Scratch....


"Ja-jangan jangan bunuh aku, akan ku berikan semua nya padamu harta, emas apapun itu jangan bunuh aku." salah satu pembunuh bayaran yang tersisa mengeluarkan semua barang yang dia punya untuk menyuap Camelia agar dirinya tidak di bunuh.


Arion sengaja tidak berbuat apa apa karena menurut nya, Camelia tidak butuh bantuan.


Hmm... bagaimana dengan itu, apakah dia akan mengampuni prajurit itu?


Ucap Arata dalam hati.


Namun kenyataannya yang sebenarnya tidak lah bagus.


"Musuh harus di bunuh, bagaimana pun caranya." upaya terakhir orang itu untuk menyuap Camelia di tolak mentah-mentah.


Camelia tidak peduli tawaran pembunuh itu.


Dan dengan sangat cepat kepala perampok itu di penggal oleh Camelia.


"Wah.... wah.... wah... gadis kecil seperti mu brutal sekali ya...." ucap Arion dengan suara kecil.


Arion langsung mengganti pandangan nya ke arah obat obatan terlarang itu.


"Jadi, kita hanya perlu menghancurkan ini di kekaisaran bukan?" ucap Arion.


Camelia hanya mengangguk menjawab perkataan Arion.


Mereka berdua akhirnya membawa obat obatan terlarang itu ke dalam kekaisaran dengan melakukan penyusupan.


Karena sebelumnya para prajurit sedang sibuk ke ruangan harta, jadi otomatis kekaisaran lebih mudah untuk di susupi.


"Baiklah mulai dari sini serahkan padaku, aku akan membakar ini sekarang." ucap Arion berbicara pada Camelia.


Arion pun berhasil membakar obat obatan terlarang itu tepat di dalam kekaisaran tersebut.


"Misi selesai waktunya kembali." ucap Camelia, berbicara sendiri.


Arion yang ada di sebelah nya sedikit bingung dengan sifat Camelia.


Ada apa dengan gadis ini, dia sangat brutal sekali dalam membunuh dan juga jarang sekali berbicara, apa memang sifatnya sudah begini?


Arion bertanya dalam dirinya.