The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
77 [ Penampilan tidak sesuai dengan apa yang ada di dalamnya ]



Arion langsung pergi kembali setelah berbicara dengan neos.


Bukan tanpa sebab, dia sebenarnya menyembunyikan sesuatu sebelumnya yaitu Arion juga baru baru ini mulai mengalami keanehan ada seperti ingatan yang masuk ke dalam kepalanya dan dia tidak tau dari mana ingatan itu berasal.


Arion akhirnya berniat mencari tahu hal itu langsung ke dunia iblis karena dia merasa akan menemukan jawaban nya dari sana.


...••••...


Benua iblis gerbang lantai 20.


Sesampainya di sana, Arion langsung bergegas ke lantai 21 gerbang iblis.


Karena sebelumnya dia sudah menghabisi semua iblis yang ada di lantai 20 otomatis dia naik ke lantai berikutnya.


Sambil berjalan pelan Arion melihat ke arah giok merah yang dia pegang di tangan kanannya.


Dan seketika muncul status dari pandangan nya.


Namun status itu bukan untuk dirinya melainkan benda batu giok merah yang dia pegang.


[ Status Item ]


[ Name : Giok merah/Red Jade ]


[ Class Item : Unique ]


[ Kunci untuk membuka setiap gerbang benua iblis dapat di dapatkan dari membunuh setiap boss lantai ]


Arion sempat merasa aneh karena sebelumnya dia menyangka jika status hanya untuk makhluk hidup namun ternyata itu salah.


Status ternyata dapat di gunakan pada semua benda mau itu hidup atau pun mati.


Dan setelah beberapa menit berjalan, Arion tepat berada didepan gerbang menuju lantai ke 21.


Tanpa basa basi Arion langsung meletakkan batu giok merah itu di depan gerbang, cahaya merah keluar dari giok itu dan seketika gerbang menuju lantai 21 terbuka sendiri nya.


Di depan gerbang itu iblis iblis secara bergerombol menunggu kedatangan arion.


Mereka tampak seperti hewan buas dengan taring yang mencuat di mulut mulut mereka.


"Wah... wah.... wah.... penyambutan yang tak terduga rupanya..."


*Krek....


Arion menarik pedang dari pinggang nya dan bersiap masuk ke dalam.


Arion berjalan dengan santai meski iblis iblis didepan nya sangat banyak dan mereka mulai berlari ke arah arion berada.


Meski banyak Arion hanya menganggap mereka hanyalah keroco dan tak sampai satu menghabisi mereka semua.


*Slash


*Scrat.....


Saat iblis itu mulai mendekat ke Arion badan mereka langsung terpotong potong dengan potongan yang sangat rapih.


Muncratan darah keluar dari tubuh yang terpotong bukan hanya tubuh Arion memotong organ dalam iblis itu sampai menjadi potongan yang sangat kecil.


Arion menebas dengan kecepatan yang luar logika yaitu 100 kali tebasan perdetik dengan tebasan itu bahkan Chaser kelas S sekalipun tidak akan sempat bereaksi menghindari nya.


Namun para iblis itu sama sekali tidak takut, mereka terus berdatangan menyerang Arion tanpa henti.


Hujan darah terjadi di sekeliling Arion, dia sama sekali tidak menggunakan skill nya dan hanya menggunakan murni kemampuan fisik nya.


Mata Arion tak bisa berhenti berkedip dia membasmi gerombolan iblis itu layaknya membunuh seekor lalat yang beterbangan.


"Keras kepala! mau sampai kapan ini habis, mereka terlalu banyak..."


Ucap Arion yang mulai kesal karena iblis iblis itu terus berdatangan meski dia sudah tebas berapa kali pun.


Dia tidak ingin berlama-lama melawan keroco dan memutuskan untuk membunuh semua nya dengan satu serangan.


*Phuussshh....


Arion melompat ke udara dan memutar badan nya menjadi kepala yang berada di bagian bawah.


Mengaktifkan teknik api hitam mengkonsentrasikan kan nya dan membentuk pola di udara dengan api hitam pada pedang nya.


Dan.


"Reimei....tejikara~"


Arion melemparkan serangan tebasan itu menuju bagian para iblis yang ada dibawah nya.


*Booommm......


Karena Arion menggunakan api hitam pada tahap maksimum membuat semua iblis di sana meleleh dan bukan terbakar.


Bukan hanya iblis yang terkena dampak nya, serangan itu juga membuat kawah api yang cukup besar di bawah sana.


Lubang super besar terbentuk akibat dari serangan dashyat yang Arion lakukan.


*Tap....


Arion turun ke bawah tepat di tengah kawah besar itu meski api besar bergejolak besar di sana namun itu itu tidak akan berlaku pada Arion selaku pemilik skill Hell fire.


*Tack.....


Arion yang sudah berada di tengah kawah api itu lalu menjentikan jari nya dan seketika api hitam yang menyelimuti sekeliling nya menjadi padam dan hilang.


"Ini lebih baik!"


Setelah mengatakan itu Arion langsung berlari menuju boss dungeon itu.


...••••...


Di sisi lain.


Gregory saat ini berada di dalam gedung asosiasi chaser tepatnya di dalam ruang pelatihan yang ada di sana.


Saat ini dia sedang sangat sibuk.


Karena Gregory menerima kabar dari bawahan nya jika salah satu chaser perempuan baru saja mendaftar sebagai chaser namun dia mendapatkan predikat S tentu itu membuat kebanggaan tersendiri bagi wilayah Arbanila karena bertambahnya Chaser peringkat S adalah sama saja seperti militer sebuah negara mengalami perkembangan.


Namun di sisi lain Gregory juga sempat bingung karena dia ingin mengetest langsung kemampuan Chaser rank S itu dengan bertarung secara langsung dengan seseorang.


Dan Gregory ingin Arion mengetest nya, namun sudah beberapa kali Gregory menelfon nya dan itu sama sekali tidak diangkat.


Setelah di ingat ingat saat kemarin neos mengatakan Arion pergi ternyata dia benar dan sampai sekarang arion belum pulang.


Gregory sedikit khawatir tentang itu dan dia memutuskan untuk menunda pelantikan Chaser rank S terlebih dahulu.


Dan Saat ini Gregory sedang berada di ruang latihan bersama dengan chaser yang baru saja ingin di nobatkan sebagai chaser peringkat S ke 15.


Gregory mengobrol bersama nya.


"Nama identitas mu Sylvia ya, apa itu benar? maksud ku apa nama mu ini bukan samaran?"


Tanya Gregory pada chaser itu, dia sedang mewawancarai nya.


Dia tampak seperti seorang gadis berumur 20 tahunan dengan rambut panjang berwarna biru yang diikat kebelakang dan mata berwarna biru memancarkan pesona keanggunan luar biasa dari penampilan nya.


Di tambah kulit nya yang putih seputih salju dengan pakaian panjang yang menutupi tubuh nya.


Sylvia menjawab dengan suara nya yang lembut.


"Ya tuan..."


Kata kata sylivia di potong oleh Gregory.


"Tidak usah formal seperti itu, panggil saja aku Ketua Gregory."


Dia mengangguk merespon ucapan Gregory, dan berkata kembali.


"Baik ketua, sesuai dengan yang anda tanyakan tadi nama saya memang Sylvia dan nama panjang saya adalah Sylvia illya. saya baru saja pulang berlibur dari negara yang bernama Indonesia."


Ucap sylvia yang berbicara dengan sangat serius menatap ke arah Gregory.


"Ohh.... Indonesia ya, aku tau negara itu, aku hanya ingin memberi tahuku jika untuk saat ini pelantikan mu sebagai chaser peringkat S 15 akan ditunda sementara waktu karena aku ingin mengetest kemampuan mu secara langsung dengan melibatkan Chaser peringkat Absolute di negara ini tentu kau tau kan tentang itu."


"Chaser kelas Absolute, apa yang anda maksud adalah tuan Arion?"


Sylvia langsung mengepalkan tangan kanan nya dengan keras hingga terdengar oleh Gregory sendiri.


"Hmm apa kau tidak suka dengan aturan yang ku buat?"


Gregory salah paham mengenai itu.


"Tidak ketua, hanya saja saya cukup bersemangat menjadi lawan tanding Chaser tangguh seperti nya."


Gregory yang sebelumnya berpikir jika Sylvia gadis yang pemalu dan cantik namun dia langsung mengubah persepsi nya meski penampilan nya tampak imut dan anggun.


Ternyata dia memiliki sifat asli sebagai wanita petarung yang sangat menyukai pertarungan.


Gregory sedikit lega karena tidak menyuruh Chaser lain untuk mengganti kan Arion.


Percakapan mereka berdua terhenti setelah beberapa jam.