
Di sisi lain, di saat Arion sedang melaksanakan misi bersama dengan para rekan-rekannya.
Markas besar yang selama ini tersembunyi di dalam rimbunnya hutan berhasil di masuki oleh salah seorang penyusup.
Para prajurit Arion menyadari kedatangan penyusup itu dan berusaha sebisa mungkin untuk menghindari adanya konflik. Karena Arion memberikan perintah pada mereka semua agar tidak membuat sesuatu yang mencolok.
"Tuan, harus kami apakan penyusup ini?"
Salah satu bawahan melapor dan bertanya pada ketiga petinggi tentang apa yang seharusnya mereka lakukan untuk menghindari konflik.
Ketiga petinggi itu terdiam, sejujurnya mereka sama sekali masih bingung untuk mengambil keputusan yang tepat untuk masalah ini.
"Apa kita perlu melaporkan masalah ini pada tuan Arion?"
Keheningan berubah saat Venom mengeluarkan pendapatnya.
Namun Boxter dengan cepat menolak usulan Venom.
"Apa kau lupa apa kata tuan? bukankah tuan sudah bilang jika kita tidak boleh melakukan kontak apapun untuk sekarang."
Boxter menjawab dengan tegas gagasan Venom.
Veneno yang sebelumnya terdiam, akhirnya mulai ikut berbicara. Serta mengusulkan sebuah keputusan.
"Itu benar, perintah tuan adalah perintah yang mutlak. Kita tidak boleh mengganggu nya saat sedang bertugas. yang terpenting sekarang kita harus sebisa mungkin tidak melakukan kontak langsung dengan makhluk itu."
Setelah mengatakan itu, Veneno langsung mengeluarkan sebuah skill kabut untuk menutupi pandangan penyusup itu.
Itu adalah keputusan yang sangat bagus, karena dengan begitu mereka tidak melakukan kontak langsung.
Mereka terus mengamati gerak-gerik, para penyusup itu dari bola sihir yang ada di depan mereka.
...••••...
Flores Triangle itu adalah nama hutan yang saat ini mereka singgahi.
Penamaan hutan itu diberikan oleh para ras manusia dan para spesies lain sama sekali tidak tau akan nama hutan ini.
Berbeda dengan ras lain, di dalam New Word ini, manusia adalah ras terkuat yang menjadi puncak tertinggi dalam peradaban para ras.
mereka menduduki puncak kekuatan tertinggi yang ada di sini.
Namun, hanya sedikit orang yang mampu mencapai tahap itu, karena pada dasarnya mereka hanya ingin hidup damai tanpa suatu permasalahan.
Oleh sebab itu meski ras manusia adalah ras terkuat, namun seiring berjalannya waktu lambat lain mereka menjadi melemah karena kekuatan yang tidak di asah sehingga ras ras lain berevolusi mencapai tahap yang lebih tinggi dari manusia normal.
Akan tetapi ada juga manusia yang berhasil mencapai tahap batas maksimum kekuatannya dan mereka seringkali berpindah tempat untuk mencari sebuah kekuatan yang absolut yang belum pernah mereka miliki sebelumnya, singkat nya mereka bernafsu untuk menjadi yang terkuat untuk memenuhi segala hasrat yang mereka inginkan.
...°°°...
"Situasi di sini masih terlihat seperti biasanya, apa kau yakin merasakan adanya hal ganjil di sekitar sini?"ucap pria berambut hijau sambil melipat kedua tangannya ke dada.
Dia terlihat sangat arogan dan angkuh.
"Ya, memang ini tempatnya tidak salah lagi."
"Tapi, entah mengapa aku merasa kabut tebal yang ada di sini terlihat seperti sebuah penyamaran."
Mereka berdua saling melirik satu sama lain. Dan tak lama setelah itu Kabut yang di buat oleh Veneno dengan cepat menghilang tak berbekas.
Veneno yang menyadari hal itu seketika terkejut karena skillnya berhasil dipatahkan.
"Apa itu, intensitas mereka terlihat tak memiliki energi sihir tapi kenapa, mereka dengan mudah nya bisa menghancurkan kekuatan ku."
ucap Veneno.
"Kau meremehkan penyusup itu, bagaimanapun juga kita harus waspada terhadap nya, tidak salah lagi, mereka adalah ancaman bagi kita--"
Perkataan Venom di sela oleh Veneno.
"Aku tau maksud mu apa, serahkan masalah ini padaku bagaimanapun caranya mereka akan ku lenyapkan."
Veneno langsung pergi menemui 2 orang itu karena tidak ada cara lain untuk itu.
...••••...
"Ah, akhirnya muncul juga, kalau begitu kami tak perlu repot-repot untuk menghancurkan benteng ini kan."ucap pria berambut hijau dengan sombong.
Sementara itu, Veneno yang baru saja sampai, mencoba bersikap ramah pada penyusup itu namun keramahan Veneno harus dibayar oleh sihir nuklir skala besar yang tiba-tiba saja dilemparkan padanya.
Veneno dengan cepat menghindari serangan itu namun area sekitar harus hancur lebur akibat ledakan yang begitu kuat.
"Refleksitas yang bagus, tidak salah lagi, kau adalah makhluk yang kuat."
"Jangan remehkan dia leon, kita baru pertamakali kan bertemu dengan makhluk seperti ini, aku mempunyai firasat yang berbeda dengannya."
"Jangan sentimen begitu Argos, aku sudah tau sejak awal jika mereka bukan makhluk biasa, kemampuan identifikasi ku juga tidak bisa memberikan informasi soal ras apa mereka ini. tapi yang jelas mereka cukup kuat."
Kedua orang itu menatap Veneno dengan tajam lalu tak lama berselang, Leon bergerak cepat dan menghunuskan serangan pukulan pada topeng besi Veneno.
Namun serangan itu dapat dihindari oleh Veneno, dia lalu membalas serangan itu menggunakan menggunakan kuku panjang yang ada muncul dari selaput tangannya.
Pertempuran sengit tidak terelakan, pepohonan yang ada di sekitar mereka seketika seketika terpotong layaknya sebuah kertas.
Serangan Veneno sangat cepat dan sama sekali tidak memberikan celah sedikitpun pada lawannya untuk melakukan serangan balasan.
Veneno berniat untuk langsung membunuh tanpa membuat keributan panjang, namun apa daya, yang dia rencanakan justru diluar prediksi dirinya, dirinya justru membuat keadaan sekitar menjadi sangat hancur berantakan.
Itu sangat wajar mengingat lawannya kali ini bukan lah lawan yang bisa di anggap remeh. Karena walaupun Veneno sudah memberikan serangan mematikan seperti itu, lawannya masih memiliki kesempatan untuk menghindari serangan yang diberikan
"Akh..., apa-apaan makhluk ini gerakannya sangat gila, aku benar-benar sangat terpojok, kalau begini terus aku yang akan mati dengan cepat." ucap Leon, sambil terengah-engah, dia bahkan harus mengeluarkan seluruh kekuatannya hanya untuk menghindari serangan biasa milik Veneno.
Saat dirinya sedang berbicara, beberapa serangan akhirnya berhasil mengenai bagian perut dan telinga kiri Leon.
Darah seketika keluar saat setengah daun telinga Leon terpotong.
"Bedebah sialan! beraninya membuat ku terluka seperti ini!!"
Leon kehilangan konsentrasi dan saat dia menyadari hal itu, cakar Veneno sudah berada tepat di depan matanya.
Itu akan menjadi kematian yang tragis bagi Veneno namun apa daya.
*Bommm...
Argos membantu Leon dengan menyerang Veneno menggunakan palu besar yang dia bawa.
"Huh..., Kau berhutang nyawa padaku."
"Brengsek, dia pasti sudah mati kalau kau tidak menghalangi ku!"
Leon tidak mengakui bahwa Veneno lebih kuat darinya.
"Pembohong, lakukan sesuka mu. tapi yang jelas untuk saat ini kita harus memastikan kematian makhluk ini bersama-sama, jujur saja dia bahkan lebih kuat dari yang kuduga." ucap Argos sambil terlihat menganalisis kemampuan Veneno.
"Terlihat jelas dari caranya bertarung, makhluk ini belum sama sekali menunjukkan taringnya yang sebenarnya." Argos menatap serius pada Veneno. Di sisi lain Leon tampaknya juga mengeluarkan senjata andalannya yang biasa dia gunakan untuk melakukan pertempuran.
"Yah, untuk kali ini aku setuju dengan pendapat mu. waktunya untuk melakukan pesta besar-besaran."
Keduanya dengan cepat mengeluarkan serangan terbaiknya, Leon menghunuskan cambuk merah ke arah Veneno, namun Veneno menghindari serangan itu lalu menarik paksa jambuk itu dari genggaman Leon. Namun Cambuk itu seperti hidup dan langsung mengikat lengan Veneno dan keadaan seketika berbalik.
Saat lengan Veneno terikat, Argos memanfaatkan hal itu dan langsung memberikan serangan kejut super sonik padanya.
Namun entah bagaimana Veneno menelan mentah-mentah serangan itu, dia sengaja tidak menghindarinya dan alhasil serangan itu hanya berefek pada area sekitar.
Leon langsung melepaskan ikatan cambuk nya saat itu juga. Karena dirasa serangan itu akan berhasil. Mereka berdua terlihat senang dengan pertarungan itu.
Kemampuan terkuat argos adalah nuklir skala besar dan yang barusan dia keluarkan adalah salah satu dari kemampuan terkuat yang dia miliki.
"Hah..., dengan ini masalah selesaikan?" ucap Leon sambil tersenyum puas.
Tak lama setelah itu, muncul 3 orang manusia yang lain yang tampak sangat berbeda.
"Padahal sudah kubilang jangan membuat masalah disini, tapi sepertinya ucapan ku tak di dengar ya." ucap salah satu orang yang muncul dari kegelapan.
Warna item Armor yang dia gunakan terlihat sangat mencolok.
Akan tetapi, tepat saat kedatangan orang itu, Veneno dengan cepat bereaksi dana menyerangnya dengan cakarnya.
Leon dan Argos tampak terkejut karena dia pikir Veneno sudah mati.
Mata Veneno berubah menjadi merah padam, dia memasuki kondisi seriusnya.
"Kau jauh lebih berbahaya daripada mereka."
Orang dihadapan Veneno tampak sedikit tersenyum mendengar ucapan itu.
...•••••...
O ya, saya mo kasih tau juga kalau sya juga udh nerbitin satu buku buatan saya sendiri
Judulnya Catatan Kehidupan Ali, yang mau order bisa pesen ya.