
Setelah Arion dan neos yang sudah beristirahat dan tidur, mereka akhirnya melanjutkan perjalanan lagi menuju tempat para iblis berada.
"Master sekarang kita akan mencari iblis ke mana lagi?"
Tanya neos dengan muka yang tampak bingung.
Namun arion sama sekali tidak mendengar ucapan nya terlihat sedang melamun memikirkan sesuatu.
"Master.... Hoi.... apa kau mendengar ku?"
Neos melambaikan tangan ke depan arion agar dia berhenti melamun.
"Oh, ya maaf ada apa?"
Arion telah sadar kembali saat neos melambaikan tangan ke depan wajah nya.
"Kenapa kau dari tadi diam saja? apa kau sedang memikirkan sesuatu master?"
"Kalau kau bertanya seperti itu aku akan terus terang, memang saat ini aku sedang memikirkan sesuatu mengenai, kejadian saat kau melawan iblis barusan."
Arion mulai menceritakan mengenai neos yang mengamuk saat itu.
"Huh? memang ada apa dengan ku? apa aku tidak berhasil membunuh iblis itu? uhh itu sungguh membuat ku malu karena tidak bisa mengalahkan iblis itu."
Neos memasang muka sedih saat di kritik oleh arion.
"Bukan, bukan itu masalah nya kau sudah berhasil membunuh iblis itu tapi..."
"Tapi apa master? apa aku melakukan kesalahan lagi?"
"Yah bisa dibilang itu memang kesalahan mu tapi aku tau kau saat itu tidak sadar."
Neos yang mendengar jawaban Arion mulai bingung dengan apa yang dikatakan oleh arion.
Karena neos sama sekali tidak mengingat apapun mengenai itu.
"Apa yang sebenarnya guru maksud? aku sama sekali tidak mengerti."
"Yah, jujur pada saat kau melawan iblis itu, kau kehilangan kendali dan menghancurkan apapun yang ada di depan mata mu."
"Huh? begitu ya, itu wajar bagi guru karena guru tidak tau sebelumnya mengenai kemampuan ku."
"...? kalau begitu coba kau jelaskan."
Arion menyuruh neos mulai menjelaskan secara detail mengenai kemampuan yang di miliki oleh neos.
"Baik master, jadi sebenarnya kemampuan berseker miliku ini tidak sepenuhnya bisa ku kendalikan... jika aku menggunakan kemampuan ini dalam kondisi yang kurang fit tubuh ku tidak akan kuat menahan kemampuan itu dan otomatis kemampuan ku akan mengendalikan tubuh ku secara penuh."
"Tapi... apa kau sebelumnya pernah mengalami hal seperti ini?"
Arion bertanya dengan wajah yang fokus menatap neos.
"Yah, aku pernah mengamuk dan menghancurkan sekeliling ku, tapi karena di sebelah ku ada iblis yang mati otomatis kemampuan asli ku ini tidak pernah ada yang mengetahui nya selain diriku tapi sekarang guru sudah mengetahui nya jadi...."
Neos melemparkan ekspresi sedih ke wajah arion yang tampak jelas dari raut wajah nya.
"Tenang saja kau tidak perlu khawatir soal itu, aku tidak akan memberi tahu rahasia mu ini kepada orang lain."
Arion langsung menepuk pundak neos dan tersenyum padanya agar dia tidak khawatir soal itu.
Wajah neos yang sebelumnya seperti cemas berubah saat arion menasihati nya dan berjanji tidak akan memberikan informasi ini kepada orang lain.
"Benar guru itu memang sempat terlintas di kepala ku mengenai hal itu karena itu juga aku tidak pernah menggunakan seratus persen kemampuan berseker ku agar mudah untuk di kendalikan."
*Pruuek..
Neos mengepalkan tangan nya dengan erat.
"Tapi jika saja keadaan nya terpepet dan memaksa ku untuk menggunakan kemampuan ini seratus persen walau itu akan membuat citra ku buruk sebagai chaser aku akan tetap menggunakan nya, apalagi jika ada iblis kuat aku pasti tidak ada cara lain selain menggunakan seratus persen kemampuan itu."
Arion kecil tersenyum melihat ekspresi sengat neos.
"Sepertinya kau sudah mulai terlihat dewasa, itu bagus kau harus menetapkan pendirian mu dan jangan pernah naif, tapi saat di hadapan para chaser muncul iblis kuat biar aku yang menangani mereka, bagaimana pun juga kau adalah sosok pahlawan yang dikagumi oleh masyarakat jadi jangan turunkan harga diri mu, selama aku ada aku akan menjaga tentang kemampuan mu jadi jangan khawatir soal itu paham?"
" Paham master saya akan mempercayai mu mulai sekarang."
Arion dan neos melanjutkan perjalanan kembali memburu para iblis.
....
....
Sementara itu di sisi lain Gregory sedang melakukan eksperimen sampel darah para chaser untuk membuat kemampuan special seperti yang di dapat boleh semua chaser.
Sebenarnya tidak ada yang tahu mengenai dari mana kemampuan super ini didapat kan, namun Gregory masih penasaran soal itu dan selalu menyelidiki asal muasal kemampuan special itu terlahir.
Dan Gregory akhirnya mulai mengambil darah milik nya sendiri untuk di teliti.
Dan betapa terkejut nya ia karena di dalam darah nya terdapat pecahan pecahan kecil yang menyatu didalam darah nya.
Awal nya Gregory tidak mempercayai itu, dan dia akhirnya meminta sampel darah chaser lain untuk dia teliti.
Tapi hasil yang dia temukan sama semua darah chaser di dalamnya terdapat pecahan-pecahan kecil yang tak kasat mata.
Gregory akhirnya membuat eksperimen untuk mengambil pecahan cahaya itu dan menggabungkan nya menjadi satu.
Gregory melihat partikel partikel apa yang terdapat di dalamnya, namun saat Gregory mencoba meneliti nya, alat Gregory tidak sanggup untuk mengidentifikasi bahan yang terdapat di dalam nya.
Gregory akhirnya merubah cara lain dan tidak mengidentifikasi bahan bahan yang ada di dalam pecahan itu, dia hanya menggabungkan nya dan membuat pecahan cahaya itu menjadi semakin membanyak.
Pecahan cahaya itu sukses Gregory gandakan dan dia ingin mencobanya ke para Chaser agar Chaser yang ada di wilayah arbanila menjadi lebih kuat.
Pertama tama Gregory menyuntik dan mengambil darah nya sendiri karena dia adalah chaser dan agar tidak merugikan orang lain Gregory membuat percobaan pada dirinya sendiri.
Gregory mengambil sampel darah nya dan di satukan dengan pecahan cahaya kecil yang sudah dia gandakan.
Setelah di satukan Gregory memasukan kembali darah miliknya yang telah di gabungkan dengan pecahan partikel cahaya ke dalam tubuh nya agar dirinya mendapat kemampuan baru dan semakin kuat.
Namun usaha Gregory gagal, dia sama sekali tidak merasakan apa apa setelah menggabungkan nya.
Dan setelah di periksa menggunakan alat, darah yang sebelumnya nya dia masukan yang terdapat pecahan cahaya itu, hancur oleh partikel cahaya yang sudah terdapat di dalam tubuh nya.
Gregory akhirnya berkesimpulan jika chaser yang sudah mempunyai pecahan partikel cahaya di dalam dirinya itu kemungkinan tidak bisa di gabungkan dengan partikel cahaya lainnya.
Gregory akhirnya mulai berpikir dan akhirnya terlintas di kepalanya tentang chaser yang memiliki kemampuan unik.
Yang berbeda dengan chaser lainnya dan tidak memiliki energi point Chaser itu adalah arion.
Firasat Gregory mengatakan itu akan berhasil jika di lakukan uji coba pada arion.
Gregory akhirnya menggabungkan semua partikel cahaya dari para Chaser untuk digabungkan menjadi satu dan di masukan ke dalam suntikan.