
Setelah membunuh semua iblis neos langsung bergerak menghampiri arion.
"Master... aku berhasil mengalahkan mereka."
Neos berlari dengan wajah gembira karena berhasil menyelesaikan tugas pertama yang di berikan arion.
"Ya, aku tau."
Arion membalas perkataan neos dengan jawaban yang dingin.
"Master...master... apa kau melihat pertarungan ku barusan? bagaimana aku jenius kan."
Neos tersenyum senyum sombong didepan arion.
Uh... orang ini.... apa dia berharap mendapatkan pujian dari ku?
"Ya kerja bagus, sepertinya kau telah melakukan yang terbaik dalam tugas pertama mu, tapi kau tidak bisa terus menggunakan taktik seperti itu."
"Memang benar master, tapi tidak ada cara lain karena iblis yang ku lawan barusan sangat banyak."
"Banyak nya para iblis yang datang tidak akan berpengaruh jika kau memiliki kemampuan lebih tinggi dari pada mereka, oleh karena itu kau harus meningkatkan pengalaman bertarung maka kekuatan special mu juga akan meningkat."
"Baik master, aku akan mengikuti semua arahan mu."
"Yap, bagus selanjutnya kita akan pergi ke dunia iblis."
"Huh? dunia iblis? apa itu? apa kau bisa menjelaskan nya master?"
Neos yang sebelumnya memasang wajah tersenyum seketika berubah menjadi penasaran.
"Sudah, kau ikuti saja perintah ku."
Aku lagi malas menjelaskan jadi apa boleh buat.
*Krek...
Arion memegang baru kristal hitam yang membuat para iblis bisa datang ke dunia manusia.
Arion berfikir, jika para iblis bisa datang ke dunia manusia kemungkinan mereka mempunyai suatu alat atau apapun itu itu melakukan teleportasi.
Dan pendapat arion benar, para iblis itu memakai batu kristal sihir untuk membuat portal yang terhubung antara dua dunia.
Arion berhasil mendapatkan batu kristal itu saat pertama kali kembali ke bumi.
Aku tidak tau apakah ini bisa digunakan atau tidak tapi semoga saja bisa.
Karena arion tidak memiliki energi poin arion menyuruh neos untuk mengalirkan energi nya pada batu kristal.
"Neos pegang batu kristal ini dan alirkan kekuatan sihir mu ke dalam kristal ini."
Arion dengan suara yang tegas menyuruh neos.
"Untuk apa master?"
"Tidak usah banyak tanya, kau alirkan saja energi mu ke sini!"
"Baik master."
Neos mengikuti perintah yang dikatakan arion dengan segera.
Saat neos mengalirkan energi nya ke dalam batu kristal tiba tiba kristal itu mengeluarkan cahaya berwarna ungu yang sangat besar.
Karena kaget dengan cahaya itu, neos menjatuhkan bola kristal ke tanah.
"Uh....ma-master....apa ini....ooaahh.."
Neos berteriak panik dan menjatuhkan nya.
Saat batu kristal itu mengeluarkan cahaya neos dan arion terkejut karena cahaya berwarna ungu yang keluar dari batu itu membentuk sebuah portal dimensi [gate] didepan mereka.
"Master... bagaimana bisa batu ini membuat gate seperti yang iblis itu pakai."
Neos bertanya dengan panik ke pada arion.
"Kalau kau bertanya padaku aku bertanya dengan siapa, sudahlah tidak usah memikirkan hal itu, ayo masuk ke dalam gate."
Saat arion menyuruh neos untuk masuk ke dalam gate bersamanya, muka neos panik dan kaget.
"A-apa master becanda? pa-pasti master becanda kan hahah...."
Neos tertawa dengan wajah yang menggelikan di depan arion.
Huh? apa anak ini waras? kenapa dia memasang muka menjijikan seperti itu.
Gumam arion dalam hati.
"Berhenti tertawa, cepat masuk ke dalam sebelum ku tinggal kau."
Uh, master benar benar serius ingin masuk. semoga tidak terjadi apa apa dengan ku.
"Ayo cepat ikuti aku."
"B-baik master....glegh."
Neos mengeluarkan keringat dingin dari wajah nya dan menelan ludah nya beberapa kali.
*Zruuuutttt.....
Neos memasuki gate dengan mata tertutup dan tidak mau melihat ke dalam nya karena terlalu takut.
"Hoi sampai kapan kau mau menutup matamu seperti itu, kalau kau terlalu takut--"
"Aa--apa yang master katakan... te-tentu saja aku berani.... ini hanya masalah enteng."
Neos berkata seperti itu dengan kedua kaki yang bergetar.
Eheheh...tak ku sangka dia ketakutan seperti ini.
Arion merencanakan sesuatu untuk menjahili neos.
*Drug..Dug...Dug...
Arion tiba tiba berlari kencang meninggalkan neos.
"Waaah....master....jangan lari..jangan tinggalkan aku....."
*Ngooeeng....
Neos yang ketakutan berlari sangat kencang menyusul arion.
"Guru....jangan tinggalkan aku...."
Ukrh... kalau dia ketakutan larinya bertambah cepat ya.
"Ahaha.... kau mudah sekali untuk ditipu, untuk apa aku meninggalkan mu di sini."
Arion tertawa puas setelah mengerjai neos.
"Bisa bisanya guru melakukan seperti padaku...hiks..hiks..."
"Eh...pake nangis segala lagi, eh-"
"Ada apa mast--"
"Ssst...diam."
Neos berbisik pada neos karena dia merasakan sesuatu di tempat itu.
"Dengar ini sudah bukan waktunya bercanda kau tahu. sekarang kita berada di wilayah para iblis, aku juga merasakan kehadiran mereka di sekitar sini jadi pelan kan suara mu."
Arion berbisik pada neos dan bersembunyi di tempat yang tertutup.
"Sekarang ikuti aku bergerak perlahan-lahan menuju tempat itu, jangan sampai menimbulkan suara dari langkah mu paham?"
"Baik master."
Saat sedang bergerak diam diam neos dan arion dikejutkan oleh iblis yang tiba tiba muncul di hadapan mereka.
"Hah, bahaya minggir neos!"
*Pthank....
Arion menangkis serangan iblis itu menggunakan pedang nya.
"Hnngng....."
"Master--"
"Tidak apa apa aku bisa mengatasi ini sendirian, kau hadapi saja iblis yang satunya."
"Baik master berhati hati lah."
"Ya, kau juga."
Arion mulai fokus bertarung dengan iblis depan nya.
Tcih... bisa bisa nya aku tidak menyadari keberadaan iblis ini.
Sepertinya terlalu lama di dunia yang damai membuat insting bertarung ku menurun.
"Woaaaah....."
*Thrank...
Arion berteriak keras dan berhasil melemparkan serangan iblis yang mengarah padanya.
Huh.... aku tidak masalah melawan iblis sepertinya karena aku sudah mempunyai pengalaman yang banyak mengenai iblis.
Namun yang ku khawatir kan adalah neos. dia masih belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk menghadapi iblis seperti ini.
Tapi semoga saja dia baik baik saja, Pertarungan ini juga akan mengajarkan dia tentang arti bertarung yang sebenarnya.
Arion mulai bertarung serius dengan iblis didepan nya.
Menggunakan pedang nya sebagai senjata utamanya arion memperkuat otot tangan nya.
Tangan arion mengeras seperti batu dan jari jari nya memegang pedang dengan sangat erat dan kencang.
Memfokuskan matanya pada satu tujuan.
Arion maju menyerang iblis didepan nya.
Fisik iblis ini besar dengan perut sebesar jrigen bensin.
*Scrat....
Hanya dengan sekali tebasan arion memotong kedua lengan iblis itu dengan rapi.
"UARGH---"
*Crat....!!
Iblis itu berteriak kesakitan saat Arion memotong kedua lengan nya dan saat iblis itu berteriak, arion menusuk mulut iblis itu hingga menembus leher belakang nya.
"gruagh...gruargh..."
Kepala iblis itu bergetar hebat karena pedang arion yang menancap di leher nya. darah segar seketika keluar saat arion melepaskan pedang nya dari leher iblis.
Wajah dan pakaian arion dipenuhi oleh noda darah dari iblis.
"Huh... ku kira keras ternyata kertas."