The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
81[ Keberangkatan menuju Amerika serikat ]



Setelah bertemu dengan Gregory dan yang Chaser S yang lain, secara tidak terduga arion langsung diserang namun dia berhasil mengatasi hal itu dengan mudah.


Ternyata itu adalah siasat yang di buat oleh Sylvia dia mengatakan pada Gregory dan Chaser lain jika dia akan menyerang Arion secara langsung.


Hal itu semata-mata untuk menguji kekuatan nya didepan Gregory dan untuk menyelesaikan tahap terakhir agar dirinya diakui secara resmi sebagai chaser peringkat S kelima belas.


...••••...


Setelah pertarungan Arion dan Sylvia itu berakhir, Gregory langsung memberitahu pada Arion jika dia akan di kirim sebagai perwakilan Chaser absolute dari negara Arbanila.


"Ah benar aku hampir melupakan nya, besok kau akan pergi ke Amerika untuk melakukan pertemuan konferensi internasional di sana, tiket pesawat juga akan langsung ku siapkan untuk keberangkatan mu."


Ucap gregory dengan santai nya berbicara mengenai itu pada Arion yang belum tahu kejadian yang sebenarnya bagaimana.


Arion menjawab perkataan Gregory dengan kaget.


"Hah? ke Amerika? aku bahkan sama sekali tidak bisa berbahasa... kenapa kau tidak mengirim Chaser yang lain."


Jawab arion sambil melirik ke arah Chaser lain.


Dia tampak sedikit kesal dengan keputusan yang gregory buat karena dia membuat keputusan hanya sepihak dan tanpa persetujuan dari Arion sama sekali.


Gregory menjawab keluhan Arion dengan mendekat dan menepuk pundak nya.


"Apa menurut mu... si antara semua chaser di negara ini ada yang lebih baik selain dirimu?"


Jawaban yang Gregory berikan sama sekali tidak bisa Arion jawab karena dia sendiri sudah tau jawaban yang Gregory katakan.


"Jangan khawatir soal keadaan mu di sana kau akan pergi ke sana dengan translator yang telah ku siapkan sebelumnya."


Arion sedikit lega setelah mendengar itu karena dalam hatinya dia menduga jika yang ikut dengan nya adalah neos.


Arion bertanya pada Gregory dengan nada suara yang sedikit dipelankan.


"Ohh begitu ya... jadi siapa yang akan menggantikan guild master Avengers selama neos tidak ada?"


"Neos?"


Gregory tidak mengerti dengan apa yang Arion katakan karena dia sama sekali tidak berniat menjadikan neos sebagai translator.


"Ya neos, bukankah dia yang mendampingi ku ke sana?"


Tanya Arion.


"Apa yang kau maksud, dia adalah ketua ketua guild Avengers jadi mana mungkin aku ikut mengajak nya."


Kata-kata yang Gregory ucap kan membuat Arion terdiam sejenak.


"Dan terlebih lagi dia tidak bisa menjadi translator."


Lanjut Gregory.


Setelah terdiam sejenak Arion pun kembali berkata dengan suara tegas dan berwibawa nya.


"Gregory dengar aku lebih terbiasa berinteraksi dengan Neos meski dia bukan translator tapi kurasa dia sudah paham akan bahasa asing itu, jadi aku akan memutuskan untuk pergi ke sana dengan Neos."


Arion memperjelas kata kata nya dan karena Arion adalah chaser kelas absolute dia tidak bisa diikat oleh peraturan apapun yang ada dan mau tidak mau Gregory harus menerima keputusan Arion itu.


"Huuh.... ya sudah lah aku tidak bisa membantah keputusan mu, tapi yang jelas besok pagi kau harus sudah stand by di bandara semua keperluan mu sudah tersedia dan kau berangkat menggunakan pesawat pribadi jadi jangan sampai terlambat ya."


Ucap gregory yang seperti nya sudah pasrah dengan keputusan yang diambil Arion.


Gregory meninggalkan ruangan setelah mengatakan itu.


Dan Arion langsung kembali ke guild nya.


Chaser Chaser rank S yang lain telah pergi saat Gregory dan Arion sedang berbicara.


...••••...


Guild Avengers.


Arion kembali ke dalam guild nya dengan badan yang dipenuhi dengan keringat.


Itu adalah hal yang sangat wajar karena sebelum dia kembali ke guild dia berolahraga dengan berlari 10 Km.


Dan tidak heran jika badan Arion saat ini sangat besar dan penuh dengan otot.


Namun dia bisa menyembunyikan nya otot nya itu jika dalam kondisi normal.


Arion berjalan masuk ke dalam guild sambil membawa minuman di tangan kanannya.


"Hmm... sepertinya di sini sepi..."


Ucap Arion yang sedang berjalan memasuki kamar nya.


Namun langkah nya terhenti saat dirinya merasa ada pertarungan yang terjadi di dalam guild.


"Apa apaan ini, kenapa aku merasa jika ada pertarungan di dalam sini."


Arion merasakan nya dengan menggunakan Qi yang dia miliki.


"Tempat nya tak jauh sini, mungkin ada kemunculan iblis disekitar."


Arion berjalan mendekati lokasi pertarungan tersebut.


*Bum....


*Bumm.....


*Duack.....


Aura pertarungan semakin terasa saat Arion berhenti didepan ruang pelatihan.


"Di sini, apa memang ada iblis di dalam?"


Arion membuka pintu ruangan itu.


Arion mengetahui orang itu dan sedikit terkejut karena orang itu ada di dalam guild nya.


Orang itu mengetahui kedatangan Arion dan terlihat sangat senang.


"Oh... ternyata anda tuan Arion, aku sedikit tidak sadar dengan kedatangan mu."


Orang itu adalah Sylvia dia mengenakan pakaian olahraga ketat dengan celana pendek yang hanya menutupi paha dengan sedikit pakaian yang menutupi dada nya.


Itu membuat pria menapun akan melirik dirinya ditambah lagi kulit nya yang halus dengan bibir nya yang tampak menggoda memunculkan hasrat birahi yang pria manapun akan terpesona dengan lekukan tubuh yang dia miliki.


Namun meski begitu Arion tampak biasa saja dan tidak terpikat dengan Sylvia.


*Dum....


*Dum....


*Dum...


Suara degupan jantung terasa jangan jelas saat Sylvia mendekat ke arah arion.


Pipi nya tampak sedikit memerah saat menatap arion.


Karena dia menyukai Arion itu adalah hal yang wajar meski sebelumnya dia bertarung dengan Arion dia sama sekali tidak berniat untuk melukai Arion sedikit pun meski dia terpaksa melakukan nya untuk membuat Arion terkesan dengan kekuatan yang Sylvia miliki namun ternyata usaha nya tidak membuat Arion luluh.


"Kenapa kau bisa ada di dalam guild ini?"


Tanya Arion pada Sylvia.


Di sisi lain Sylvia menggesekkan kedua telapak tangan nya untuk mengurangi kegugupan nya.


"Ak-- aku sudah resmi menjadi anggota guild ini ja-jadi..."


Arion tampak bingung dengan sifat sylvia yang menjadi berubah.


Arion sendiri bertanya tanya dalam hati nya kenapa neos memasukan orang seperti nya di kedalam guild ini namun setelah dipikir pikir dia baru ingat jika neos akan mendampingi Arion untuk ke Amerika besok dan Sylvia bisa dimanfaatkan untuk dijadikan guild master sementara waktu.


"Ah begitu ya, teruskan latihan mu."


Arion mengatakan itu dan dia langsung pergi menuju pintu keluar.


Karena ucapan Sylvia yang sopan dan lembut, Arion membalas perkataan nya dengan pelan dan sopan.


Namun saat Arion sedang berjalan menuju pintu neos datang dengan rapih berwarna hitam.


"Master! kebetulan sekali waktunya pas, apakau sudah menyiapkan barang barang bawaan mu untuk besok?"


Tanya neos yang langsung to the poin dengan apa yang ia ingin katakan.


Dia meniru cara bicara Arion yang tak berteletele.


Sementara Sylvia tampak bingung dengan kata "Master" yang keluar dari mulut neos.


"Aku belum sempat menyiapkan nya sekarang jadi mungkin malam."


Balas arion.


Neos sebelumnya sudah diberitahu oleh Gregory lewat telepon alhasil dia langsung menemui Arion karena dia tau betul aura keberadaan Arion Kasdi otomatis neos tau jika Arion ada di dalam guild.


"Oh ya maaf sebelumnya master kau sudah kenal dengan nya kan kalau begitu--"


Ucapan neos di potong oleh Sylvia.


"Tunggu dulu Ketua neos, apa anda adalah murid dan guru dengan chaser Arion?"


Sylvia menanyakan itu dengan wajah serius nya.


Di sisi lain neos sama sekali tidak melihat ke arah Sylvia karena dia tidak terbiasa melihat pakaian terbuka wanita.


Itu benar benar ampuh untuk menghilangkan konsentrasi pria.


"Ya- ya, aku dan master Arion adalah guru dan murid, tapi bisakah kau merahasiakan ini dari orang sekitar?"


Wajah Sylvia seketika berubah saat kata itu keluar dari mulut neos.


"Guru dan murid ya... apa aku bisa menjadi murid chaser Arion juga?"


Tanpa pikir panjang Sylvia mengatakan hal itu meski meski dia memiliki niat lain untuk itu.


Arion dengan sangat cepat membalas kata kata Sylvia.


"Ku tolak, terlalu merepotkan untuk mempunyai seorang murid lagi, kalau begitu aku duluan.."


Arion langsung pergi meninggalkan mereka berdua.


...••••...


Pagi hari.


Pukul 06:00 Arion dan neos sudah stand by berada di bandara Arion membawa tas yang sangat besar dan begitu juga dengan Neos ransel milik nya lebih kecil di banding Arion.


Arion menampung 2 tas sekaligus karena dia yang menginginkannya.


Arion juga memakai pakaian yang sangat rapih dengan jas hitam dan Arion juga memakai sarung tangan yang menurut nya sangat bagus.


*Cekrek....


*Cekrek....


*Ckreek.....


Para wartawan dan reporter tv sudah menunggu kedatangan Arion mereka memfoto dan mengulas berita tentang keberangkatan nya Chaser absolute negara Arbanila itu.


Para polisi di siagakan untuk mengantisipasi hal hal yang tidak diinginkan.


Arion pun masuk ke dalam pesawat.