
"Huh? maaf apa yang barusan kau katakan? bisa ulangi ucapan mu barusan?"
Arion mengambil pedang nya ya g ada di tangan neos.
"Seperti ucapan ku barusan ijinkan aku menjadi murid mu."
Murid? apa yang dia katakan? jangan kan murid belajar saja aku tidak pernah. apa yang ingin dia pelajari dari ku.
"Apa kau waras? aku saja sudah tidak bersekolah apa yang bisa ku ajarkan pada mu."
Arion mendengus kesal.
"Bukan...bukan... maksud ku bukan soal pendidikan, tapi aku ingin kau mengajari ku untuk menjadi chaser yang kuat."
"Maksud mu aku chaser kuat?"
"Aku hanyalah low class ..."
"Sudah jangan menutupinya lagi aku sudah melihat kemampuan mu yang sebenarnya. kau bahkan dapat membunuh iblis dengan sekali serang waktu itu."
Waktu itu? kapan aku bertemu orang sepertinya?
Arion dengan muka bingung mencoba mengingat nya kembali namun dia sudah melupakan nya.
"Kau mungkin salah orang. aku tidak pernah bertemu dengan orang seperti mu..."
"Tidak... aku tau itu kau. memang saat itu kesadaran ku tinggal sedikit namun aku sempat melihat wajah orang yang menolong ku dan itu sangat mirip dengan mu aku tau itu kau."
"Tidak...tidak kau pasti salah orang lebih baik kau berguru pada chaser yang terkenal aku sama sekali tidak bisa mengajarkan apa apa padamu."
"Sudah. kalau begitu aku ingin ganti baju. aku ada urusan lain setelah ini. lebih baik kau kembali."
Arion mengganti baju rumah sakit nya dengan baju yang sebelumnya.
"Uh sial bajuku banyak sobekan lagi."
"Meski kau berkata begitu aku tetap akan mengikuti mu master. ajarkan aku untuk menjadi kuat seperti mu."
"Hah? master apa apaan itu kenapa kau seenaknya memanggil ku seperti itu."
"Karena aku ingin berguru pada mu. ijinkan lah aku menjadi murid mu."
"Dengar ya aku bahkan cidera parah akibat melawan iblis kau tahu itu kan. aku tidak cukup kuat untuk mengajari mu lebih baik kau cari guru yang lain saja."
"Tidak aku akan tetap memilih mu. aku akan mengikuti kemana pun kau pergi master."
Dia keras kepala sekali... aku tidak ingin terlibat dengan hak yang merepotkan.
"Kau keras kepala sekali ku bilang tidak. ya tidak aku tidak ingin terlibat hal yang merepotkan apa lagi mempunyai murid."
Arion langsung lompat ke keluar dari jendela rumah sakit.
"Tunggu--... yang benar saja master benar benar lompat dari jendela padahal ini ada di lantai lima."
Aku harus tetap mengejar nya bagaimana pun caranya aku harus menjadi murid nya.
Neos langsung lari mengejar arion.
...••••...
Apa apaan dia itu padahal baru saja bertemu tapi ingin menjadi murid ku. padahal aku saja tidak pernah mempunyai murid satupun.
Arion bergumam kecil dalam hati nya.
Tapi... kalau kulihat dari matanya dia sepertinya benar benar serius ingin menjadi murid ku. Kalau pun dia serius yang bisa ku ajar kan untuk nya.
"Hufftt... padahal aku tidak ingin terlibat dengan hal yang merepotkan."
Kruuukk....
suara perut arion.
Uh. perut ku lapar sekali.
Oh ya sudah berapa hari ya aku tidak kembali. apa gregory tidak mengkhawatirkan ku.
Ah sudahlah itu tidak penting.
Arion masuk ke dalam kantor Chaser dan kembali ke ruangan pribadi nya.
"Ah akhirnya sampai juga.... waktunya masuk."
"...? eh... kemana kunci nya? eehh kunci nya ilang...."
Uh... bagaimana aku masuk ke dalam kalau begini caranya.
"Apa kau mencari ini?"
"Ah iya itu....huh? bagaimana kau tahu tempat tinggal ku."
Neos datang ke kediaman Arion dengan membawa kunci ruangan nya.
"Tentu saja aku tau. kalau kau ingin mengambil kunci ini jadikan aku murid mu."
Sial dia benar benar keras kepala sampai mengikuti ku seperti ini.
"Aku menemukan nya saat kau tergeletak pingsan.jadi kau tidak ada pilihan lain kan? ayolah jadikan aku murid mu."
"Kau memaksa sekali apa keuntungan ku jika menjadi guru mu?"
"Uh.. kalau itu...eng.... aku....aku akan menjadi pengikut mu."
"Huh?"
Tangan kanan arion memegang kening neos dan tangan kirinya memegang bokong nya sendiri.
"Hoo.... ternyata suhu mu sama dengan bokong ku ya pantas saja kau seperti ini. hahah...."
Uh... baru kali ini aku di ejek seperti ini.
"Tidak aku benar benar ingin berguru dengan mu kumohon ajari aku caranya untuk bertambah kuat agar bisa seperti mu."
"Kau ingin bertambah kuat?"
Suasana percakapan antara arion dan neos menjadi serius saat Arion mengatakan hal itu.
"Ya."
"Kalau begitu untuk apa menjadi kuat?"
"Agar aku bisa melindungi semua orang dari iblis dan tidak akan membiarkan satupun dari mereka mati."
"Hmm.... jawaban mu bisa di bilang bagus. tapi. jika salah satu dari mereka menjadi sandera kau akan membunuh iblis itu atau mementingkan keselamatan orang yang di sandera?"
Uhh...pertanyaan master sulit ku jawab ini pasti adalah test darinya bagaimana pun aku harus memberikan jawaban yang terbaik agar dia menerima ku.
"Kalau itu....aku akan memikirkan solusi terbaik agar sandera itu selamat dan--"
"Bodoh!"
"Uhh."
Neos tersentak kaget saat tiba tiba arion berbicara cukup keras padanya.
"Jawaban mu itu sangat naif! kalau kau memperdulikan sandera mental yang kau punya akan menjadi lemah. dan hal itu yang akan membuat mu tidak bertambah kuat. jika kau ingin kuat. perbaiki lah mental mu dan jangan pedulikan sandera jika kau berhasil menyelamatkan satu orang iblis itu akan berpindah ke orang lain nya. oleh karena itu lebih baik mengorbankan satu orang dari pada mengorbankan banyak orang."
Jawaban ku memang seperti orang yang kejam namun itu semua adalah kenyataan kebenaran yang sebenarnya kita harus menyelamatkan mayoritas dari pada minoritas.
"Pengorbanan satu manusia akan berdampak besar terhadap manusia lainnya."
"Baik master aku akan melakukan apa yang kau katakan."
Neos tidak berani menatap wajah arion dan hanya melihat ke bawah.
"Baiklah kalau kau ingin bersikeras menjadi murid ku buktikan lah melalui tindakan bukan ucapan."
"Tapi... bagaimana caranya agar kau mengakui ku."
"Ikutlah dengan ku sore nanti. aku akan menunjukan sesuatu yang belum kau pernah lihat sebelumnya."
"Baik master."
Arion mengambil kunci dan masuk dalam ruangan nya.
"Master apa kau menyewa tempat ini ya."
"Tidak aku di pinjamkan ruangan ini oleh gregory."
"Hah? gregory bukan kah itu si
steel body."
"Steel body? julukan apa itu?"
"Steel body itu adalah julukan tuan gregory dia adalah Chaser dengan pertahanan paling kuat di arbanila. tidak ada yang sanggup menembus tubuh keras nya maka dari itu dia di sebut sebagai steel body."
"Hmm Begitu ya. apa kau mau mie?"
"Ya. terima kasih sudah membuat kan nya untuk ku."
"Oh ya. memang nya tempat apa yang ingin kau tunjukkan padaku?"
Mata neos berbinar saat menanyakan hal itu pada arion.
"Kau tidak perlu tau tapi aku yakin kau akan terkejut nanti."
Arion dan neos makan mie instan bersama di siang hari itu.
...••••...
Setelah beberapa jam arion mengobrol dengan neos tak terasa sudah sore.
Dan arion mempersiapkan perlengkapan untuk pergi.
"Baiklah waktunya berangkat."
Arion dengan wajah semangat membawa tas besar di belakang nya dan pedang di pinggang belakang nya.
"Kita akan berburu iblis."