
"Hah....huh....huh... akhirnya selesai juga..."
Neos terengah engah setelah berhasil mengalahkan iblis tingkat tinggi tersebut.
Neos dan arion langsung terbaring lemas setelah duo murid dan guru ini selesai mengalahkan musuh nya.
"Master kenapa kau tidak terlihat kelelahan setelah melewati pertempuran panjang ini."
Dengan suara yang kelelahan Neos terbaring tiduran di tanah dan berbicara pada Arion yang berada di sampingnya.
"Neos apa kau tahu, aku tadi sedikit menahan diri saat melawan iblis itu."
Neos melirik ke arah neos dan menjawab pertanyaan nya dengan suara pelan.
"hmm? kenapa ?"
"Sebenarnya aku memikirkan ulang sebelum bertarung dengan nya, jika aku mengeluarkan seluruh kemampuan ku di tempat ini kau pasti akan ikut terkena dampaknya nya, dan lagi pula aku ikut membawa mu ke sini karena kau ingin ingin berlatih juga kan?"
Arion menjelaskan tentang semua nya pada neos.
"Tapi....itu tidak adil master, ku kira kau sudah benar benar serius tadi."
"Ahhahah.... mana mungkin aku bisa bertarung dengan serius jika masih ada seseorang di sekitar ku, tapi kau setidak nya sudah tau sedikit kemampuan penuh ku, dan kau juga sekarang sudah mendapatkan pengalaman kan dari pertempuran tadi."
"Ya master, aku sudah mendapatkan pengalaman yang bagus dari hasil pertempuran tadi, dan kemampuan tubuh ku juga sepertinya sedikit meningkat berkat terkena banyak serangan dari iblis tadi."
Sejujurnya ku kira dia tidak akan mampu menahan serangan yang iblis keluarkan pada saat saat terakhir tapi ternyata dugaan ku salah, dia mampu menjadikan rasa sakitnya sebagai kekuatan untuk dirinya bangkit.
Neos berkata dalam hati dan sedikit tersenyum melihat sifat neos yang pantang menyerah.
Arion dan neos kembali sebelum pagi tiba.
...••••...
Keadaan di sekitar area bekas pertempuran melawan iblis menimbulkan kehancuran yang lumayan parah.
Tanah tanah bekas pertempuran itu hancur dan terangkat ke atas.
Bangunan kosong yang ada di situ hancur dan terlempar jauh karena efek pertempuran.
Untung nya tempat mereka bertarung adalah daerah yang sangat sepi dan sudah di tinggali oleh para penduduk nya.
Dan tidak ada yang mengetahui mengenai kejadian itu, para masyarakat juga menganggap hancurnya wilayah itu karena bencana alam.
...••••...
Ruang rapat Gedung Asosiasi Chaser.
"Sebentar lagi aku akan mengumumkan kepada seluruh Chaser yang ada di wilayah arbanila ini untuk berkumpul di sini besok."
Gregory sedang berbicara dengan para chaser S yang baru saja terbentuk.
Gregory membuat rapat dengan Chaser tingkat S.
Para chaser tingkat S ini sebelumnya adalah chaser tingkat imperial.
Dan tidak ada perubahan anggota Chaser S mereka masih Seperti biasa berjumlah 13.
"Hoi... Gregory.... kenapa kau menyuruh kami berkumpul jam segini hah!"
*Dack....
Salah satu chaser membanting tangan kanan nya ke meja dengan keras.
"Tenanglah Baron kau seharusnya tidak melakukan hal yang tidak sopan di sini."
Chaser pria yang ada di sebelah Baron menegur tindakan Baron yang tidak sopan.
"Cihh....jadi, apa lagi yang kau ingin katakan cepat beritahu tidak usah berteletele."
Baron mendengus kesal pada Gregory.
"Kalau begitu, rapat chaser akan ku mulai sekarang."
Saat Gregory berkata seperti itu, semua chaser tingkat S seketika berubah menjadi serius dan mendengarkan apa yang ingin Gregory katakan.
Baron dengan kaki yang semula di atas meja menurunkan kakinya saat rapat itu dimulai.
Keadaan di ruangan rapat mendadak sangat sepi dan tak terdengar suara apapun selain Gregory yang sedang berbicara.
"Jadi aku sebagai ketua asosiasi chaser di wilayah arbanila akan membuka guild Chaser yang di pimpin oleh Chaser tingkat S, dan kalian akan menjadi pemimpin dari guild itu serta menjaga wilayah arbanila ini dengan seluruh Chaser yang kalian pimpin, kalian boleh masuk ke guild sesama Chaser tingkat S namun aku menyarankan untuk membuat guild sendiri sendiri tapi itu terserah kalian untuk membuat keputusan, aku hanya menyarankan."
Gregory menjelaskan panjang lebar dan terperinci mengenai hal itu.
"Hmm... jadi singkatnya kau ingin agar kami membuat pasukan yang dipimpin oleh kami sendiri sendiri betul bukan?"
Chaser wanita yang sebelumnya sempat berselisih dengan Neos mengajukan pendapat nya pada Gregory.
"Ya benar, aku ingin kalian membuat guild pasukan kalian sendiri sendiri dan kalian bebas menamai guild yang kalian buat itu."
Chaser dengan wajah yang tampak masih muda dengan umur 28 Tahuan mengajukan pertanyaan pada Gregory.
"Tapi Gregory, apa kau yang membuat rencana pembuatan guild ini adalah keputusan mu sendiri atau..."
"Tidak, rencana pembuatan guild ini didasari oleh perjanjian dengan negara negara lain yang ada di Asia, mereka mengajukan pendapat untuk membuat guild Chaser dan itu harus di ikuti oleh seluruh negara yang terdaftar pada PBB dan negara kita termasuk di dalam nya jadi kita harus mengikuti peraturan itu, negara lain juga sependapat dengan usulan yang di buat jadi tidak ada masalah."
"Kalau begitu aku setuju dengan itu, dan pembuatan guild ini juga sepertinya akan menarik."
Chaser yang lainnya mulai angkat bicara dan setuju dengan pembuatan guild.
"Gregory... tapi sepertinya ada yang tidak hadir di sini."
Chaser perempuan Viola bertanya pada Gregory yang sedang berdiri menjelaskan.
"Memang ada satu chaser yang belum hadir di sini, Chaser itu adalah Chaser tingkat S ke 13 di wilayah Arbanila ini, tapi kesamping kan dulu soal itu yang jelas mulai besok semua chaser akan berkumpul di gedung asosiasi ini."
Setelah panjang lebar menjelaskan tentang pembentukan guild, rapat itu pun akhirnya selesai.
...••••...
Setelah pertarungan itu berakhir arion dan neos kembali dan tidak jadi untuk masuk ke gate karena neos sudah kehabisan tenaga saat itu.
Di tambah dia juga mengalami luka namun luka nya tidak parah dan hanya luka ringan.
Setelah pagi tiba.
"Master aku kemarin baru saja mendapatkan panggilan dari Gregory bahwa semua chaser akan berkumpul hari ini."
Neos yang baru saja keluar dari toilet langsung memberitahu arion soal itu.
"Ohh begitu ya, jadi karena itu kau mandi sepagi ini dan sudah bersiap siap."
"Ahaha.... o iya tapi master sekarang kau harus mengganti pakaian mu dan gunakan baju yang sesuai perhatikan lah penampilan mu sedikit agar kau lebih di hargai, aku akan taruh baju untuk mu di kamar itu, kalau begitu aku duluan."
Neos menasehati Arion yang sering menggunakan pakaian yang asal dan tidak memperhatikan penampilan nya.
"Ya, baiklah."
Dia sudah seperti orang tua ku saja menasehati ku begitu.
Neos berbicara dalam hati.
*Krek....
Arion membuka lemari dan melihat pakaian yang telah di sediakan oleh neos dengan rapi.
"Yang benar saja, dia benar benar menyiapkan ini, murid yang berbakti."
Tapi.... apa dia benar benar menyiapkan ini untuk ku? ah sudahlah hanya urusan baju kurasa yang ini saja tidak masalah buat ku.
Arion langsung berangkat menuju Gedung Asosiasi.
Arion sudah hafal jalan menuju ke sana karena sudah beberapa kali pergi.
Dengan tangan yang dilipat neos memperhatikan Arion dari sebelah kiri.
Sambil tersenyum kecil neos dengan gaya yang dia anggap cool memanggil arion dengan suara yang keras.
"Master...."
"Yo, ku kira kau sudah ada di depan gedung ternyata belum."
Saat Arion sedang berbicara padanya Neos terus memperhatikan Arion dari dekat.
"Oi ada apa?"
Tanya Arion yang bingung dengan sikap neos.
"Master, kenapa kau memakai baju jaket sweater ini, bukan kah aku sudah menyiapkan baju untukmu?"
"Eh? bukan kah kau menyiapkan baju yang ini, aku mengambil nya didalam lemari mu."
"Kenapa kau mengambil nya di lemari master.... aku kan sudah menyiapkan nya di dalam kamar bukan di lemari.*
Neos mengeraskan suaranya.
*Glegh....
Arion menelan ludah nya.
Waduh... sepertinya aku salah pakai dia sampai serius begitu.
"Ah sudahlah aku lupa mau bagaimana lagi."
Arion menarik napas lelah.
"Sepertinya master sudah pelupa, tapi ya sudah, nasi sudah menjadi bubur."
Neos dan Arion berjalan bersama ke gedung Asosiasi Chaser.
"Arion ingat jaga emosi mu jangan mudah terpengaruh oleh Chaser yang kemarin."
Arion menasihati Arion di tengah perjalanan.
"Baik master, tapi geram sekali dengan seseorang yang memandang rendah mu, rasanya ingin ku ***** habis tubuh nya."
Neos mengungkapkan kekesalannya dengan seseorang yang meremehkan arion.
"Neos terkadang kau harus mengontrol emosi mu meski kau sekesal apapun kau tidak boleh sampai di kendalikan oleh emosi, kalau kau sampai terbawa emosi di sana kau akan mendapat citra buruk sebagai Chaser."
Arion menasihati neos panjang lebar hingga mereka sampai di gedung Asosiasi.
Di sana semua chaser berkumpul memasuki gedung.
Arion dan neos ikut masuk ke dalam gedung.
Di dalam gedung ruangan yang telah tersedia, neos dan Arion cukup terkejut dengan tempat duduk yang di khususkan sendiri sendiri sesuai peringkat, dan neos adalah peringkat S peringkat tertinggi dia duduk di paling depan di antara chaser lain.
"Hmm... neos aku chaser rank E di khususkan di paling belakang, mungkin kau paling depan karena kau Chaser rank S."
Arion menyuruh neos untuk duduk di bangku yang sesuai rank nya masing masing.
Dan ruangan di tempat itu juga sangat gelap dan perlu mata yang tajam agar tidak tertabrak sesuatu saat berjalan.
"Baik master kalau begitu aku ke depan."
...••••...
Setelah lima menit neos sampai dan duduk di kursi paling depan rank S.
Ruangan yang tadinya gelap tiba tiba menjadi terang dan kursi paling depan terdapat Gregory membawa mik di tangan kanan nya.
Beserta para rank S lainnya.
*Klap.....
Lampu tiba tiba di nyalakan terang dan para Chaser terkejut dengan keadaan yang terjadi tiba tiba itu.
Setelah keadaan mulai terang Gregory mulai berbicara didepan menggunakan mik.
"Para chaser pelindung tanah negara Arbanila ini, dengarkan baik baik semuanya, seperti yang ku beritahu sebelumnya, aku akan membuat guild Chaser dengan para rank S didepan kalian yang akan menjadi pemimpin guild, kalian akan di pilih secara acak oleh para chaser tingkat S didepan kalian ini, dan kalian akan melakukan pertandingan di dalam gedung ini agar para rank S bisa memilih mana yang di antara kalian berhak untuk dipilih, tunjukan kemampuan kalian pada para rank S sekarang."
Gregory menjelaskan panjang lebar mengenai itu, sistem peraturan ini adalah semua peserta di bawah rank S wajib ikut berpartisipasi dalam pertandingan ini, untuk menentukan kehebatan yang dimiliki dan yang berhak untuk memilih peserta adalah para rank S, mereka berhak memilih peserta mana yang mereka ingin bawa masuk ke dalam guild.
"Tapi bukan hanya itu saja, silakan para peserta yang di panggil namanya untuk maju melawan peserta yang yang lain, pertandingan ini 1 vs 1
buktikanlah kelayakan kalian untuk bergabung dalam guild yang kalian ingin kan."
Setelah Gregory selesai berbicara ruangan mengalami perubahan.
*Brank.....
Ruangan tiba tiba. berubah dengan di tengah tengah ruangan ada pembatas dengan area lainnya, dan di tengah inilah para Chaser yang di panggil akan bertarung satu sama lain.
Ini sama seperti sistem peraturan saat Arion bertarung untuk memasuki Chaser.
Keadaan mulai di mulai satu persatu nama di panggil dan bertarung di tengah area.
Neos yang mendengar itu sebenarnya cukup kaget dengan sistem peraturan yang di buat, namun neos menahan dirinya untuk tidak bertanya dan memilih untuk diam dan mengikuti nya.
Saat para peserta yang di panggil sedang bertarung satu sama lain.
Neos di tanyai sesuatu oleh Chaser tingkat S lainnya.
"Ohh, jadi ini... Chaser tingkat S ke 13 yang mereka sering bicarakan itu."
Pria dengan rambut mohawk tersenyum menjijikan didepan neos.
"....?
Neos sama sekali tidak menanggapi omongan dari nya dan terus melihat para Chaser yang sedang bertarung.
"Nama mu neos kan, aku tidak tau kemampuan apa yang kau miliki hingga para masyarakat sangat memuji muji dirimu, tapi kurasa kau memang kuat."
Chaser itu lanjut bicara dengan Neos kembali namun omongan nya semakin kacau, dan neos tidak mengerti apa yang dia katakan.
Oleh karena itu neos hanya diam saja dan tidak menangapi nya.
Neos hanya memikirkan mengenai master nya Arion.
Jika Arion ikut dalam pertandingan ini, dia akan dengan mudah mengalahkan para Chaser yang lain, karena kemampuan Arion sekuat Chaser kelas S atau bahkan lebih kuat lagi.
Neos sama sekali tidak berpikir master nya akan kalah.
Karena meski Arion tidak menggunakan pedang nya sekalian pun dia masih dapat melawan iblis tingkat menengah tanpa terluka dan sekali.
Tapi bagaimana dengan chaser yang hanya seorang manusia dengan kekuatan special, tubuh mereka tidak sekuat iblis jika Arion menggunakan pukulan yang berlebih pada chaser yang lain bisa bisa Chaser itu akan mati dengan instan.
Sial, untuk apa sebenarnya mereka harus melakukan ini, kalau master menggunakan kemampuan fisik nya secara berlebihan pada chaser itu bisa bisa akan terjadi pembunuhan instan di sini.
Neos mendengus kesal memikirkan hal itu.
Sementara di sisi lain.
Neos hanya bersantai dengan tertidur di tempat duduk paling belakang.
Saat semua peserta Chaser sedang panik memikirkan bagaimana memenangkan pertandingan.
Arion dengan santai nya tertidur dengan mengeluarkan suara.
Bagi Arion ini semua hanya permainan anak anak, dan dia tidak menganggap serius pertandingan ini.