
Baca juga ini ya.
Sorry chapter kali ini dikit dan kurang memuaskan.
____________________________
Setelah Arion dan Camelia telah berhasil melakukan misi, mereka langsung kembali ke markas, begitu juga dengan rain dan Jersey, mereka juga berhasil menyelesaikan misi itu.
...••••...
Kekaisaran sanctuary kingdom.
Kaisar dan para bawahan nya saat ini sedang panik karena akibat penyerangan bloody Raid.
"Brengsek! kelompok gila itu masih saja menganggu, bagaimana! apakah kabar dari para petinggi itu apakah mereka sudah sampai? tanya kaisar yang sangat panik dengan keadaan itu karena di kekaisaran saat ini hanya ada para prajurit lemah, sementara para petinggi yang lainnya sedang pergi menjalankan misi.
Kelompok bloody Raid belum mengetahui hal berita itu dan mereka bertindak waspada dengan kehadiran para petinggi.
"Dia bahkan menghabisi para pembunuh bayaran yang telah ku bayar mahal itu, tapi tidak apa apa, mereka telah termakan jebakan ku, emas yang mereka rampas itu hanya sedikit, karena aku telah memindahkan gudang penyimpanan nya." ucap kaisar yang berbicara sendiri dengan kesal.
Tak lama kemudian penasihat kaisar yaitu Kanjuro datang memberi saran kepada kaisar Rudra itu.
"Tuan, bagaimana jika anda melepaskan pembunuh berantai yang telah terkenal itu? dia sudah terkenal di kalangan dunia bawah, saya yakin dia akan dapat berguna untuk membunuh salah satu anggota dari mereka." ucap kanjuro.
Penasihat kanjuro sangat mempunyai peran penting dalam kekaisaran, dialah yang menyarankan sistem pemerintahan yang kekaisaran ini buat.
Dan kaisar Rudra sendiri sudah seperti boneka baginya karena kaisar selalu mengikuti saran yang kanjuro katakan.
"Ohh, seperti yang ku duga kau memang sangat bisa ku andalkan, kalau begitu lepaskan orang itu ke tengah kota!" ucap kaisar, dia benar benar sudah diperalat oleh penasihat nya sendiri.
"Ba-baik tuan." sementara prajurit lain hanya mengikuti apa yang kaisar katakan.
...•••••...
Di sisi lain.
Di markas para bloody Raid, di pagi harinya setelah mereka telah selesai melakukan misi.
Arion sudah secara resmi diakui oleh para anggota yang lain.
Dan di pagi hari itu juga, Arion langsung diberikan misi kedua untuk nya.
Namun kali ini, dia berganti partner dengan tessia salah satu perempuan yang mempunyai sifat ceria.
"Arion, akan ada misi kedua untuk mu, tapi kau juga harus berganti partner dengan tessia agar kau lebih mengenal tim satu sama lain." ucap sinon.
Hah? misi lagi? yang benar saja padahal sedang ada pertemuan antar ras di hutan.
ucap arion, dalam hati.
Namun karena dia diam saja dari tadi sinon memanggil Arion dengan keras.
"Arion! apa kau mendengar ucapan ku?" ucap sinon.
"Oh, ya, maaf kalau begitu apa misi nya." tanya Arion.
Dia langsung mengubah topik pembicaraan nya agar tidak melenceng.
"Ya bagus kau mendengar nya, kisi kedua yang harus kau jalani ini adalah membunuh salah satu mentri penting yang ada di kekaisaran, siang ini kau akan melakukan mata mata di tengah kota untuk memantau gerak gerik nya, dan saat malam hari tiba bunuh dia, karena orang itu sangat licik dan keji, dia banyak mengkorupsi dana yang seharusnya dibayar kan kerakyatan namun uang itu dia ambil setengah nya hingga saat ini rakyat banyak yang mengalami krisis ekonomi, bagaimana pun juga kau harus berhati hati dalam melakukan tugas ini, karena dia di jaga sangat ketat oleh penjaga nya." ucap sinon.
Tessia langsung berbicara pada Arion.
"Shishishi.... baik ketua, aku akan melaksanakan nya dengan baik, terlebih lagi saat ini aku adalah senior dari anak baru ini, jadi aku harus bersikap lebih dewasa." tessia melipat tangan nya ke dada sambil mengatakan itu.
Dia mencoba bersikap tegas didepan Arata.
Ah, ya aku tidak peduli dengan sifat nya itu.
Ucap Arion dalam hati.
"Baiklah kalau begitu aku pergi." ucap Arion.
Dia dan tessia pun pergi melakukan misi nya.
...••••...
Saat keduanya sampai di tengah kota.
Tessia menutupi kepalanya dengan sesuatu yang dia telah siapkan sebelumnya, karena seluruh anggota bloody Raid sudah diketahui dan wajah mereka banyak terpasang di pusat kota kekaisaran tersebut.
"Saat ini tujuan kita memata matai mentri itu bukan? kalau begitu, kenapa kita malah duduk di taman sepi seperti ini?" ucap Arata, dia sama sekali tidak mengerti dengan sifat tessia.
"Ahaha.... kau tau kita saat ini sedang melakukan misi penting, tapi alangkah lebih bagus jika bersenang senang dahulu sebelum melakukan misi." kata tessia dengan nada bercanda.
Aku benar benar tidak paham dengan perempuan ini apa dia benar benar seorang pembunuh? bukankah dia terlalu santai di saat menjalankan misi ini. ucap Arata dalam hati.
"Begitu ya, tapi... ku cukup terkejut karena wanita ceria seperti mu mau ikut bekerja sama dalam organisasi pembunuhan ini." ucap arion.
Seketika itu juga wajah tessia langsung berubah.
"Apa ada alasan khusus mau bergabung dengan organisasi ini?" lanjut Arion.
"Jadi kau mulai penasaran dengan itu ya, tapi... karena kau sudah bergabung mau bagaimana lagi." jawab tessia.
Cara bicara tessia mendadak berubah tidak seperti biasanya, saat ini dia benar benar serius dan melihat Arata dengan mata yang tajam.
"Tujuan ku adalah membawa kesejahteraan bagi desa ku, aku adalah orang yang hidup di desa terpencil, di sana terjadi kemiskinan yang sangat parah, saat itu tujuan ku adalah pergi kekaisaran untuk bekerja di sana untuk mengubah kemiskinan yang ada di desa ku, aku berlatih bertahan hidup di dalam hutan melawan sosok hewan sendirian dan membunuh nya, aku selalu melakukan itu agar ku bisa mendapatkan uang untuk desa ku, tapi pada kenyataannya saat ku berhasil untuk bekerja di istana sebagai bagian pasukan dari bloody Raid, baru berapa bulan aku bekerja sebagai bloody Raid aku sudah menemukan kelicikan dari yang kekaisaran itu buat."
Arion terus mendengarkan cerita tessia.
"Mereka menggunakan cara cara yang sangat kotor dalam menjalankan sistem pemerintahan, dan tepat satu tahun aku bergabung bloody Raid telah berhasil membongkar kedok kekaisaran itu, tapi pada akhirnya hampir semua anggota bloody Raid terbunuh, akhirnya ketua memutuskan untuk mengkudeta kekaisaran tersebut untuk membuat era baru di kekaisaran."ucap tessia dia terlihat sangat kesal mengingat itu kembali.
"Tapi meski begitu jika kelompok bloody Raid ini berhasil mencapai tujuan, siapa yang akan memimpin kekaisaran ini?" tanya Arion, namun ternyata kelompok bloody Raid sudah menyiapkan pasukan khusus sebelumnya.
"Ketua bekerjasama dengan seorang pasukan yang sangat dipercayai mereka adalah revolusioner, pasukan yang sangat dipercaya oleh ketua untuk memimpin kekaisaran menuju keadilan." balas tessia dengan pelan.
"Hmm.... begitu ya, baiklah, sekarang saatnya kita bergerak bukan?" Arion dan tessia akhirnya melanjutkan misi mereka kembali, untuk membunuh Mentri serakah itu.