
Setelah bertarung melawan perempuan Assassin dan hampir mengalahkan nya, namun datang seseorang yang memblokir serangan Arion.
Beda dengan nya seseorang itu adalah Assassin laki laki yang menutupi seluruh tubuh nya dengan pakaian serba hitam dan sangat tertutup.
Arion juga merasa jika aura dominasi yang diberikan oleh Assassin laki laki itu jauh lebih besar di banding dengan Assassin wanita.
Meski begitu arion masih belum bisa menganalisis secara pasti kemampuan nya.
...••••...
Hanya satu kata yang ada di dalam benar Arion saat Assassin itu berhasil memblokir serangan nya.
"Bahaya."
Arion berbicara kecil saat melihat nya, pasalnya Arion merasakan kekuatan yang dimiliki musuh nya ini berbeda dengan Assassin barusan yang di lawan.
Meski Arion merasa dia dapat mengatasi nya, namun jika musuh nya tergolong kuat, itu akan menjadi pertarungan yang panjang dan menimbulkan kerusakan yang berat pada area sekitar walau Arion telah menjauh dari lokasi ramai sekalipun.
"Tidak salah lagi, kalian bagian dari organisasi League demon villain kan?"
Ucap Arion yang mencoba berkomunikasi pada musuh nya untuk mengorek informasi darinya.
Dalam benak Arion dia berpikir.
jika orang itu menolak berarti yang yang dia tanyakan adakah suatu kebenaran.
Karena Arion merasakan energi lain di dalam tubuh nya dan itu menyatu antara sisi manusia dan iblis.
Saat Arion berpikir tentang itu, tak disangka jawaban iblis itu tidak sesuai dengan apa yang Arion prediksi.
"Wah.... wah.... ternyata organisasi kita sudah terkenal ya..."
Ucap Assassin laki sambil tertawa memegang dagunya.
Sementara itu Assassin perempuan hanya ternganga melihat jawaban yang rekan nya berikan.
"Hei.... bodoh! untuk apa kau memberi tahu dia identitas kita yang sebenarnya."
Assassin wanita mulai kesal dengan jawaban yang rekan nya berikan.
"Tidak apa apa, tenang saja tidak akan ada yang mampu meniadakan organisasi kita, bahkan para Chaser rank [S] yang digadang gadang mempunyai kekuatan tempur tertinggi di negara Arbanila saja kita mampu menghentikan kerusuhan yang kita perbuat, jadi apa kau pikir hanya satu orang kuat ini, bisa memberikan dampak besar pada organisasi kita?"
Assassin laki laki menjelaskan dengan pandangan yang fokus terhadap Arion.
"Sudah kubilang jangan meremehkan orang itu, aku merasakan insting iblis ku berdenyut kencang mengisyaratkan tanda bahaya kuat, saat aku ingin menyerang nya."
Ucap Assassin perempuan dengan khawatir.
Sementara itu di sisi lain arion yang melihat percakapan antara dua orang itu sedikit kesal karena dia harus menunggu seseorang berbicara di tengah pertarungan yang sedang berlangsung.
Apa mereka bercanda?
di situasi seperti ini merek amsih sempat sempat nya melakukan percakapan.
Alis Arion sedikit berkedut saat dia memikirkan itu.
"Oi.... apa kalian sudah selesai melakukan percakapan nya? tujuan kalian ke sini ingin membunuh ku kan? kalau begitu ayo... cepat serang aku sekarang!"
Arion membentak dengan keras pada kedua Assassin itu, memancing mereka agar menyerang Arion secara bersamaan.
"Heeeh, kau kesal ya? kalau begitu persiapkan dirimu!"
Ucap Assassin laki itu yang mulai bersiap menyerang Arion.
"Apa kau yakin ingin melawan ku sendiri? aku tak keberatan jika kalian menyerang ku secara bersamaan."
Sementara di sisi lain, Arion menawarkan 2 vs 1 pada mereka berdua.
"Kelihatan kau meremehkan ku."
*Bzreeettt.....
Assassin pria itu melakukan ancang ancang dan langsung menyerang Arion.
"Steal!"
Hanya kata pergerakan keberadaan Assassin pria itu sepenuhnya hilang dan tidak terdeteksi oleh Arion.
Arion terkejut dengan apa yang terjadi didepan nya semua aura keberadaan dari musuh nya sepenuhnya dia tidak rasakan.
Meskipun insting Arion berkata jika musuh nya tidak melarikan diri dan mempunyai kemampuan lain yang digunakan.
Apa apaan ini? kemana dia pergi?
Apa yang di gunakan hingga bisa menghilang seperti ini.
Ucap Arion dalam hati dan matanya terus melirik ke segala arah mencari serangan akan datang kepadanya.
Kanan!
*Srank....
Serangan Assassin itu sampai pada Arion di arah kanan, dan tidak sesuai dengan apa yang dipikirkan oleh Arion.
Namun, serangan nya tidak menembus tubuh Arion karena Arion mempunyai kulit yang sangat keras.
Arion dapat mengeraskan kulit nya dan pada saat dia tertusuk saat berekting, dia melemaskan kulit nya agar itu terlihat nyata.
Dan juga luka kecil yang diterima Arion dapat langsung sembuh seketika karena sel sel tubuh yang ada di dalam Arion lebih tinggi di banding manusia normal.
"Eet.... sayangnya serangan mu terlalu lemah untuk bisa menembus kulit ku, apa kau bisa meningkatkan sedikit serangan mu?!"
Ucap Arion yang memprofokasi musuh nya agar dia memiliki waktu untuk menemukan letak keberadaan nya.
"......"
Sementara itu Assassin pria itu tidak membalas apa yang Arion katakan, dan tidak terprovokasi dengan kata katanya.
Arion berdiam diri sambil memejamkan matanya untuk memfokuskan Qi nya agar bisa mengetahui letak posisi musuh berada.
Dalam situasi ini diperlukan konsentrasi yang sangat tinggi untuk melakukan nya.
Ada sejenis kabut tak terlihat yang menghalangi pandangan Arion dan menyebabkan dia tidak bisa melihat ataupun merasakan keberadaan lawan.
Arion tersenyum kecil saat memejamkan matanya.
Dia bisa melihat dengan jelas semua pergerakan musuh melalui aliran Qi nya saat dia memejamkan mata.
Arion berniat untuk bertarung dengan mata tertutup, dengan menggunakan Qi nya.
...••••...
Assassin pria itu tanpa basa basi langsung menyerang arion yang sedang dalam posisi mata yang tertutup.
Dia berpikir jika Arion sudah pasrah dengan keadaan yang terjadi.
Dan Assassin itu berniat untuk mengakhiri Arion dengan serangan pembunuh cepat.
*Seet....
Arion menghindari serangan dengan mudah meski matanya tertutup.
Padahal matanya tertutup.
Apa dia hanya beruntung menghindari serangan pembunuh telak ku?
Dalam benak Assassin itu dia berbicara sendiri mencari tahu kebenaran yang pasti.
Tidak... tidak... tidak ada yang bisa melihat ataupun merasakan keberadaan ku sekarang, kemampuan ini adalah kemampuan Assassin superior yang ku miliki.
Pasti dia hanya beruntung untuk itu.
Ucap nya dalam hati, dan dilanjutkan dengan serangan bertubi-tubi pada Arion.
Assassin itu menggunakan pisau kecil tajam di tangan nya, dan pisau itu dapat dengan mudah memotong batu layak nya kertas.
...••••...
...[ Lawan menggunakan kemampuan kamuflase, di sarankan menggunakan Critical Damage attack untuk membunuh target dengan instan]...
Saat Arion menutup matanya sambil berkonsentrasi menghindari serangan musuh.
Sistem yang ada di dalam dirinya memberikan saran padanya.
Arion yang mendengar kata kata itu dari sistem nya.
Mengikuti apa yang di sarankan.
Dan menggunakan skill Class nya dan menggunakan tangan kanan untuk menyerang lawan.
Tangan arion mengepal dengan keras dan memfokuskan tinjunya dengan musuh yang sedang menyerang dirinya dari depan.
*Krap....
Arion mencengkram tangan kanan lawan nya, menggunakan tangan kirinya dan menggunakan kemampuan itu pada tangan kanannya.
*Bzruuuurttt......
*Thumm......
Suara yang timbul dari pukulan Arion menimbulkan suara yang sangat nyaring untuk didengar.
Tubuh Assassin itu seketika terlihat setelah terkena serangan instan death itu.
Partikel partikel kecil seperti keluar dari tangan Arion yang mengeluarkan asap.
*Duk....
Tubuh dari Assassin pria itu seketika terjatuh di hadapan Arion.
Serangan itu membuat bagian vital dari lawan nya mengalami kerusakan yang sangat parah dan jika lawan terkena serangan itu akan mati jika kemampuan fisiknya tidak mampu menahan.
...[ Konfirmasi : Daya hidup target telah sepenuhnya hilang, mendapatkan kemampuan baru dari hasil membunuh, Steal class berhasil di tambahkan ]...
Suara dari sistem memenuhi kepalanya.
"Bagus!"
Hanya kata itu yang keluar dari mulut arion, karena sebelumnya dia tertarik dengan skill milik musuh nya ini.
" Masalah satu beres tinggal--"
*Booommmmm.......
Serangan ledakan mengarah pada Arion namun Arion berhasil menghindari nya.
"Khh.... apa itu!"
*Tap....
*Tap....
*Tap....
Pada saat itu juga muncul 5 orang iblis berwujud manusia berdiri di antara kabel kabel tiang listrik sambil membawa Assassin yang telah Arion kalahkan.
*Krieetek....
*Kriieteek....
Saat melihat itu semua Arion menekan semua jari jari ditangan nya dan bersemangat melihat semua musuh banyak yang ada didepannya.
"Heee. muncul juga akhirnya, league demon villain."
Ucap Arion sambil tersenyum lebar di wajahnya.
"Kami sama sekali tidak berniat bertarung dengan mu sekarang, jadi tunggu kedatangan kami di lain waktu."
Salah satu anggota league demon villlain meninggalkan kata kata itu dan langsung pergi dari tempat kejadian.
"Tcih... mereka lari, kalau begini caranya pada akhirnya aku sama sekali tidak menemukan petunjuk mengenai lokasi keberadaan organisasi itu."