
*Tring!
*Tring!
*Level up!
*Level up!
*Level up!
Deru suara notifikasi seketika memenuhi kepala arion suara itu sangat bantak terdengar dan itu sangat jelas berada di dalam kepala arion
Meski dia sudah terbiasa dengan itu namun kali ini sangat berbeda suara makin tertumpuk banyak di dalam kepala arion.
''Ada apa ini... kenapa suara ini semakin banyak terdengar....akh ini membuat otak ku pusing...''
Arion berkata sambil memegangi kepala nya dengan kedua tangan nya.
Itu adalah hal yang wajar mengingat dia sudah dua hari penuh bertarung habis habisan dengan para iblis itu.
Iblis yang sebelum nya dia lawan sangat lah kuat dan berjumlah sangat banyak berbeda dengan yang sebelum sebelum nya kekuatan iblis yang barusan arion kalahkan ini bahkan mampu membuat tubuh arion terluka cukup serius dan sekujur tubuh arion saat ini penuh dengan darah.
Namun walaupun terluka cukup parah seperti itu dia mampu mengalahkan semua gerombolan iblis tersebut selama dua hari dua malam tanpa henti
Stamina arion arion cukup kuat hingga mampu bertarung dalam kondisi yang tidak memungkinkan seperti itu.
Arion sudah tidak dapat digolongkan sebagai manusia jika fisik nya saja melebihi para iblis.
...••••...
Tak lama setelah arion mengeluh suara kedua kembali muncul di dalam kepala nya.
Namun suara ini tampak berbeda tidak seperti yang sebelum nya meski suara nya terdengar kaku namun menurut arion ini masih lebih baik dari pada yang sebelumnya.
...[Konfirmasi : anda telah mengalahkan gabungan iblis dari hampir seluruh lantai iblis yang ada, beberapa reward dan item khusus telah berhasil di dapatkan ]...
Suara sistem kedua Arion mengkonfirmasi.
Arion sama sekali tidak terkejut dengan suara yang keluar itu namun dia sedikit bingung dengan apa yang dikatakan oleh system.
"Reward? kurasa sebelum nya tidak ada istilah seperti itu...."
*Ting.......
Tak lama setelah Arion mengucapkan beberapa kata suara notifikasi kembali muncul di dalam kepala nya dan suara itu di selingi oleh layar status di depan Arion.
[ [ Profile Status ] ]
[ Mp : [ 15.400 ]
[ Title : [ Heavenly Demon ]
[ Name : [ Arion azazel ]
[ Level : [ 530 ]
[ Intelligence : [ 500 ]
[ Agility : [ 8850+ ]
[ Speed : [ 2512+ ]
[ Physical attack power : [ 7500++ ]
[ Durability : [ 10.100+ ]
Arion dibuat kaget oleh statusnya yang kali ini sangat meningkat pesat dan lebih besar beberapa kali lipat dibanding yang sebelumnya.
"Ini benar-benar di luar perkiraan... level stat ku benar benar naik berkali lipat dibandingkan sebelumnya."
Arion sangat kaget dengan hal itu hingga melupakan reward yang sebelumnya ingin dia tanyakan.
"Ini benar benar luar biasa... kalau gitu sebaiknya aku kembali terlebih dahulu."
Ucap Arion sambil mengeluarkan kristal hitam di sakunya.
Dia benar-benar akan kembali karena menurut nya saat ini level nya sudah sangat cukup.
...••••...
Taman perkotaan Arbanila.
*Bzruuuurttt......
Arion keluar dari dalam gate dengan kondisi pakaian nya yang cumpang camping dan penuh robekan.
Dia berada di taman perkotaan Arbanila dan untung nya tempat itu sudah sangat sepi karena hari yang sudah mulai gelap.
"Huh, seperti nya aman."
Arion berjalan pelan di tengah taman itu.
Suasana sore hari yang mulai gelap ditambah angin yang berhembus kecil membuat suasana di tempat itu semakin dingin.
Arion terhenti sejenak saat melihat bangku kursi taman yang tampak kosong itu.
Dia duduk di sana dan mengambil handphone miliknya di saku belakang.
"Sudah lama aku tidak melihat lihat informasi di hp ku."
Ucap arion sambil memegang hp.
Arion menyalakan hp nya dan melihat sosial media di Twitter.
"Melihat informasi adalah hak penting kurasa ini akan berguna untuk ku."
Arion mulai membaca berita berita yang baru saja terjadi namun dia terfokus pada satu berita penting.
*Konferensi internasional akan diselenggarakan oleh pemerintah Amerika esok hari, semua chaser peringkat Absolut dari berbagai negara telah berpartisipasi dalam konferensi itu*
Berita itu Arion dapatkan dari internet.
Namun Arion tidak mengetahui kenapa konferensi diadakan dan Arion melihat komentar orang orang untuk mendapatkan jawaban yang pasti.
*Itu pasti akan menjadi konferensi terbesar mepanjangan masa*
*Iblis itu terlalu bodoh hingga membuat Chaser kelas Absolute bersatu!*
Berbagai macam komentar ada di dalamnya.
Namun Arion tetap menscroll ke bawah untuk mendapatkan komentar yang lebih berfaedah.
Dan akhirnya dia menemukan salah satu komentar warga net.
Yang berisikan.
*Semua chaser kelas Absolute akan dikumpulkan esok hari tapi aku belum mendengar soal keputusan Chaser absolute negara kita, apa dia ikut atau tidak*
Komentar itu Arion berhasil dapatkan.
*Drrtt....
Handphone Arion bergetar saat Arion sedang melihat komentar.
"....? Gregory? ada apa dia."
Arion di telefon oleh Gregory.
*Nyrrrp....
"Ya....? halo, ada apa Gregory?"
Arion mengangkat panggilan masuk dari Gregory.
"Ah.... bagus sekali di angkat! arion aku tau saat ini kau sedang sibuk tapi bisakah kau ke gedung asosiasi secepat nya sekarang?"
"Ya, aku bisa..."
Arion membalas dengan singkat kata kata Gregory dan langsung menutup telepon nya.
Arion sama sekali tidak bertanya apapun pada Gregory karena dia tau jika Gregory pasti akan menjelaskan nya secara langsung jika sudah bertemu.
Arion langsung berjalan menuju gedung asosiasi.
...••••...
Gedung Asosiasi Chaser Arbanila.
Di dalam area pelatihan Chaser yang berada di dalam gedung asosiasi.
Saat ini Gregory beserta para Chaser rank S yang lain sudah berkumpul di sana.
Sebelumnya Gregory mempersiapkan rencana jika saja Arion tidak datang yaitu memilih salah satu chaser terbaik di antara para kelas S yang ada namun karena Gregory sudah tau jika Arion telah datang dia akhirnya memutuskan untuk menarik rencana ini kembali.
Namun meski begitu para Chaser kelas S yang lain tampaknya kecewa dengan keputusan Gregory karena mereka sudah menyempatkan waktunya untuk ke sini.
Gregory akhirnya meluruskan masalah itu.
Namun mereka sama sekali tidak menghiraukan nya.
"Gregory.... aku tidak ada urusan lagi berada di sini..."
Chaser rank S Galliard tampak tidak mengindahkan kata kata Gregory dan langsung berjalan pergi ke pintu keluar.
Chaser kano tampak nya juga kecewa dengan Gregory dan berniat untuk keluar dari sana.
"Tcih.... ini benar benar membuang buang waktu!"
Ucap nya dengan kesal.
Chaser rank S baru Sylvia yang imut berada di di sana menyindir dengan suara pelan mereka berdua.
"Apa memang seperti ini sikap para Chaser rank S itu?"
Ah... tidak itu tidak terlalu penting yang jelas aku akan bertanding dengan chaser peringkat Absolute tuan Arion itu sangat membuat ku bersemangat.
Sylvia melanjutkan kata kata nya di dalam hati.
Dia tidak memperdulikan Chaser kelas S lain selain Arion dia sangat terpesona dengan debut Arion yang mengalahkan semua demon villain itu dia sampai pulang dari liburan nya hanya untuk bertemu Arion.
Namun di sisi lain.
Saat Chaser Galliard dan kano hendak keluar secara kebetulan Arion sudah berada di depan mereka berdua.
Chaser Galliard dan kano tampak berkeringat dingin dengan kedatangan Arion.
Arion berjalan tanpa memperdulikan kedua Chaser itu dan langsung pergi ke arah Gregory.
Neos juga ikut berada di sana namun dia bersikap biasa saja karena didepan Chaser rank S lain.
"Arion.... sudah lama tidak bertemu."
Ucap Gregory yang terlihat sangat senang melihat kembali nya Arion.
Arion membalas perkataan Gregory.
"Ya, aku sedikit ada urusan, apa ada sesuatu yang terjadi?"
Arion bertanya pada Gregory namun Chaser Sylvia tampak mendekat ke wajah arion.
Seolah olah seperti ingin mencium nya.
Namun sontak Arion kaget dan menjauh dari nya.
"Hmmp...."
"Hmmpp..."
".....?!!"
"Uh.... ap- apa apaan perempuan ini... siapa dia."
Arion menjauh dengan gerakan somersault ke belakang.
Gregory tertawa melihat Arion yang tampak kaget itu.
"Ah. maaf aku hanya memastikan dari dekat."
Chaser Sylvia tersenyum manis saat melihat Arion.
Sementara itu Arion hanya menatap nya dengan wajah geli.
"Hahaha.... Arion kau belum tau kan, dia adalah chaser kelas S ke 15 yang ada di negara Arbanila sekarang namun dirinya masih belum di akui secara resmi karena belum memenuhi syarat dariku."
Ucap Gregory sambil tertawa.
Neos tersenyum kecil melihat tingkah sylvia yang mendekat ke arah arion dia sengaja tidak menyapa gurunya itu.
"Ohh.. begitu ya."
Dari wajah arion dia sama sekali tidak memperdulikan tentang itu, namun Chaser Sylvia tampak mengulurkan tangan ke arah nya dengan senyuman di bibirnya.
Itu akan tampak seperti seorang gadis merayu seorang pria namun karena Arion sama sekali tidak berpikir soal itu dia sama sekali tidak merasakan apapun saat melihat nya.
"...?"
Arion tidak merespon saat sylvia mengulurkan tangan nya.
Namun secara mengejutkan semua chaser yang sebelumnya ada didekat mereka langsung bergerak ke atas tangga sambil menonton mereka berdua.
"Ada apa?"
Tanya Arion sambil melirik ke arah Gregory yang ada di atas tangga.
Dia berbicara seperti itu pada Gregory dan bukan pada slyvia.
"Slyvia panggilan ku slyvia tidak panjang dan sangat singkat."
Dia masih mengulurkan tangan nya pada Arion.
"Huuuuh...."
Aku sama sekali tidak senang dengan kehadiran perempuan aneh ini tapi apa boleh buat.
Ucap Arion dalam hati dan ia akhirnya mengulurkan tangan kanan dan berniat untuk berjabat tangan nya.
*Seet....
*Bom.........!!
Kaki kiri Sylvia tampak melayang ke arah kepala arion.
Tendangan itu sangat cepat bagi Chaser kelas S yang ada di sana.
Gelombang kejut terjadi dari hempasan angin yang keluar dari sepakan nya.
"Hoi.... apa yang kau ingin lakukan?"
Serangan kaki kiri Sylvia berhasil di pegang oleh Arion.
"Oh... tepat seperti rumor yang ada... tapi bagaimana dengan ini."
Sylvia menarik tangan Arion dan melakukan kuncian guntingan pada leher arion dengan menggunakan kedua lutut kakinya.
Para chaser rank S yang ada di atas tampaknya sangat serius memperhatikan pertarungan itu.
Namun neos yang sudah beberapa kali melihat Arion bertarung berkata dengan pelan.
"Master sepertinya sedang bermain main."
Ucap neos sambil menggaruk kepala nya.
Sylvia tertawa melihat karena kuncian beladiri nya berhasil pada Arion.
"Ahaha... bagaimana? apa hanya segini kemampuan anda?"
Chaser Sylvia semakin mengeratkan kedua lutut nya agar Arion tidak bisa bernapas.
Badan nya juga semakin dia beratkan agar Arion terjatuh.
Namun usaha nya sama sekali sia Arion tampak tenang dan sama kali tidak tertekan dengan itu.
"Apa ini tidak sakit?" tanya Sylvia yang tampak nya menyadari hal itu.
"Baiklah jangan salahkan aku bila tulang tangan dan leher mu patah."
Sylvia mengeratkan kuncian nya dengan mengeluarkan seluruh kekuatan yang dia punya.
"Hngg......."
*Kretek.....
*Kretek....
Suara tulang bunyi dari leher Arion.
Sylvia yang menyadari itu langsung mengendur kan kuncian kakinya dan melihat kepala Arion.
Namun dia masih diam seperti biasa nya dan tampak tidak mengalami perubahan apapun.
"Huh!? ba--bagaimana bisa!"
Teriak nya dengan terkejut.
Arion pun akhirnya membuka mulut dan berbicara.
"Ini sungguh sangat pegal... tapi pijitan mu yang barusan itu membuat leher ku sedikit ringan sekarang, jadi bisakah kau melepaskan kaki mu padaku?"
Arion berkata dengan pelan pada sylvia.
Namun slyvia tampak tidak menghiraukan hal itu dan malah mengeratkan kuncian nya kembali.
"Tepat seperti rumor yang ada kekuatan mu benar benar tidak masuk akal."
Ucap sylvia.
Arion yang dari tadi hanya berdiam diri lama kelamaan kesal karena perbuatan yang Sylvia lakukan.
"Bukan kah aku sudah bilang untuk menghentikan perbuatan mu?"
*Krrt.....
"Heh--?"
Arion mencengkram kaki Sylvia dengan keras dan melemparkannya ke tembok.
*Buuummmmm........
Badan sylvia sukses dilemparkan ke tembok oleh Arion.
"Membuat ku kotor saja."
Arion membersihkan pakaian nya meski penuh dengan sobekan.
Chaser Sylvia tampak nya mempunyai fisik kuat dan tidak terpinggirkan.
"Tepat seperti ekspetasi ku anda memang sangat kuat!"
Sylvia bangun kembali.
"Aku menyerah... aku tidak mungkin sanggup melawan pria seperti nya."
Gregory turun dari atas setelah Sylvia mengatakan itu.
*Prok....
*Prok....
*Prok....
"Itu pertarungan yang hebat!"
Gregory yang turun langsung mengatakan itu.
Sementara Arion tampak nya bingung dengan apa yang Gregory katakan.
Karena dia tidak menganggap hal itu sebagai pertarungan.
"Maaf Arion dengan semua ini, seperti yang kubilang dia ingin ku test dengan melakukan sparing dengan mu tapi sepertinya level nya masih terlalu jauh untuk menyamai mu."
Ucap Gregory sambil tersenyum.
"Kalau begitu... ada urusan apa aku di suruh ke sini, apa hanya untuk melakukan hal seperti ini?"
Arion tampak nya tidak menyukai suasana di tempat itu dan langsung to the poin dengan apa yabg ingin dia katakan.
" Ah benar aku hampir melupakan nya, besok kau akan pergi ke Amerika untuk melakukan pertemuan konferensi internasional di sana, tiket pesawat juga akan langsung ku siapkan untuk keberangkatan mu."