The Destruction Of The World Because Demon

The Destruction Of The World Because Demon
36 [ Daftar masuk ulang ke dalam Chaser ]



Setelah permasalahan arion dan viola selesai tepat beberapa menit kemudian para peserta di perintahkan untuk masuk ke dalam gedung asosiasi dan berkumpul.


Arion sempat berfikir sebelumnya jika saja neos bertarung dengan viola dia jelas akan kalah dari segi kekuatan maupun pertahanan.


Dan juga posisi neos sangat tidak di untungkan karena viola tidak melakukan apa apa dan jika saja pukulan neos tidak dihentikan oleh Arion, citra neos akan dipandang buruk oleh para masyarakat dan chaser karena mereka menganggap neos menyerang seorang perempuan yang tidak berbuat salah.


Perempuan itu sangat licik, dia seperti sudah mempersiapkan rencana ini sebelum nya.


Arion memikirkan itu sambil berjalan masuk ke dalam gedung asosiasi.


*Pnyeeeet..... drug......


Pintu otomatis gedung asosiasi chaser seketika terbuka setelah Gregory memberitahu semua chaser.


*Wooooo......


Para chaser seketika berlari serempak dan beramai ramai memasuki gedung asosiasi.


Suara berisik dari teriakan para Chaser menggema di seluruh gedung mereka berteriak keras tidak karuan.


Sementara itu saat semua chaser berlari secepat mungkin untuk memasuki gedung.


12 Chaser yang mempunyai mobil sport mahal itu tampak dengan santai berjalan beriringan.


Salah satu Chaser pria dengan rambut mohawk berjalan dengan santai dengan membawa rokok berry pop di tangan kirinya.


*Fuhhh....


Menyemburkan asap rokok nya keluar dengan satu hentakan napas.


"Lihatlah orang orang bodoh itu, untuk apa mereka semua berebut untuk memasuki gedung ini."


Chaser berambut mohawk memandang rendah Chaser yang berlari.


"Sudah sudah, biarkan saja orang bodoh itu melakukan apa yang mereka mau, lagi pula mau bagaimana pun caranya, kita akan tetap berada pada posisi teratas."


Teman dari salah satu chaser mohawk itu ikut merendahkan Chaser yang berlari, mereka berdua sama sama memiliki kepribadian yang arogan dan sombong.


Serta menganggap mereka yang terkuat di antara para Chaser yang lain.


"O ya, Kano dari tadi ku perhatikan kau mengusap rokok secara berlebihan bukankah itu tidak baik untuk tubuh mu?"


Pria dengan rambut mohawk dan membawa rokok di tangan kirinya adalah mohawk salah satu dari 13 Chaser terkuat di negara Arbanila, oleh karena itu sifatnya sombong.


"Kau tidak usah berpura pura peduli padaku jack, aku tau kau juga menginginkan rokok ini."


"Uahaha...... kau memang tidak bisa ditipu ya."


Jack tertawa dengan keras setelah mengejek kano.


Jack dia adalah pria berambut gimbal berwarna coklat dengan kulit hitam pekat, dia adalah chaser imperial class yang sama seperti Jack dan kepribadian mereka hampir mirip satu sama lain.


Kano dan Jack mengobrol dan para Chaser di sebelah mereka sama sekali tidak berbicara dan terkesan acuh tak acuh dengan chaser Imperial lainnya.


...••••...


"Master..... kenapa kau tidak lari? para chaser yang lain langsung berlari setelah mendengar peringatan itu."


Neos masih bersama Arion dan neos mencoba melupakan kejadian yang barusan terjadi.


" Neos, seperti nya kau itu kurang dewasa ya, untuk apa kau berlari hanya untuk masuk ke dalam? gedung itu tidak akan kemana mana meski kau tidak berlari, jadi tenang kan pikiran mu."


Neos menarik napas lelah saat menjelaskan itu ke neos.


Tak heran neos terburu buru karena walaupun lokasi mereka tidak terlalu jauh dengan gedung asosiasi.


Namun Arion berjalan dengan cukup santai dan sangat pelan, itu itu membuat neos marah karena sikap Arion yang terlalu santai.


"Tapi... apa master bisa menjamin kalau kata kata master itu benar? gedung asosiasi memang tidak akan pergi ke tempat lain, tapi bagaimana dengan pendaftaran yang sedang berlangsung? apa master bisa menjamin kalau kita tidak akan terlambat menuju ke sana."


Uhh... dia ini.... ku marahi malah menjadi debat seperti ini, tapi bagaimana pun juga aku sebagai guru harus bisa mempertahankan reputasi ku sebagai guru.


Arion berkata dalam hati dan akhirnya membuat alasan agar tidak kalah debat dengan Neos.


Arion melirik ke kanan dan ke kiri, melihat para Chaser yang masih ada di sekitar mereka.


"Ah... kebetulan."


"Kebetulan apa master? apa sekarang kau sudah mengerti? kalau begitu cepat master sebelum kita terlamb--"


Arion mengehentikan kata kata neos sebelum dia menyelesaikan kata kata nya.


"Ush...ush...ush... tunggu dulu neos apa yang kau katakan tadi,telat? itu tidak mungkin terjadi karena ada orang lain selain kita di depan."


Arion dengan wajah yang tampak sombong karena merasa dia memenangkan debat antara mereka berdua.


"Untuk apa master mengikuti orang itu hidup master adalah milik master sendiri bukan orang lain yang menjalankan, kalau begitu aku duluan."


Arion membeku saat neos berkata begitu didepan nya.


Aak... di-dia memenangkan debat, ini cukup memalukan aku sebagai gurunya di kalahkan oleh murid ku sendiri dalam hal perdebatan.


Gumam Arion dalam hati.


Ah, sudah sudah tidak ada waktu untuk itu, sebaiknya aku pergi menyusul neos.


Neos dan arion akhirnya memasuki gedung asosiasi.


Saat sampai di dalam gedung asosiasi, Arion di buat terkejut oleh arsitektur bangunan dan fasilitas yang di miliki oleh gedung asosiasi chaser.


Karena tempat yang sebelumnya Arion tempati memang sama yaitu gedung asosiasi ini.


Namun Arion tidak tau jika gedung asosiasi chaser memiliki alat teknologi untuk menukar sudut gedung ke sudut yang lain.


Dan gedung asosiasi chaser di arbanila adalah gedung yang memiki banyak fungsi yang menarik dan tidak Arion tau.


"Wow... bukankah ini hebat? aku belum pernah melihat ruangan ini sebelumnya."


Wajah neos seketika tampak takjub dan kaget.


Sementara itu neos sudah terbiasa dengan perubahan yang terjadi dan terkesan biasa saja saat melihat nya.


"Semua peserta di silahkan untuk duduk dan menunggu giliran untuk dipanggil."


Setelah dewan inquisitor mengatakan hal itu mereka kemudian memberikan semacam kertas nomor urut kepada semua chaser dan menyuruh menunggu giliran nya masing masing.


Neos duduk di sebelah arion dia sama sudah seperti buntut yang mengikuti Arion kemana pun dia pergi.


Dan Arion tidak keberatan dengan itu karena dia sudah menganggap neos sudah seperti saudara nya sendiri.


Neos duduk sambil melirik semua orang di sekitar nya.


"Master master, apa kau tidak merasa aneh dengan 12 orang itu?"


Neos berbicara dengan arion sambil berbisik pelan di telinga nya.


"Hmm memang benar apa yang kau katakan aura mereka sangat berbeda dengan para chaser yang lainnya."


Neos ikut mengeluarkan suara kecil sama seperti neos.


12 orang itu kurasa mereka Chaser yang berbakat, aura yang mereka keluarkan juga jauh lebih besar di banding Chaser yang lain.


Mungkin mereka yang terkuat di antara para Chaser atau mungkin kemampuan mereka sama kuat nya dengan Gregory.


Tapi... itu tidak mungkin, Gregory adalah pertahanan terkuat di negara ini jadi tidak mungkin dia bisa memberikan damage yang lebih besar dari kemampuan tubuh nya.


Karena bisa Gregory adalah tank spesialis cover, jadi damage yang dia berikan pada musuh tidak terlalu besar.


Neos berfikir sendiri mengenai itu.


Arion dan neos sama sekali tidak memperdulikan keadaan di sekitar.


Para chaser lain yang berada di dalam gedung asosiasi saat ini sangatlah gugup.


Mereka bergetar dan mengeluarkan keringat banyak dari wajah.


Karena penentuan class ini adalah menentukan nasib hidup mereka, karena sama hal nya dengan peringkat class yang sebelumnya namun sekarang lebih banyak.


Semakin tinggi peringkat chaser semakin banyak juga dia akan di berikan gajih uang dan asuransi, oleh pemerintah.


Dan selama mereka menjadi Chaser mereka akan di gaji seumur hidup mereka dan itu juga berlaku pada keluarga mereka.


Jika keluarga mereka sakit yang menanggung biaya pengobatan dari sakitnya adalah pemerintah.


Dan menjadi Chaser menjamin kehidupan mereka akan layak dan mapan.


Namun itu berlaku pada chaser kelas D, C, B , A , S. saja sementara chaser kelas E tidak berlaku dan hanya di beri sedikit uang pokok sehari hari dan tidak lebih dari itu.


...••••...


"Aaaah. kenapa aku mendapat kelas E."


Orang yang mendaftar kembali menjadi Chaser mulai mengeluh dengan sistem yang sekarang.


Mereka mendapatkan kelas yang paling rendah yaitu E class.


Tak heran itu membuat para Chaser yang mendapatkan peringkat E semuanya melakukan kudeta langsung di dalam gedung asosiasi.


Mereka tidak terima dan mengancam akan menghancurkan gedung ini jika tidak menuruti apa yang dia katakan.


Itu lebih seperti tindakan kriminal.


"Apa apaan ini kenapa aku mendapatkan kelas E kelas paling rendah, bukankah aku sebelumnya mendapatkan kelas mid tier reguler class."


"Aku juga sama dengan mu"


''Ya, benar aku juga."


"Aku benar benar tidak terima dengan keputusan ini, aku meminta agar sistem peraturan Chaser tidak di ubah."


"Benar aku juga sama aku sependapat dengan mu ini sungguh tidak adil."


"Jika kau tidak menuruti permintaan kami, kami akan menghancurkan gedung ini.''


Salah satu Chaser yang mendapatkan peringkat E menjadi provokator dan membuat para Chaser yang lain ikut mengikuti semua yang dia katakan.


"Sekarang turuti apa keinginan kami!"


"Oi..oi..oi... berteriak teriak seperti itu apa menurut mu tindakan yang kau lakukan ini benar?"


Salah satu Chaser dengan badan besar berisi dan berotot dengan rambut tersisir rapih ke atas maju dengan gagah berani menghadapi Chaser yang merusuh.


"Kau diam saja! aku sama sekali tidak ada urusan dengan mu lebih baik kau minggir sebelum kau terluka."


Chaser E yang merusuh itu mengancam Chaser yang menghalangi nya.


"Apa kau tidak bisa menjaga mulut mu?"


"Ha--"


*Druack.....


Chaser yang memiliki rambut di side ke atas itu seketika bergerak dengan sangat cepat, dan mendaratkan tinjunya pada chaser E hingga Chaser itu tak sadarkan diri dengan wajah yang bonyok.


"Jadi... apa masih ada di antara kalian yang memihak nya?"


Chaser itu berdiri di tengah kerumunan orang dan mengintimidasi mereka.


Setelah melihat Chaser yang merupakan provokasi pembuat masalah tumbang dalam satu serangan.


Membuat Chaser yang lainnya ikut duduk dan tidak berani lagi bersuara.


Beberapa jam kemudian kericuhan itu sudah hilang dan keadaan sudah kembali normal seperti sedia kala.


"Peserta selanjutnya dengan nomor antrian 139."


Dewan inquisitor memanggil peserta no 139 yang tak lain adalah neos.


"Ah, ya."


Neos langsung masuk ke dalam ruangan yang telah di sediakan.


12 Chaser yang duduk berjejer itu terus memperhatikan neos dengan tatapan yang seolah olah tertarik dengannya.


"Apakah dia yang sedang menjadi topik pembicaraan saat ini?"


Chaser pria dengan rambut tersisir rapih itu bertanya pada kano.


"Ya, kalau dilihat dari fotonya wajah nya benar benar sama, tidak salah lagi dia orang nya, salah satu yang terpilih."


Kano tersenyum lebar dan terdapat gigi emas di bagian atas mulutnya.


"Begitu ya... sekarang kita hanya tinggal menunggu kedatangan nya di tempat kita."


"Seperti biasanya kau sangat ambisius sekali, Galliard Crimson."


Galliard Crimson adalah chaser imperial yang memiliki kemampuan kuat dan menjadi andalan dalam pertarungan jarak dekat.


Dia sangat kuat dan sangat di andalkan oleh para chaser imperial yang lain dalam pertarungan jarak dekat.


Dia bisa di sebut sebagai Fighter dalam petarung jarak dekat.


...••••...


Setelah beberapa menit kemudian.


Neos keluar dari ruangan dengan wajah yang datar.


Arion tertidur saat neos masuk ke dalam namun saat neos keluar ruangan dia terbangun.


"Uaah... neos ada apa? kenapa kau memasang muka seperti itu? apa ada yang salah?"


Arion yang baru saja terbangun dari tidurnya menguap dan langsung bertanya pada neos.


"Tidak master hanya saja...."


"Peserta selanjutnya dengan nomor antrian 140 silakan masuk."


"Aku sudah dipanggil kalau begitu nanti lanjut kan pembicaraan nya nanti."


Uhh... ini sudah seperti aku sedang berobat memakai nomor antrian segala.


Ucap Arion dalam hati.


*Teeep....


Arion membuka pintu ruangan seperti yang disuruh oleh inquisitor.


Di dalam ruangan itu dia langsung di suguhkan oleh bola batu besar berwarna hitam yang kira kira besar nya 35 cm.


"Kalau begitu silahkan anda berdiri di sini dan tempelkan tangan anda di sini."


Inquisitor yang bertugas di dalam ruangan itu hanya satu orang dan dia perempuan memakai pakaian seperti resepsionis, pakaian nya berwarna hitam dan rambut yang di sanggul ke belakang.


Setelah di perintahkan Arion langsubg menempelkan tangannya.


Tapi sama sekali tidak ada perubahan meski Arion sudah menempelkan tangannya bola hitam itu sama sekali tidak menunjukan adanya energi point yang masuk ke dalam alat itu.


"...?"


Setelah lima menit Arion menempelkan tangannya pada bola hitam besar itu, namun masih tidak ada perubahan.


"Maaf pak, anda terdaftar sebagai chaser kelas E silahkan ambil kartu nama anda."


Arion langsung di beri kartu identitas Chaser dengan peringkat terendah Chaser kelas E.


Namun dia sama sekali tidak peduli mengenai peringkat dan langsung keluar setelah mendapat kan kartu identitas Chaser.


"Master bagaimana pasti kau mendapatkan Rank S kan?"


Neos langsung bertanya pada Arion yang baru saja keluar dari ruangan.


"Aku mendapat Rank E bukan S."


"Eh?"


Neos langsung terdiam dan membeku setelah mendengar jawaban dari arion.


"Ha-hah? apa master bercanda, mana mungkin orang sekuat dirimu tidak mendapatkan rank S."


Neos tampak dengan wajah terkejut dan tidak mempercayai apa yang Arion katakan.


"Kau berisik sekali... ayo di luar saja ngomong nya."


Karena neos yang terlalu berisik Arion akhirnya keluar dan mengobrol di luar dengan Neos.


"Master.... jadi bagaimana kau becanda kan?"


"Tidak, aku serius, lihat kartu identitas ku kalau kau tidak percaya."


Arion menunjukan kartu identitas nya pada neos dan reaksi neos sama seperti sebelumnya.


"Master, ini pasti mereka yang tidak becus, aku akan ke sana untuk melaporkan in--"


"Tidak perlu, aku cukup seperti ini saja lagi pula rank Chaser itu tidak penting bagi ku, yang ku perlukan hanyalah berjuang untuk menjadi kuat bukan untuk di akui oleh orang lain."


"Baik master aku akan selalu mengikuti mu."


"Berhenti mengatakan seperti itu, itu sangat menjijikan kau tahu, hmm tapi entah kenapa aku sangat ingin sekali masuk ke dalam gate iblis lagi."


"Apa kau tidak merasa lelah master?"


"Yah, aku sependapat dengan mu lebih baik aku pulang dulu."