
Like ✓
Komen✓
Vote ✓
hadiah klo ada
Komen... ya bro dan kalo kalian Nemu ada yang typo langsung aja komen biar saya langsung revisi lagi.
Vote atau engga hadiah.
_____________________________________
"Dengan ini aku sudah resmi bergabung kan ke dalam organisasi ini?" tanya arion yang sudah selesai berjabat tangan dengan ketua itu.
"Ya, benar, dengan ini kau sudah dianggap keluarga oleh kami, jadi jangan sungkan."
Namun tak lama setelah ketua mengatakan itu, salah satu anggota lain ikut berbicara.
"Tapi bagaimana juga tugas yang kami lakukan ini adalah membunuh, semua nya bisa mati kapan saja atas perbuatan yang kami lakukan ini, jadi jangan lupakan soal resiko itu." ucap anggota pria yang berbicara sambil memejamkan matanya.
"Yah, aku sudah tau akan hal itu, aku tidak masalah." balas arion.
Ketua bloody raid pun bicara lagi memberikan informasi.
"Oh ya, kau masih belum tau nama kami semua kan? aku sinon kalian juga perkenalkan diri kalian masing masing." ketua blood Raid memerintahkan para anggota nya.
Para anggota bloody Raid mulai memperkenalkan dirinya.
"Kalau begitu aku duluan ya, ekhem... namaku tessia..."
ucap perempuan yang memiliki sifat ceria dengan rambut panjang nya yang menjuntai kebelakang.
"Ini cukup merepotkan, panggil saja aku Jersey." kata pria yang wajahnya tampak seperti orang kesal.
"Camelia." gadis bermuka datar itu hanya menjawab dengan singkat, dia tidak tertarik berbicara apapun, dia juga tidak terlalu tinggi dan umur nya masih tergolong muda yaitu 20 tahun, tubuh nya yang kecil menambah kesan lucu saat melihat nya, namun meski begitu dia adalah anggota yang memiliki catatan pembunuhan lebih banyak dari yang lain.
"Namaku Saliva tapi jangan senang dulu telah mengalahkan ku tadi, aku pastikan akan membalas kekalahan ini." ucap perempuan itu, dia adalah perempuan yang sebelumnya di kalahkan oleh arion, saat pertama kali bertemu.
"Nama ku Gladius aku juga tidak akan kalah lagi oleh mu." jawab pria itu, dengan melipat kedua tangan nya.
Dia juga pria yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Arion.
"Aku Astolvo, aku masih belum mengakui mu jadi--" sebelum pria berkacamata itu melanjutkan, pembicaraan nya keburu di potong oleh teman nya.
"Aku marigold kau bisa memberi ku makanan agar kita bisa menjadi teman dekat." ucap pria itu dengan sedikit menggoda Arion, dia memiliki nafsu makan yang berlebih, namun tubuh nya masih tetap normal.
"Oi Marigold, kau memotong pembicaraan ku sialan..." ucap Astolvo.
Sedangkan marigold masih makan dan tidak memperdulikan ucapan Astolvo.
"Rain, selamat datang di sini." dia tersenyum ramah ke arah arion.
Setelah semua nya sudah melakukan perkenalan singkat, ketua itupun berbicara kembali.
"Hmm... jumlah anggota ini sudah bertambah satu ya jadi bersepuluh, kalau begitu... Arion, mulai sekarang juga aku akan memberi mu tugas pertama." ucapan ketua sinon membuat Arion sedikit tersentak kaget.
"E-eh?" Arion menahan keterkejutan nya dalam salam dan mencoba bersikap tenang.
"Ehem, jadi tugas apa yang kau ingin berikan padaku?" ucap Arion dengan suara yang tegas.
"Tapi maaf sekali tugas mu kali ini sangat lah sulit, jadi kau akan menjalankan tugas ini berdua dengan salah satu anggota yaitu Camelia." ucap ketua sinon.
Sementara Camelia yang dipanggil langsung mengangguk paham ke arah sinon.
Perempuan ini? dia terlihat sangat kaku sekali apa aku bisa berteman baik dengannya?
Arion mempertanyakan itu dalam benak pikirannya.
"Tugas pertama mu adalah, mencari bahan makanan di hutan."
Saat kata kata itu keluar dari mulut sinon Arion sedikit terheran.
"Kenapa hanya mencari bahan makanan saja harus sampai dua orang, bukankah aku sendiri bisa."
"Tidak tidak jangan, kau baru saja datang ke sini jadi kau pasti akan tersesat jika mencari sendirian. balas ketua sinon.
Arion mau tidak mau harus mengikuti apa yang dikatakan oleh ketua itu.
"Ah ya, baiklah." ucap arion, dia pun mulai ke hutan bersama dengan Camelia.
Setelah Arion dan Camelia pergi, para anggota lain mulai berbicara serius.
"Ketua, sekarang tidak apa apa kan kalau aku melaporkan tentang suatu kejadian?" ucap perempuan rain yang melakukan pembicaraan serius dengan sinon.
Para anggota lain juga ikut berada di sana mendengar kan apa yang ingin rain katakan.
"Ya, teruskan."
jawab sinon, sifatnya langsung berubah dan masuk ke dalam kondisi serius nya.
"Tepat seperti yang ketua perintah kan, aku telah memata matai keadaan di kota, namun saat malam kemarin ada semacam penyelundupan obat terlarang yang terjadi di pusat kota arah timur, mereka menyebarkan secara paksa obat terlarang itu ke para penduduk, mereka mencampuri obat itu ke makanan dan air air yang ada di sana, namun setelah ku selidiki lebih lanjut ternyata itu adalah ulah kekaisaran, mereka menyuruh pembunuh bayaran untuk melakukan itu dan kekaisaran juga memasok obat agar para masyarakat nya membeli nya." ucap rain yang menjelaskan pada ketua sinon.
"Tcih.... kekaisaran itu memang sudah sangat gila, mereka haus akan harta." ucap Jersey.
"Begitu ya, mereka sangat licik dengan memperdaya para penduduk." sinon hampir terbawa emosi nya sebelum dia menenangkan dirinya kembali.
"Jadi ketua, bagaimana jika aku dan rain saja yang mengurus ini, aku juga sudah sangat geram dengan tindakan mereka." kata Jersey dengan sangat kesal.
Namun ketua sinon memiliki pendapatan lain dan tidak mengizinkan Jersey untuk menjalankan misi tersebut.
"Tidak, kau memiliki misi lain yaitu mengambil emas emas yang ada di gudang penyimpanan untuk dibagikan kepada rakyat yang tidak mampu,
biar Arion dan Camelia saja yang mengatasi penyelundupan obat itu, aku juga ingin melihat bagaimana cara anak baru itu bekerja."ucap sinon yang seperti nya ingin melihat kerja Arion.
...••••...
Di tempat Arion berada.
Uh.. apa apaan perempuan ini, kenapa dia dari tadi hanya diam saja?
Arion bersama dengan Camelia sudah setengah jam berada di sana, namun Camelia sudah mendapatkan banyak hewan buruan.
Arion yang ada bersama nya memuji keterampilan berpedang Camelia yang sangat cepat dan gesit saat menyerang.
Gadis ini bukan gadis biasa, dia dapat bergerak cepat saat melihat hewan buruan didepan matanya.
Sepertinya dia sudah sangat terlatih dalam bergerak cepat seperti itu.
ucap Arion dalam hati.
"Umm, Camelia hewan segini sudah banyak kan? jadi bukankah ini saatnya kita kembali?" ucap Arion.
"Ya, ini sudah cukup." membalas nya dengan sangat singkat Camelia membawa hewan buruan nya yang telah dia bunuh sebelumnya.
Namun, baru saja akan pergi, mereka berdua di hadang oleh 10 sosok ogre yang menggunakan senjata pemukul batu di tangan nya.
"Musuh, harus dimusnahkan." mengatakan kata kata itu, Camelia langsung menyerang para ogre itu dengan membabi buta.
Arion yang berada di sana sengaja tidak ikut menyerang karena jika dia ikut para ogre itu akan mati dalam sekali serangan.
Dan tidak sampai beberapa menit Camelia berhasil membunuh semua ogre tanpa cidera sedikit pun.
Mereka berdua akhirnya kembali sambil membawa hasil buruan tangkapan mereka.