
Waktu berjalan berlalu dan sudah 2 bulan lamanya semenjak pertarungan Arion dengan eksekutif league demon villain.
Sejak saat itu juga mereka berhenti melakukan pergerakan dan negara Arbanila mulai kembali membaik.
Meski gate yang datang masih saja ada namun itu sama sekali tidak memerlukan Chaser rank S untuk turun tangan.
Karena rata rata dari Chaser rank B-A sudah bisa mengatasi nya.
Sedangkan Arion selalu menyelediki markas league demon villlain itu dan Gregory sedikit menegur nya karena bekerja terlalu berat.
Hari ini adalah 21 Juni 2023 dan sekarang bertepatan dengan kedatangan salju musim dingin di negara Arbanila.
Arion memutuskan untuk beristirahat sejenak dari kesibukan nya sekarang dan pergi untuk berlibur.
Berlibur yang dimaksud adalah Arion berkeliling menikmati pemandangan di seluruh area kota Arbanila.
Dia juga saat ini sudah mempunyai uang yang terbilang banyak.
Namun sebelum melakukan itu, Arion mampir untuk mengunjungi rumah sakit neos berada.
Arion memutuskan untuk berlibur tidak lain tidak bukan adalah karena saat ini neos sudah dipastikan siuman dan sudah bisa melakukan aktivitas seperti sedia kala.
Meski demikian dia masih belum diperbolehkan untuk bertarung dengan iblis karena kondisi nya belum terlalu fit.
...••••...
"Fuuhhh....huh.....fuuhh....huh..."
Nafas Arion dipenuhi oleh udara dingin yang keluar masuk melalui hidung nya.
Itu cukup menyenangkan baginya menghirup udara dingin di sepanjang jalan.
Arion berjalan menuju rumah sakit neos dengan senyum yang senang tampak di wajah nya.
Dia juga memakai menggunakan sweater tebal yang berfungsi menghangatkan tubuh nya dan Arion juga sudah mempersiapkan sweater tebal yang sama seperti nya untuk neos.
Meski warna keduanya berbeda Arion menggunakan sweater berwarna merah dan neos berwarna biru.
Sebelumnya Arion ingin menggunakan sebuah potion dari sistem yang dia miliki namun entah mengapa tidak bisa dia ambil.
Menurut nya potion itu hanya bisa digunakan jika dalam kondisi tertentu saja.
Tapi... itu semua masih spekulasi Arion, karena dia juga masih belum tau cara menggunakan nya.
...••••...
Rumah sakit umbrella
Arion berjalan selama beberapa menit menuju rumah sakit ini.
Dia langsung menuju ruangan neos berada.
Dan sesampai nya di sana Arion langsung membuka pintu ruangan itu tanpa ragu.
*Kreieekk.....
Pintu terbuka sebelum Arion membuka nya.
Itu terjadi karena pintu itu tidak terkunci dan terkena hempasan angin kecil saat Arion datang.
Terlihat di tempat itu neos yang sedang merapihkan barang nya dan sudah menggunakan baju rapih yang biasa dia kenakan sebelumnya.
"Ohh.... master...!!"
Neos berlari ke arah arion seperti hendak memeluknya dengan ceria, namun Arion berpikir ulang tentang itu karena dia tidak suka terlalu mendramatisir suatu kejadian.
"Jangan berlebihan bodoh, bereskan barang mu kita akan berlibur untuk merayakan kesembuhan mu."
Arion tetap dalam kondisi dingin nya walaupun didalam hati nya dia sangat lega melihat neos yang telah siuman kembali.
"Master apa kau baik baik saja selama aku tidak ada?"
Tanya neos yang mengawatirkan keadaan Arion meski dirinya sendiri baru saja pulih.
"Bodoh, kau pikir siapa yang bisa melukai ku?"
Bisik Arion dengan suara kecil meski nada bicaranya sedikit kasar.
*Tup....
Neos menopang tangan kirinya dan tangan membentuk tangan kanan nya seperti gelas, dilanjutkan dengan menepuk nya.
"Yup.... aku tau pasti tidak ada yang perlu di khawatirkan dari master."
Ucap neos sambil tersenyum di wajah nya dengan ceria.
Sementara itu Arion yang mendengar hal itu hanya menghadap ke belakang dan terlihat mengusap sesuatu yang keluar dari matanya.
"Master? ada apa? kenapa kau menghadap ke sana."
Tanya neos kembali dengan wajah yang tampak bingung.
Arion mulai membalik badan nya perlahan lahan ke arah neos.
Dan mengatakan sesuatu padanya sambil tersenyum lega.
"Tidak, tidak apa apa, aku hanya senang melihat mu sudah kembali seperti dulu lagi."
Hanya kata kata yang Arion ucapkan dengan kembalinya neos selama beberapa bulan.
Arion tidak pandai bersikap terlalu pandai mengakan hal seperti itu.
Dan Arion langsung keluar bersama dengan Neos sambil membawa barang barang nya.
...••••...
"Master.... ingin pergi berlibur ke mana? jarang sekali mendengar mu ingin pergi liburan."
Ucap neos sambil menggendong tas di pundaknya.
"Sebenarnya aku hanya ingin berjalan jalan di kota dan melihat lihat sesuatu di sana."
Saat Arion mengatakan itu didepan neos, wajah neos seketika tersenyum mengejek ke arah arion.
"Humu.... humu.... begitu ya, jadi master ternyata sudah mempunyai seorang wanita, itu bagus master bagaimana? siapa? siapa nama wanita itu?"
Setelah neos sadar Arion mengetahui sesuatu darinya sekarang.
Sifat neos sama sekali tidak berubah dari dulu hingga sekarang.
Neos mengatakan hal itu didepan Arion dengan wajah yang tampak sangat senang.
Di sisi lain Arion yang mendengar nya sama sekali tidak senang neos mengatakan hal itu karena Arion sama sekali tidak terpikir untuk mencari seorang perempuan.
Yang ada di pikiran nya adalah hidup untuk mencari sebuah kekuatan.
*Tuck....
"Bodoh! kau salah paham, aku sama sekali tidak mempunyai seorang perempuan aku tidak berpikir itu akan berguna."
Ucap Arion sambil menjitak dengan pelan kepala neos.
"master kau sama sekali tidak tau ya, meskipun kau memiliki sifat acuh tak acuh seperti itu, semua pria pasti memiliki rasa suka terhadap perempuan, kau pasti akan menghadapi masa masa itu nanti."
Neos menjelaskan sesuatu tentang masalah percintaan pada Arion meski Arion sama sekali tidak peduli tentang apa yang dia katakan.
"Ya.... ya.... aku akan mengingat itu nanti yang jela--"
Pandangan Arion langsung tertuju dengan anak kecil perempuan yang meringkuk kelaparan yang ada di sebelah nya.
Namun Arion hanya melihat anak itu dan tidak menghampiri nya.
"Neos, mereka juga korban dari kekejaman para iblis itu kan?"
Tanya Arion pada neos yang ada di sebelah nya.
"Mungkin saja itu benar master, karena awal muncul nya para iblis menimbulkan banyak korban termasuk anak anak ini, mungkin mereka kehilangan orangtua dan keluarga mereka."
Neos menjelaskan menjelaskan menurut pendapat nya sendiri meskipun dia baru saja pulih dari sakitnya.
"Apa master ingin membantu mereka? tanya neos dan Arion berhenti sejenak saat neos mengatakan itu.
Arion berpikir mengenai itu.
"Sejujurnya aku ingin membantu anak anak seperti mereka, tapi prioritas ku saat ini bukanlah itu."
Arion melanjutkan perjalanan nya dan mengabaikan anak kecil itu.
"Master! kenapa anda tidak membantu nya? bukannya tadi....."
Sebelum selesai berbicara mata Arion menatap neos dengan tajam, dan dia menghentikan kata kata nya.
"Neos dengar, untuk hidup di dunia yang kejam ini semua harus butuh perjuangan, sampai kapan pun orang lemah tidak akan punya hak untuk bertahan hidup orang kuat adalah orang yang akan menjadi pemenang di dunia yang kejam ini maka perjuangankan dirimu agar tidak bernasib sama seperti bocah itu!"
Ucap Arion yang berbicara dengan tegas pada neos.
__________________________________
Komen, like sama vote nya ya jangan lupa komen "P" aja udah termasuk komen kalo dan kalo ada kartu vote atau poin jangan dipendem terus kasih vote juga ke novel ini biar semakin maju novel nya.
Kalo ada kesalahan penulisan typo dan lain lain jangan segan kasih tau ya di kolom komentar.
VOTE YA ^_^
Sama kasih 🌟🌟🌟🌟🌟 lima kalau kalian suka sama novel ini.
Komen apa aja asal sopan.
Ada novel tema beladiri nanti yang gw buat di like juga ye nanti.