The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 6 - Bertemu Lagi



Hari cepat sekali berganti gelap. Apa karena ia terlalu lama berada di ruangan dan memenuhi segala kebutuhan Arthur yang meminta ini dan itu. Siang tadi sepulang Hanna dan Arthur dari toko baju, Arthur langsung memberi setumpuk tugas untuk Hanna.


Hanna menghela nafas sembari merenggangkan otot pada bagian leher, punggung, dan tangan. Sesekali ia menguap karena tugas ini ternyata sangat berat. Oh, ini masih hari kedua ia bekerja.


Sekarang ia merindukan rumah dan bertemu dengan kedua anak anjing kesayangannya. Mogi dan Moka adalah penyemangat untuk dirinya.


Setelah satu jam berkutat dengan sebagian kertas terakhir, Hanna kembali merenggangkan otot dan menepuk kedua bahu, sesekali ia memijatnya karena begitu melelahkan. Ia mengambil nafas dalam dan menghembuskannya.


"Mogi and Moka, i'm coming!" Seru Hanna dengan senangnya sambil merapihkan barangnya.


"Pak Arthur, saya izin pulang lebih dulu." Hanna langsung berjalan ke arah pintu namun tangannya di tarik. Alhasil sekarang ia berhadapan dengan pemilik perusahaan ini.


Gadis itu menaikkan satu alisnya. "Pekerjaan saya sudah selesai dan say-"


"Kamu masih punya pekerjaan. Kamu harus menjadi pasangan saya hari ini. Saya tidak mau datang sendiri ke pertemuan teman saya."


"Maaf Pak, tapi hari ini saya ada janji dengan keluarga saya."


Bohong demi Mogi dan Moka adalah kebaikan juga, bukan?


-Hanna


"Tidak usah bohong kamu, setau saya keluarga kamu semua di Seattle."


What?! How did he know?...ah...tentu saja dengan CV.


-Hanna


"Sudah pakai dress yang tadi kita beli dan jangan lupa berdandan, tapi jangan terlaku tebal karna wajah kamu sudah cantik." Hanna kaget mendengarnya. Ini pertama kalinya seorang lelaki memuji dirinya. Ia tidak boleh terhanyut dalam pujian lelaki.


"Ba-baik Pak." Ucap Hanna dengan gugup dan dengan cepat ia mengambil kantung belanjaan yang berisikan dress. Sebenarnya ada rasa ingin mengembalikan dress ini setelah ia pakai hari ini.


Karena harga dress ini sebanding dengan beli makanan untuk 2 bulan menurut Hanna. Gadis ini memang sangat pintar dalam me-manage keuangan sehingga pemakaiannya sangat hemat.


•••


09.00 P.M


-G'Roof Café-


Damn! Hanna benar-benar ingin pulang sekarang. Oh bagaimana keadaan kedua anak anjing yang imut di rumah? Mogi dan Moka pasti sudah kelaparan, karena jam makan mereka sudah terlewat.


"Pak, saya harus pulang sekarang. Jika Pak Arthur masih ingin bersama dengan teman anda, saya bisa pulang sendiri." Ucap Hanna dengan penekanan di kata 'sekarang'.


"Biar saya yang antar, tidak baik kalau seorang gadis pulang malam-malam."


Bukankah Dia sendiri yang buat aku pulang malam.


-Hanna.


"Tidak usah Pak, saya bisa pulang sendiri. Lagi pula ini masih belum terlalu malam, masih ada kendaraan di luar yang bisa mengantar saya pulang."


"Thur, sudah sana kamu antar dia pulang. Sekalian kamu bisa modus dengannya. Apa kamu gak bosan menyendiri?" Tanya salah teman dari Arthur sambil tertawa. Hanna hanya menanggapinya dengan memutar kedua matanya.


Jelas ia tidak suka dengan sikap temannya Arthur ini. Sikapnya hampir sama dengan Arthur namun lebih parah. Sejujurnya ia benci dengan lelaki yang pintar menggoda atau memainkan perempuan. Menurutnya, lelaki seperti itu bukan lah lelaki yang sebenarnya.


"Ya benar apa kata, H. Terlebih apa kamu nggak bosan bersamaan terus sama sekretaris kamu yang namanya Karlie, ya? Atau apapun itu. Karlie udah rusak, barang rusak udah gak bagus untuk di pakai kembali, bukan?" Ucap lelaki dengan rambut coklat. Dia bernama Daniel Merlion. Dia merupakan pemegang perusahaan Merlion di bidang perhiasan dan pertambangan.


Hubert William. Dia adalah teman Arthur yang tadi menyuruh Arthur untuk modus kepada Hanna. Dia merupakan seorang dokter di rumah sakit milik orangtuanya.


"Bener tuh kata Daniel. Cari yang masih new, gak ada lecet, dan pastinya nggak rugi." Balas teman Arthur satunya lagi yang bernama Eric. Eric Janson, dia pernah menjabat menjadi atlet renang namun itu harus berhenti di tengah jalan karena ia ada masalah kesehatan pada tubuhnya. Jadi sekarang dia bekerja sebagai pemegang usaha di perusahaan keluarganya.


"Hanna biar aku yang antar. Kalian semua mabuk dan aku gak yakin kalau Hanna akan sampai di rumah dengan aman." Ucap seorang lelaki dengan wajah berparas tampan, rahang yang tajam, rambut coklat gelap, dan tatapan yang lumayan tajam.


Dia adalah Alfred Heaton. Dia dulu pernah menjabat sebagai Dokter Psikologis namun ia harus berhenti di tengah jalan karena ia harus meneruskan perusahaan ayahnya. Heaton merupakan perusahaan yang masuk jajaran 10 besar dengan predikat terbaik hampir sama dengan Harrison.


Hanya saja yang membedakan kedua perusahaan itu adalah pemegangnya. Jika pemegang Harrison adalah seorang player, badboy, menggoda wanita, keras kepala, pemaksa, dan melakukan hal yang menjijikan menurut Hanna.


Sedangkan jika pemegang Heaton adalah seorang yang tegas, perhatian, menghargai wanita, yang merupakan kebalikan dari sifat pemegang Harrison. Sehingga seorang Alfred Heaton adalah kebalikan dari Arthur Harrison.


TO BE CONTINUE


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like & comment, ya!


2020.08.20