The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 37 - Rencana 2



Sarah sedang mengurus beberapa dokumen penting sebelum ia kasih ke Hanna untuk gadis itu periksa. Tiba-tiba sesuatu bergetar di atas mejanya dan ia mengambil benda kecil itu lalu membuka sebuah pesan masuk.


From xxx


Cafe Lime jam 4 sore.


Sarah mengerutkan dahinya dan ia memilih untuk tidak memperdulikannya. Namun tidak lama kemudian, handphone miliknya kembali bergetar.


From xxx


Rahasia kamu saya pegang.


Sarah melihat ke jam tangannya dan melihat jarum menunjukkan jam 2 siang. Ia mengambil dan membuang nafas lalu memejamkan matanya sebelum ia mulai melanjutkan pekerjaannya.


2 hours later...


Rintikan hujan sedang menghiasi kota dengan airnya. Ruangan yang dingin dan juga waktu terus berjalan, belum lagi dengan tumpukan kertas yang semulanya tebal dan tinggi menjadi semakin menipis seiring waktu berjalan.


Ia merenggangkan tubuhnya lalu melirik jam yang melingkar di tangannya. "Oh my!" Sarah langsung panik dan merapihkan mejanya dengan asal.


Knock knock


Sarah berjalan ke arah Arthur untuk meminta izin untuk pulang dengan alasan ada urusan keluarga. Arthur memperbolehkannya.


Tidak lama dari itu, Sarah langsung ke lantai dasar dan mengambil kendaraannya lalu melesat ke cafe yang di tuju. Sekitar 15 menit ia datang ke cafe dan disana belum ada seseorang yang mencurigakan dari penglihatannya.


Perempuan itu menunggu sekitar 10 menit lamanya dengan secangkir coklat panas untuk menghangatkan dirinya, kala di depan sedang turun hujan yang cukup deras.


Bunyi suara bel dari pintu cafe terdengar dan memenuhi isi cafe yang Sarah tempati. Mata Sarah menatap ke arah pintu yang di masuki orang berpakaian hitam dengan masker dan topi berwarna hitam. Misterius.


Tubuhnya yang kecil sudah bisa di tebak jika dia adalah seorang perempuan. Perempuan misterius itu berjalan ke hadapan Sarah lalu duduk tanpa minta persetujuan Sarah terlebih dahulu.


Perempuan misterius itu langsung membuka masker dan topinya dan Sarah langsung membulatkan matanya sebagai tanda kaget. "Kau.." perempuan itu mengangguk sambil menatap Sarah.


"Ya aku Charlotte. Perempuan yang berantem denganmu waktu lalu." Tutur Perempuan Misterius itu yang tidak lain adalah Charlotte.


"Aku hanya mengancammu, karna kalau tidak, mana mungkin kau akan datang." Charlotte menyeringai di akhirnya dengan kedua tangan terlipat di dada.


Sarah memutar kedua matanya dengan malas. "Baik, sekarang langsung ke inti. Aku tidak punya waktu kalau hanya bicara yang tidak penting."


Charlotte mencodongkan badannya ke depan mendekat ke Sarah. "Aku hanya menawarkan sesuatu yang menyenangkan, dan aku yakin kau juga akan menerimanya."


"Kau memintaku kerjasama denganmu?"


Charlotte mengangguk. "Ini akan menguntungkan bagi kita berdua."


"Apa itu menarik, kalau tidak aku tidak akan menerimanya." Charlotte menyunggingkan bibirnya saat mendengar ucapan Sarah.


"Permainan ini sangat seru. Baiklah biar ku beritahu. Kau pastinya kenal Hanna dan Jess, bukan?"


"Lalu?"


"Ya tentu aku tau kau ingin balas dendam untuk Jess atau Kenzo atau apalah itu. Aku juga ingin menyingkirkan Hanna untuk Arthur menjadi milkku. Jadi kita bersama menyingkirkan Jess dan Hanna dari lelaki yang kita sukai. Bagaimana? Tertarik?"


Sarah bergumam sebentar untuk memikirkan apa ini akan bagus atau tidak. Ya. Benar kalau Sarah masih menginginkan Kenzo untuk menjadi miliknya, dan perempuan di depannya sekarang bisa mengabulkan keinginannya dia. Tapi apa ini pilihan tepat?


"Apa yang harus ku lakukan?" Tanya Sarah dan Charlotte langsung menampilkan senyum kemenangan. Perempuan itu tau kalau Sarah tidak mungkin menolak rencananya ini.


"Kau hanya perlu bersikap seperti biasa tapi kau coba untuk selalu mengajak Kenzo pergi atau perlu perhatian Kenzo selalu tertuju padamu. Usahakan itu, setelahnya aku akan melakukan hal yang sama, dan perlahan-"


"Bagaimana kalau kita membawa Hanna dan Jess ke suatu tempat dan melakukan kekerasan ke mereka, tapi caramu juga bisa atau kita gabungkan semuanya?" Kata Sarah dan Charlotte mengangguk sembari tersenyum.


"Itu akan sangat bagus, dan satu lagi kalau kita bertemu entah dimana saat kita bersama dengan Arthur ataupun Kenzo, kita harus selalu bertengkar, okay?" Ucap Charlotte dan Sarah menggangguk.


"Mari kita memberantas para perusak hubungan kita." Setelahnya mereka berdua tersenyum.


TO BE CONTINUE