The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 1 - Surat yang dulu



2 years ago,


Seattle—USA.


Perempuan berumur 19 tahun itu mendapatkan surat yang selalu dikirimkan setiap tahun di awal bulan desember. ia tidak mengerti kenapa ia selalu mendapat surat itu yang entah siapa pengirimnya. Dan karena itu, ia sangat penasaran untuk mengetahui pengirim misterius itu suatu hari nanti. Ia memasuki kamar dan mendudukan diri pada sofa yang ada disamping jendela. Wajahnya tidak berhenti tersenyum saat membuka surat itu.


Dear Hanna,


Ini bukan pertama kalinya aku mengirimkanmu surat, bukan? Setiap awal bulan desember aku selalu mengirimkan surat tanpa kau tau siapa nama pengirimnya. Aku memang sengaja membuatmu penasaran denganku. Tapi kau tau kenapa aku selalu mengirimkan surat padamu?


Ini semua karena waktu itu kita bertemu. Aku tidak yakin kalau kau masih mengingatnya tapi aku selalu mengingatnya, bahkan setiap aku menulis surat ini. Aku selalu berharap kau mengingat waktu itu, pertemuan singkat namun aku merasa senang. Tenang saja, kau tidak perlu berpikir kalau aku ini orang jahat atau bahkan penguntitmu. Tunggu sebentar lagi, kita akan bertemu secepatnya.


Love,


A.H.


■■■


2 years later,


Los Angeles—USA.


Gadis itu meniup kue ulang tahun dengan lilin berangka dua puluh satu di atasnya. Wajahnya sangat bahagia karena dihari ulang tahunnya, semua orang yang ia sayangi berada di sampingnya dan merayakan ulang tahun bersama. Ia sangat bersyukur karena di umur dua puluh satu ini, ia masih memiliki orang yang disayang yang selalu memperhatikannya. Gadis itu tersenyum melihat orang terdekatnya menyanyikan lagu ulang tahun sambil bertepuk tangan. Ini momen yang sangat berharga menurutnya.


Malam hari telah tiba, semua orang yang tadi hadir membantu memeriahkan ulang tahun sudah kembali ke rumah masing-masing. Ia mematikan semua lampu di lantai bawah untuk menghemat hiaya listrik dan berjalan ke lantai dua melewati tangga dengan setumpuk hadiah pemberian dari temannya dan juga orangtuanya. Ia membawanya perlahan sambil melirik anak tangga satu per satu dengan teliti.


Dua bulan yang lalu, ia baru pindah dari apartment ukuran kecil ke rumah ukuran sedang. Ia juga membeli dua anak anjing aetelah ia memindahkan semua barang ke rumah barunya. Ia membuka kenop pontu dengan menggunakan siku tangannya dan mendorong dengan punggung karena kedua tangannya di penuhi oleh hadiah. Ketika pintu terbuka, ia disambut dengan sepasang anak anjing.


Tidak disengaja matanta menangkat tumpukan kardus coklat di depannya yang belum sempat ia rapihkan sejak dua bulan kepindahannya. Raut wajahnya langsung berubah dari senang menjadi sedih. Ukuran kardus coklat itu lebih kecil dari kardus lainnya sehingga ia tau apa yang ada di dalamnya. Gadis itu menurunkan kedua anak anjingnya dan berjalan mendekati tumpukan kardus coklat itu lalu mengambil yang berukuran kecil.


Ketika ia membuka kardus berukuran kecil itu, ia bisa melihat tumpukan surat yang ia dapat dari teman maupun dari pengirim misterius. Surat dari pengirim miaterius itu berwarna hitam dengan sebuah pita berwarna merah muda, kadang juga kuning. Ia hanya memiliki 5 surat dari pengirim itu karena dua tahun belakang ini sudah tidak ada kiriman surat. Ia bahkan bertanya ke keluarga di Seattle apa ada kiriman surat untuknya, dan jawabannya adalah tidak ada.


Tangannya terangkat untuk mengambil surat tersebut dan membukanya satu per satu, kemudian membaca ulang semua suratnya. Ia duduk di lantai yang beralasakan permadani bulu yang halus berwarna putih, ia baru membelinya minggu lalu sewaktu ada diskon.


Mogi dan Moka menghampiri gadis itu lalu naik ke atas pangkuannya seakan minta untuk disayangi, kemudian mereka tertidur. "Apa kalian sepemikiran denganku? Apa tahun ini di awal desember dia akan mengirimkan aku surat atau tidak seperti tahun sebelumnya?" Tanya Hanna kepada kedua anjingnya.


Sebenarnya tidak penting juga untuk menanyakannya tapi biasanya hewan akan mengerti hati majikannya. Begitu juga dengan Mogi dan Moka walaupun belum lama gadis itu membelinya tapi kedua anak anjingnya sudah mengerti perasaannya. "Sebenarnya siapa sih pemilik inisial A.H. ini? Apa aku benar-benar pernah bertemu dengannya? Apa aku mengenalnya sewaktu SMA? Siapa sebenarnya?" Ucap Hanna dalam hati.


|TERIMA KASIH


|TO BE CONTINUE


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Hai semuanya, salam kenal.


namaku Yustine Philadelya, nama pena aku Yustine234. Aku penulis di ******* namun aku mencoba cari platform lain dan menemukan NovelToon. Jadi, aku mempublish ceritaku yang ada di sana dan ditulis disini dengan alur yang aku ubah agar gak sepenuhnya sama.


Instagram : @Yustine234 & @Storybyyustine


semoga kalian suka sama cerita aku ini. Thankyou!


2020.08.11