
Hanna sedikit kecewa karna bukan Arthur yang pertama mengucapkan selamat ulang tahun tapi ia juga senang karna dia tahu kalau hari ini dia ulang tahun.
"Kira-kira Arthur bakal kasih apaan?" Tanya Melly sambil menyenggol bahu Hanna.
"Aku gak tau, tapi-"
"Candle light dinner? Ke pantai? Atau sebuah ciuman panas?" Kata Melly sambil tertawa dan sesekali menyenggol bahu Hanna sehingga yang di senggol juga salah tingkah.
"Aduh gak tau lah, aku mau tidur dulu." Ujar Hanna lalu langsung naik ke kasur dan menutupi dirinya dengan selimut.
Melly masih melihat punggung Hanna sambil tersenyum lalu menyusul Hanna ke atas tempat tidur dan tidur.
02.30 AM
Melly masih belum bisa tertidur karna ia masih terpikirkan dengan sesuatu. Dimana dia harus meninggalkan Hanna karna ia harus pergi untuk berobat.
Melly baru tau penyakitnya beberapa bulan yang lalu, tepat saat tahun baru. Waktu itu dia dan keluarganya sedang merayakan ulang tahun sepupunya di rumah lalu tiba-tiba ia merasakan sakit di dada bagian kiri.
Bukan hanya itu, ia pernah merasa kelelahan dengan jalan kaki sebentar atau ia sering merasa sesak nafas. Akhirnya setelah itu, ia memeriksakan dirinya ke rumah sakit dan ia di diagnosis sakit jantung.
Sebenarnya ia sudah lama mengalami kelelahan dan sesak nafas tapi ia pikir kalau dengan istirahat akan baik-baik saja, namun hal yang parah terjadi saat perayaan ulang tahun sepupunya.
Penyakit jantung sudah berada di tingkat yang cukup parah namun ia masih memaksakan dirinya untuk tetap berada di sisi Hanna hingga temannya itu berulang tahun.
Belum lagi bukan hanya penyakit jantung yang ia idap. Kepalanya sering merasa sakit dan ia pikir mungkin karna terlalu lama bekerja dan suka lembur karna pekerjaan. Tapi tidak, saat ia konsultan tentang jantungnya, ia bertanya ke dokter dan ia disuruh periksa.
Dia di diagnosis kanker otak.
Di saat itu Melly tidak bisa berkata kalau ia mengidap dua penyakit dalam tubuhnya. Rasanya seperti kesempatan untuk hidup tidak lama. Masalah ekonomi keluarga dan dirinya mungkin cukup untuk perawatan satu penyakit dengan operasinya, tapi satu penyakitnya....
"Hanna, aku hanya punya waktu sampai sore hari dan malamnya aku akan pergi untuk berobat di luar negeri."
•••
Sepanjang hari Hanna dan Melly pergi ke tempat seperti mall, taman, tempat tumblr, dan lainnya. Mereka sering berfoto bareng karena Melly yang minta. Kalian tau itu untuk apa hasil fotonya.
Dan hari mulai sore, mereka ke taman dan di sana ada tempat untuk menulis surat dan mereka harus masukkan surat itu ke satu tempat khusus lalu satu minggu kemudian semua surat yang ada di tempat khusus itu akan di kirimkan.
Hanna menulis surat ke Melly dan sebaliknya.
"Hey! Jangan lihat!" Kata Melly lalu menjauh dari Hanna yang tadi ingin melirik miliknya. Hanna tertawa dan ia menulis kertas miliknya. Selesainya ia memasukkan surat mereka ke suatu amplob sebelum memasukkannya ke tempat khusus itu.
Mereka sekarang duduk di taman tepatnya di atas rerumputan. "Han, kalau aku misalnya suatu hari aku pergi gimana?"
"Apaan sih, Mel. Kita udah janji kalau kita selalu bersama."
"Iya. Udah hampir malam, pulang yuk." Kata Melly dan Hanna mengangguk.
Hari in, Hanna merasa aneh dengan Melly, ia merasa kalau Melly ingin pergi. Instingnya berkata seperti itu. Tapi ia mengubur jauh-jauh pikirannya itu.
"Han, aku pergi dulu ya, jaga diri, bye." Hanna mengerutkan dahinya saat mendengar 'jaga diri'. Memangnya dia akan pergi?
Namun rasa bingungnya buyar karna tiba-tiba Arthur berada di sisinya. Lelaki itu membawa satu kandang anjing dengan kantong di satu tangannya lagi.
"Apa itu?" Tanya Hanna ke Arthur.
"Hey! Kau yang mengurusnya! Aku tidak mau tau!"
"Yang ulang tahun harusnya jangan marah, nanti tambah tua, loh." Hanna makin kesal dan ia memilih langsung masuk kedalam rumah.
Selanjutnya pada malam hari, Hanna dan Arthur candle light dinner di sebuah pantai. Lelaki itu mendekor pantainy dengan sangat cantik. Lantunan musik yang mengiri suasana romantis mereka.
Tidak lupa ciuman panas dan juga dansa dengan suara musik biola yang romantis.
"Hari ini akan ku ingat semuanya." Begitu kata Hanna saat semuanya berakhir tepat tengah malam.
•••
30 March 2003
-Rumah Hanna-
Sebuah barang yang ia tunggu akhirnya datang. Surat. Hanna langsung bergegas membuka barang itu dan melihat sebuah ratusan kata yang tertulis di kertas itu.
Selama seminggu Hanna belum bertemu dengan Melly, dan Hanna tidak heran, mungkin itu karna ia ada urusan keluarga atau tidak. Melly memang selalu sibuk dan Hanna tau tentang itu.
Tapi Hanna sedikit aneh saat ia tidak bisa berkomunikasi dengan Melly dan akhirnya barang yang pernah ia dan sahabatnya itu buat bersama datang.
Hanna tidak bisa menahan lagi dan langsung membaca isinya. Hingga ia baca semuanya....
Dear Hanna,
23 March 2003
Hanna, mungkin saat kamu baca surat ini aku sudah tidak ada di negara yang sama denganmu. Tapi kita menghirup udara yang sama. Tepat di ulang tahunmu, aku ingin membuat kesan yang baik dan aku harap kamu ingat dengan hari ini.
Hanna, aku tidak ingin meninggalkan kamu tapi ini demi kebaikanku juga. Aku mengidap 2 penyakit dalam diriku.Kanker otak dan jantung. Penyakitku cukup parah.
Sebenarnya aku harus berobat dari bulan lalu tapi demi aku ingin membuat kesan di hari ulang tahun kamu, aku menunda berobatku.
Maafkan aku Hanna, aku harus membatalkan janji yang kita buat dari masa sekolah. Setelah aku mengantarmu pulang, itu adalah terakhir kali aku melihat mu, atau mungkin tidak.
Kenapa kita banyak mengambil foto bersama hari ini, itu karna aku ingin mengingat sahabatku saat aku menjalankan pengobatan di sana.
Hanna, jika sampai berapa tahun aku tidak kembali, berarti aku sudah tidak ada di dunia ini. Maaf aku tidak membiarkan kamu mengetahui tentang penyakitku ini karna aku tidak mau menbuat sahabatku sedih.
Hanna, aku beruntung mempunyai sahabat kayak kamu. Aku beruntung aku banyak menghabiskan waktu denganmu. Aku beruntung pernah mengenal kamu. Aku beruntung disaat aku susah atau kamu susah, kita dapat saling bercerita.
Canda tawa dan bahkan pertengkaran yang kita alami itu akan ku ingat. Mungkin sekarang aku sedang berjuang dengan hidupku.
Dan kalau habis ini kamu ke rumahku atau ke keluarga terdekatku, semuanya tidak ada. Keluargaku semuanya pergi. Maafkan aku Hanna.
Kau sahabat terbaikku.
Love,
Melly.
TO BE CONTINUE