The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 48 - Secret 2.3



2 May 2003


-Phoenix's Club-


Charlotte dan Sarah sedang berada di club malam, mereka sudah menghabiskan berapa botol minuman yang membuat mereka melayang.


"Baby, kau menginginkannya hari ini?" Tanya seorang lelaki yang duduk di samping Charlotte, lelaki itu langsung menyibakkan rambut Charlotte yang menutupi bagian leher mulusnya. Setelahnya Lelaki itu bermain di area leher yang membuat Charlotte mendesah.


"My baby, mau aku bantu menghilangkan masalahmu hari ini, uh?" Ujar lelaki lain yang sekarang sudah duduk di samping Sarah, ia melingkarkan tangannya pada pinggang Sarah sedangkan satu tangannya lagi menyingkirkan rambut yang menghalangi pada bagian leher.


"Ughhahhh...yeahhh..." Desahan Sarah dan Charlotte yang sudah tidak bisa mereka tahan. Akhirnya tanpa Charlotte dan Sarah sadari, mereka di bawa ke sebuah kamar.


Kedua lelaki itu melempar Charlotte dan Sarah ke atas ranjang lalu mulai mencium mereka. Tanpa mereka berdua ketahui, kedua lelaki itu memasukkan obat tidur di sela ciuman mereka.


Selesainya, kedua lelaki itu meninggalkan Charlotte dan Sarah yang mulai kehilangan kesadaran. Salah satu lelaki itu mengambil handphone lalu mencari nama 'Arthur'.


"Semua sudah siap, Tuan. Kita sudah membawa mereka ke kamar." Ujar lelaki itu pada telpon.


"Baiklah, uangnya nanti saya transfer." Kata Arthur lalu menutup telponnya.


Tidak lama kemudian, Arthur dan Kenzo sudah tiba di club lalu langsung ke kamar Charlotte dan Sarah berada. Saat itu Mereka—Charlotte dan Sarah—masih tertidur pulas.


Arthur dan Kenzo bisa melihat tanda merah di leher Charlotte dan Sarah. Mereka langsung merasa jijik melihatnya.


"Kita tidak akan menyerahkannya dengan mudah bukan?" Tanya Kenzo ke kakaknya. Arthur mengangguk.


"Tentu. Bukan hanya mereka yang bisa mempermainkan kita, kita juga bisa mempermainkan mereka." Ujar Arthur sambil mengeluarkan handphone dari saku celana miliknya.


"Jangan bilang kau..." Kenzo mengantungkan ucapannya saat Kakaknya menunjukkan layar handphone yang menampilkan kamera.


"Aku akan mempermalukan mereka dengan menyebar ke media massa. Aku rasa itu cukup, terlebih Sarah dan Charlotte adalah anak dari pemilik perusahaan yang cukup terkenal, apalagi dengan Charlotte. Aku akan puas dengan itu." Kenzo dan Arthur tersenyum.


Cekrek.


Cekrek.


Cekrek.


Mereka mengambil foto hingga puluhan foto. Mereka memfoto dari atas kepala hingga ujung kaki, tidak ada yang terlewati. Selesainya, mereka menelpon kantor polisi untuk menceritakan kejadian Jess dan Hanna berserta dengan buktinya.


•••


Hampir saluran televisi menampilkan berita tentang Sarah dan Charlotte. Kedua perempuan itu tidak berani menunjukkan dirinya di luar dan semenjak berita itu keluar menyebar luas, kedua orangtuanya—Charlotte—memarahinya habis-habisan.


Bagaimana tidak, Perusahaan keluarganya mengalami penurunan drastis bahkan di ajang kebangkrutan.


Sedangkan Sarah, dia di dalam Apartementnya dan menutup seluruh ruangan bahkan sampai tidak membiarkan cahaya masuk. Ini sudah kedua kalinya ia seperti ini dan bedanya tidak ada orang yang mendukungnya sekarang.


Ia sendiri.


Sarah menangis keras saat ia membayangkan bagaimana pikiran orang terhadap dirinya. Perempuan itu baru menyesal atas perbuatannya.


Hingga tiba-tiba pintu kamar Sarah terbuka paksa dan disaat itu adalah dimana Sarah di tangkap oleh Polisi.


Di lain sisi, Charlotte sedang sendiri di kamarnya. Kedua orangtuanya langsung pulang pergi ke negara lain untuk mengurus perusahaan yang di ujung kebangkrutan.


Charlotte mengusap rambutnya dengan gusar dan bahkan mengacaknya sambil menangis. Diluar sedang keadaan hujan dan seakan itu mewakili perasaannya sekarang.


"Dimana Miss Charlotte?" Charlotte mendengar namanya di panggil dari luar kamar. Perempuan itu langsung ketakutan dan mencoba untuk menyembunyikan diri.


BRAK!


Memang bukan saatnya dewi fortuna di pihaknya, Charlotte tertangkap oleh Polisi saat dirinya ingin melompat dari jendela kamarnya. "LEBIH BAIK AKU MATI DARI PADA MENEKAM DI PENJARA!!" Teriak Charlotte sambil meronta dalam pegangan pada polisi.


"LEPASKAN!!" Charlotte terus berteriak dan meronta hingga polisi mengikat kedua tangannya dengan borgol. Sekarang Charlotte bahkan terlihat seperti orang tidak waras.


•••


Arthur dan Kenzo sudah berada di kantor polisi bersama Hanna dan Jess di sisi mereka masing-masing. Saat Sarah dan Charlotte masuk melewati Hanna, Jess, Kenzo, dan Arthur, kedua lelaki itu langsung memeluk kekasihnya dengan posesif.


"Hanna, Jess, i'm sorry." Kata Sarah dengan sedih sebelum dirinya di bawa paksa melewati pintu yang di dalam terdapat banyak ruangan yang sisinya adalah jeruji besi.


"AKU MASIH BELUM MENERIMA INI!!!" Teriak Charlotte saat melihat Arthur dan Hanna bersama, akhirnya ia pun di tarik paksa oleh petugas kepolisian untuk masuk melewati pintu yang di lewati oleh Sarah sebelumnya.


Selanjutnya adalah Dokter dan orang yang menabrak Hanna dan Jess. "Dia bahkan sudah gila." Ucap Kenzo setelah semuanya sudah melewati pintu itu.


"Dia bahkan sudah gila sebelum dia melakukan ini." Kata Arthur lalu membawa Hanna pergi, begitu juga Kenzo pergi bersama Jess dan memulai semuanya dari awal. Kenzo semakin posesif sama juga dengan Arthur. Mereka kakak beradik memiliki masalah yang sama jadi apa yang mereka lakukan pasti sama.


TBC