The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 23 - Eyes On You



Arthur baru saja selesai mandi di dinginnya malam di pulau Saipan ini. Seharusnya ia sudah tertidur sejak tiba di hotel beberapa jam yang lalu. Namun ia ingin menistirahatkan tubuhnya dengan menggunakan guyuran air dari shower. Sangat menyegarkan tubuhnya.


Arthur menggosokkan handuk kepada rambut yang masih basah. Setelah selesai memakai pakaian tidur, Ia mengambil laptop dan meletakkannya di atas meja kamar hotel ini. Kemudian ia membuka laptop dan mencari data tentang Hanna.


Sebenarnya ia sangat jarang untuk membuka hal semacam ini karena biasanya sudah ada yang mengurus. Oleh karena itu, kenapa sangat jarang sekali pegawai yang bekerja di Harrison Group mengenali wajah atasannya. Sebenarnya hanya saat Arthur yang memimpin dan sebelum Arthur memimpin semua pegawai mengenali wajah atasannya.


"Hanna Parkinson. Lahir di Boston, 23 Maret 1980...." Arthur membaca data yang lebih lengkap tentang Hanna sebelum ia berpindah ke tempat tidur.


"Aku yakin memang dia orangnya." Arthur menyunggingkan bibirnya. Ini sudah terpampang dengan jelas tentang lulusan sekolahnya, sama seperti adikku. Arthur membatin. Rasa senang kembali menggerogoti dirinya, seakan memang hari ini adalah hari terbaik dari hari lainnya.


Pertama, ia menghabiskan waktu berdua dengan Hanna sangat banyak. Tidak, sebenarnya selama waktu bekerja, ia akan menghabiskan waktu dengan perempuan itu. Namun disini berbeda karena tidak dalam konteks bekerja tapi liburan.


Meskipun Arthur tau jika Hanna masih mengedepankan tentang kehormatan terhadap atasan kepada bawahan. Padahal Arthur benar-benar ingin menghapus hubungan atasan terhadap bawahan.


Paling tidak semua kekesalan itu terbalas dengan ciuman. Meskipun sepanjang ciuman itu Hanna tidak membalas malahan membeku tapi bukankah itu sudah cukup buat Arthur? Oh, sebenarnya terlihat cukup dan puas di luar padahal dalam hatinya ingin terus melahap bibir mungil itu bahkan ia meminta lebih dari itu.


Mengingat kejadian ciuman di pesawat membuat Arthur kesemsem sendiri. Tidak bisa berhenti tersenyum. Ia menafsirkan sendiri apa ciuman itu adalah ciuman pertama Hanna karena dari gerakan Hanna, terlihat seperti gadis itu baru berciuman.


Arthur gemas melihat Hanna bertindak seperti anak kecil. Pipi yang memerah, belum lagi melihat gadis itu kesal, mengumpat pada dirinya, oh jangan lupakan tentang 'pujian' untuk dirinya. Haha, hal yang tidak mungkin Arthur lupakan sampai kapanpun.


Arthur penasaran apa yang akan terjadi esok hari jika Hanna mengingat tentang apa yang sudah mereka lakukan selama di pesawat. Pria ini baru ingat jika selain berciuman, akan masih ada hari untuk mereka berdua, hanya berdua. Tegaskan hal itu jika perlu garis bawahi. Lihatlah apa yang akan terjadi selanjutnya.


Arthur dengan pikirannya tidak ada yang tau. Mari kita nantikan apa yang akan terjadi pada Hanna.


Sebuah dentingan ponsel mampu membuat senyuman di wajah Arthur buyar seketika. Arthur mengutuk siapapun yang menganggu dirinya membayangkan Hanna sekarang.


"Sarah?" Gumamnya pelan. Ia mengerutkan dahi dan mengingat siapa perempuan ini. Mungkin begitu banyak perempuan yang sudah ia kencani atau melakukan **** dengannya hingga ia tidak ingat namanya. Oh memang Arthur tidak pernah mengingat nama wanitanya.


Hanya Hanna yang bisa ia ingat.


Arthur membalas pesan tersebut dengan singkat. "Menganggu sekali." Ucapnya lalu menaruh ponsel tersebut di sebelah laptop kerja miliknya. Tidak lama kemudian pesan itu muncul di layar ponsel dan membuat Arthur mengarahkan matanya ke layar ponsel tersebut.


Sebenarnya Arthur enggan untuk mengambil lalu membalas. Tapi untuk sekali-kali ia membalas perempuan bernama Sarah tersebut karena...hmm tidak tau. Arthur juga tidak tau kenapa pikirannya menyuruh dirinya untuk membalas pesan tersebut. Pikiran sama hati memang susah untuk bekerja sama.


Sarah


Kau sedang di Saipan?


Arthur


Iya, kau siapa?


Sarah


Aku Sarah teman Kenzo. Kau tidak ingat aku?


"Oh Sarah dia." Gumam Arthur sambil mengangguk. Ia kenal dengan Sarah, dia merupakan teman dekat Kenzo sewaktu adiknya masih di London. Perempuan itu selalu bersama dengan Kenzo kemanapun dia pergi.


Bahkan Kenzo sering menginap di rumah Sarah atau sebaliknya. Sarah perempuan yang baik sepanjang Arthur mengenalnya. Tapi yang di benak Arthur sekarang, untuk apa Sarah mengirim pesan untuknya.


Arthur


Tentu aku ingat kau teman Kenzo, untuk apa kau menanyaiku?


Sarah


Aku hanya melihat kau tadi, tapi ternyata benar kau. Aku hanya ingin bertanya apa Kenzo ada bersamamu?


Arthur


Tidak, dia sendiri di rumah.


Sarah


Arthur


Entahlah, mungkin aku pulang telat dari pegawaiku.


Sarah


Kalau begitu istirahatlah, aku pikir kau baru saja tiba di Saipan setelah seharian di pesawat. Selamat malam.


Arthur


Malam


Pembicaraan singkat antara Arthur dengan Sarah tidak akan membuat pria itu tidak melanjutkan kenangan antara dirinya dengan Hanna. Ia berdiri dari tempat duduk lalu menaruh ponsel di meja kecil dekat dengan tempat tidur.


Ia membaringkan tubuhnya pada tempat tidur yang empuk dan dingin itu. Pikirannya masih dihantui dengan Hanna serta ciuman yang merupakan kenangan paling indah. "Good night, Hanna. Sweet dreams."


•••


Pagi ini mereka—pegawai Harrison—berkumpul di pantai dekat hotel mereka tinggal. Sebenarnya tidak begitu banyak pegawai yang datang, sekitar 40 pegawai yang ikut. Ini di karenakan mereka lebih memilih berkumpul dengan keluarga mereka untuk menghabiskan waktu liburan.


Hanna bersama dengan Melly berbincang tentang betapa indahnya pantai ini. Air yang biru serta pasir yang begitu bersih tanpa ada sampah disana. Pulau ini tidak bisa dibilang besar, tapi untuk keindahannya tidak bisa di bilang buruk. Ini sangat indah.



Mungkin karena masih begitu pagi sehingga di pantai ini masih sangat sepi. Hanya ada beberapa orang yang berlalu lalang di pantai ini bersama dengan seluruh pegawai Harrison.


Akhirnya orang yang ditunggu pun tiba dengan kemeja biru dan celana pendek berwarna coklat muda. Dia adalah Arthur dengan kaca mata yang bertengger pada hidungnya yang mancung. Oh jangan lupakan, saat ini, seorang Arthur memakai sendal jepit untuk alas kakinya.


"Pagi semua, mungkin ini pertama kali Saya berhadapan dengan pegawai Saya, terkecuali orang yang sering rapat bersama saya dan juga kedua sekretaris saya," Arthur melirik Hanna yang berada cukup jauh darinya. Gadis itu sedang menghindari tatapan mata darinya, seakan gadis itu sudah tau apa yang sudah mereka lakukan malam kemarin.


"Karena saya tidak begitu pandai berbicara basa basi, bagaimana jika kita menikmati liburan ini bersama? Sekarang?" Arthur tersenyum sekali di hadapan pegawai miliknya. Setelah itu terdengar seruan pegawai yang bersorak gembira. Hanna dan Melly juga berteriak gembira dan mulai mendekati air biru nan jernih itu tanpa menghilangkan senyuman yang begitu lebar di wajahnya.


Sekarang hanya ada Arthur yang masih di tempat yang sama saat ia berbicara tadi. Ia tertinggal sendiri. Ralat, memang lelaki itu yang tidak berjalan dari tempatnya dan memilih berdiri sebentar sambil mencari kemana Hanna pergi.


Disaat mata elangnya menangkap pergerakan dari mangsanya, elang itu tersenyum dalam diamnya. Hingga disaat itu, elang itu terbang mendekat ke mangsanya dengan pergerakan pelan-pelan sehingga dapat menikmati kegembiraan mangsanya itu.


Mangsanya kali ini memakai pakaian yang cukup terbuka. Memakai baru model sabrina dengan memperlihatkan perut ratanya sedikit lalu memakai celana pendek berwarna biru yang senada dengan kemeja miliknya.


Ia tidak menyukainya!


Hanna masih asik bermain air bersama dengan Melly serta teman perempuannya yang lain seperti Jennie, Rose, lisa, serta Jisoo. Tidak ingin menganggu acara bermain airnya itu, akhirnya Arthur memilih untuk duduk di pasir yang tidak begitu jauh dari Hanna.


Meskipun tangan ia sangat gatal untuk memakaikan kemeja miliknya pada tubuh gadis itu untuk menutup bahu yang mulus itu. Arthur masih memperhatikan seluruh gerakan tubuh dari Hanna dari kejauhan. Seperti ia menjaga barang limited edition yang merupakan barang kesayangan.


Apa Hanna barang kesayangan Arthur?


Jawabannya hanya ada pada Arthur sendiri karena apa yang ada pada dirinya sulit untuk di ketahui.


Tanpa di sengaja, mata milik Hanna bertabrakan dengan mata milik Arthur. Dengan cepat Hanna membuang tatapan itu dan melanjutkan keseruan bermain air dengan temannya.


Arthur menyunggingkan bibirnya. Ia masih memperhatikan gerak-gerik perempun itu namun pikirannya tidak. Ia memikirkan apa tatapan gadis itu adalah sebuah ketidaksukaan karena sebelumnya pada 'pujian' itu dia bilang bahwa dirinya menjijikan.


Atau yang kedua karena Hanna malu pada Arthur saat mengetahui bahwa dirinya berciuman dengan Arthur? Entahlah, Arthur pun tidak tau jawaban dari pertanyaan itu.


Lihat nanti saja.


TO BE CONTINUE