
Dengan ketukan-ketukan bunyi yang berasal dari sepatu tingginya itu, ia melangkah dengan angkuhnya tanpa menanggapi sautan orang yang menahannya agar perempuan itu melangkah lebih jauh.
"Diamlah! Kau ingin aku bilang ke tuan Arthur untuk memecatmu, hah?!" Charlotte langsung membuang nafas kasar dan berjalan dengan terburu-buru ke dalam lift. Ketika dentingan lift berbunyi, perempuan itu langsung masuk dan Sarah pun langsung menyusul masuk ke dalam ruangan Arthur untuk menahan perempuan itu. "Damn! Ada lagi, apa kau ingin-" celetuk Charlotte kesal.
"Biarkan dia." Kata Arthur dengan dingin dan Sarah langsung meninggalkan mereka. Charlotte sedikit membenarkan bajunya yang tadi sedikit Sarah tarik. Hanna melirik kearah Charlotte dan kemudian kembali bekerja. Ia tidak mau drama di depannya membuat pekerjaannya terhambat.
"Untuk apa kau datang kemari, masalah kita sudah selesai bukan?" Tanya Arthur tanpa melirik sekali pun ke Sarah. Lelaki itu masih fokus pada pekerjaannya.
"Aku tidak mungkin menyerah begitu aja, Arthur sayang. Aku masih banyak jalan untuk mendapatkanmu, aku bahkan.." Charlotte melirik Hanna yang juga sedang fokus pada pekerjaannya.
Arthur melirik sedikit karena ia tidak mendengar ucapan Charlotte berikutnya. Lelaki itu langsung bangun dari duduknya saat tau kalau kekasihnya sedang di tatap oleh perempuan itu.
"Hanna, bisa kau ambilkan aku kopi?" Hanna langsung berdiri diselingi helaan nafas dan mengangguk sebelum ia berjalan keluar ruangan.
"Charlotte, ku peringati kau, jika kau menyentuh Hanna walaupun itu hanya sedikit, aku tidak yakin kau masih merasa aman di negara ini. Aku harap kau bisa memikirkan ucapanku hari ini dan juga ucapanku yang kemarin-kemarin." Arthur mengucapkan itu sambil menunjuk-nunjuk jari telunjuknya ke hadapan Charlotte.
"Begitu kau menyayanginya, huh?" Arthur berdecih mendengar ucapan Charlotte.
"Kau tau jawabannya dan oh ya, aku harus mengulang kalimat ini. Semakin kau berusaha untuk mendapatiku dengan berbagai cara, maka aku semakin memandangmu rendah bahkan seperti ******. Oh..bukankah kau ******?" Charlotte mulai kesal mendengarnya.
"Bukankah kau suka mengundang perempuan untuk melakukan one night stand bersamamu, Arthur? Bukankah kita sama?" Charlotte mendekati Arthur dan menyentuh dada Arthur dengan jarinya dan bermain di sana sambil melihat ke Arthur.
Arthur menjauh dengan cepat. "Jauhkan tangan kotormu itu!"
"Sudahlah jangan mengelak lebih, sayang. Terima pertunangan ini dan kita menikah lalu hidup bahagia."
"Kau benar-benar wanita rendahan," Arthur langsung menarik Charlotte dengan kasar keluar ruangan. Perempuan itu melihat Arthur dengan kesal. Charlotte berdiri dari jatuhnya dan merapihkan bajunya. "Arthur lihat saja, apapun harus aku lakukan untuk mendapatimu."
"Maaf, Miss. Sebaiknya kau jangan menjadi perusak dalam hubungan mereka." Ucap Sarah. Charlotte langsung menatap Sarah.
"Eh kau, jangan buat ulah seperti sekretaris dulu ya! Jabatanmu hanya sekretaris disini, jangan seenaknya kau memerintah saya! Dasar!" Charlotte langsung pergi ke dalam lift dengan wajah yang masih kesal.
Sarah hanya berdecih lalu kembali ke meja kerjanya.
"Kau kenapa?" Tanya Hanna yang baru saja kembali untuk membuat kopi milik kekasihnya. Sarah menggeleng.
Hanna juga tidak mau tau, jadi dia melanjutkan langkahannya. Namun dalam hati ia penasaran apa saja yang terjadi. Jika tebakannya benar, pasti Charlotte habis melontarkan hujatan pada Sarah. Entahlah, Hanna pun masih bingung kenapa Charlotte masih saja mengejar Arthur padahal kekasihnya sudah mengatakan hal rendahan padanya. Apa rasa suka Charlotte menjadi obsesi?
•••
-Perusahaan Heaton-
Alfred sedang menenangkan dirinya setelah habis-habisan ia memarahi anak buahnya. Suara ketukan pintu membuat lelaki itu melirik dan tidak lama ia menaikkan kedua senyumannya.
"Apa kau tau kalau Arthur menambah sekretarisnya? Dia sangat menyebalkan!" Ujar Charlotte sambil mendudukkan dirinya ke sofa besar di ruangan Alfred.
"Ya. Aku tau, kalau tidak salah dia bernama Sarah."
"Sarah. Sarah. Kenapa tidak asing?"
"Aku belum melihat wajah sekretaris barunya tapi jujur aku juga tidak asing dengan namanya, kalau tidak salah Sarah itu teman Kenzo waktu di London. Tapi mana mungkin dia ada disini, dia mem-"
Ya. Waktu itu Kenzo dan Charlotte sedang menuggu yang lain datang, tepatnya ini waktu mereka pergi bersama dalam rangka perayaan musim panas bulan Juni lalu.
"ya biarkan saja, apapun itu. Kau sudah makan?"
"Belum-"
"Yasudah ayo kita pergi makan."
•••
-Italian Roulettious Restaurant-
02.00 PM
Charlotte izin ke toilet sebentar sembari menunggu makanan yang belum datang. Sesampainya di toilet ia memasuki salah satu tempat dan menutupnya dengan cepat lalu duduk. Ia mengeluarkan benda kecil yang berbentuk persegi panjang. Perempuan itu mengetik sebuah pesan ke seseorang.
To. Mr.X
aku punya pekerjaan untukmu.
Send.
Read.
From Mr.X
Aku selalu siap melayani.
Read.
To. Mr.X
Carikan seluruh informasi tentang perempuan bernama Sarah dan apa hubungannya dengan Kenzo anak kedua dari Vincent Harrison.
Send.
Read.
From Mr.X
Aku tidak akan mengecewakanmu.
Read.
Charlotte menyunggingkan bibirnya dan setelahnya ia pergi dari toilet dengan wajahnya seperti tidak habis melakukan apa-apa.
TO BE CONTINUE