
26 March 2003
-Apartement Sarah-
Mereka menyunggingkan bibirnya. "Aku yakin ini akan berhasil, bagaimana menurutmu?" Ujar Sarah sebelum ia menyeruput minumannya.
"Cukup sadis tapi sangat bagus, aku sebenarnya menginginkan mereka langsung hilang dari kehidupan ini, tapi kalau begitu sangat tidak seru, bukan?" Sarah mengangguk.
"Sebelumnya aku sudah mengetes apa golongan darah mereka, dan ternyata darah mereka sama seperti kita bukankah itu beruntung? Tapi kita juga harus kerjasama dengan dokter yang akan menangani mereka." Ujar Sarah.
"Kau benar, aku ada kenalan dokter dan dia sudah biasa menangani hal seperti ini, bagaimana?"
"Sangat bagus, apa dia ada waktu kosong lusa?"
"Dia selalu bisa kapan saja." Kata Charlotte sambil tertawa.
•••
28 March 2003
-Los Angeles Hospital-
Sarah dan Charlotte membuka kenop pintu dengan senyum di wajahnya. Cukup waktu lama untuk Sarah dan Charlotte untuk bekerja sama dengan dokternya.
"Aku harap kau bisa melakukannya, kau sudah pernah melakukan misi ini sebelumnya, bukan?" Tanya Charlotte pada dokter kenalannya.
"Ya aku pernah, tenang saja, ini akan berjalan lancar." Ujar dokter itu.
"Pastikan nanti mereka benar-benar percaya jika stok darah disini habis. Setelahnya biar kami yang urus." Ujar Sarah pada dokter itu.
"Kau bisa percayakan padaku."
•••
30 March 2003
"Aku sudah mengirim pesan agar Jess pergi ke Cafe Jersey, kau sudah tau nomor mobilnya bukan?" Kata Sarah di telpon.
"Aku sudah di posisi, aku tinggal menunggu orang yang kita suruh untuk menabrak Jess." Ucap Charlotte.
Saat itu Jess sedang menunggu lampu merah berganti hijau. Ia menunggu sambil menelpon orang penting dan saat lampu hijau menyala, ia melajukan mobilnya namun ia tidak melihat ke sisi sampingnya yang ada mobil dengan kecepatan tinggi melaju kearahnya.
Mobil yang melaju ke arah Jess sudah di modifikasi. Rem pada mobilnya di rusak sehingga saat orang yang di suruh Charlotte melaju kencang, orang itu langsung keluar dengan berbagai perlengkapan tubuh yang aman yang terpakai di dirinya.
BRAK!!
Charlotte langsung menyunggingkan bibirnya dengan senang. Setelahnya ia langsung menghampiri orang yang ia suruh dan memberikan uang padanya.
Charlotte menelpon Sarah setelah tujuan mereka berhasil. "Masalah selesai." Ujar Charlotte pada Sarah.
"Setelah ini selanjutnya adalah Hanna." Kata Sarah yang sedari tadi sudah tersenyum senang.
"Aku tidak sabar melihat yang ini."
Selanjutnya, saat itu, Hanna sedang mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang dan terjadilah tabrakan. Tentu orang yang menabrak Hanna adalah orang suruhan yang sama yang menabrak sahabatnya Jess.
Sesuai rencana, Arthur dan Kenzo meminta tolong ke Sarah dan Charlotte untuk mendonorkan darah mereka ke Hanna dan Jess.
Mereka tidak benar mendonorkan darah mereka ke Hanna dan Jess tapi menggunakan darah dari simpanan rumah sakit. Ya. Darah golongan mereka sebenarnya masih sedia di rumah sakit.
Arthur dengan Charlotte dan Kenzo dengan Sarah. Sesuai syarat Charlotte dan Sarah, Kenzo dan Arthur harus menjauhi Jess dan Hanna.
Semua aktivitas Arthur dan Kenzo di pantau oleh Charlotte dan Sarah. Hingga satu bulan setelahnya, Charlotte mulai bosan dengan Arthur yang penampilannya tidak di urus.
Charlotte lebih sering bermain di club dengan para laki hidung belang yang memuaskan dirinya.
Begitu juga dengan Sarah, ia dan Kenzo hanya bertahan selama 1 bulan, Sarah lebih sering ke club karna saran dari Charlotte. Akhirnya Sarah ketagihan dan menjadi perempuan seperti Charlotte.
Setelah Kenzo dan Arthur bebas dari Sarah dan Charlotte, mereka mulai menyelidiki Sarah dan Charlotte. Mereka merasa kalau kejadian waktu itu adalah rancangan semata, mereka merasa kalau semua sudah di susun.
Semua kejadian sama dan terjadi di hari yang sama. Bukankah itu aneh? Terlebih rumah sakit tidak menyediakan darah, bagaimana mungkin rumah sakit bisa kehabisan darah, padahal di hari itu tidak banyak kecelakaan.
Akhirnya Kenzo dan Arthur memeriksa cctv pada lokasi kejadian Hanna dan Jess. Mereka juga memeriksa semua kejadian saat di hari itu di rumah sakit, bahkan mereka memeriksa stok darah pada saat itu.
"Sudah ku duga kalau ini sudah di rencanakan. Aku ingin Charlotte, Sarah, dan dokter yang telah mencelakai Jess dan Hanna mendapat hal yang setimpal." Kata Arthur dengan emosi yang tidak bisa ia tahan lagi.
TBC