The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 46 - Maybe Later



Hanna dan Arthur sedang fitting baju pengantin. Hanna mencoba 3 model baju pengantin yang akan di gunakan pada hari pernikahan mereka nanti, sedangkan Arthur dia mencoba 2 model baju.


Yang pertama adalah baju pengantin berwarna putih yang panjang, kedua berwarna merah namun pendek untuk Hanna berdansa dengan Arthur dipertengahan acara, dan terakhir adalah warna biru untuk party di akhir acara.


Sedangkan Arthur, dia akan memakai tuxedo berwarna putih dengan kemeja hitam hingga ia berdansa dengan Hanna, dan terakhir adalah berwarna hitam untuk akhir acara.


"Bagaimana bajuku?" Tanya Hanna ke Arthur yang terdiam sambil menatap ke Hanna.


"Arthur?" Tanya Hanna lagi. Arthur langsung sadar.


"Kau cantik seperti biasanya. Bagaimana denganku?"


Hanna hanya tersenyum. "Biasa saja." Arthur menghela nafas sabar. Dan tersenyum kecut.


Setelah itu, Hanna berganti pakaian begitu juga dengan Arthur. Mereka memesan baju pengantin yang barusan mereka coba.


"Kemana setelah ini?"


"Aku ingin makan." Kata Arthur.


Singkat cerita mereka sudah selesai makan dan setelahnya Arthur mengajak ke sebuah taman. Lelaki itu tiduran di atas paha Hanna sebagai pangkuan kepalanya, sedangkan Hanna, ia memainkan rambut Arthur.


"Arthur." Panggil Hanna yang langsung di balas dengan deheman Arthur sambil menutup matanya.


"Bagaimana kabar Alfred, tiba-tiba aku mengingatnya. Ia seperti di telan bumi."


"Dia pindah negara setauku. Kita sudah jarang bertemu sejak Sarah dan Charlotte tertangkap polisi."


"Padahal aku menginginkan dia datang ke acara pernikahan kita, aku harap dia baik-baik saja."


Arthur tersenyum sambil berdeham dengan mata tertutup. "Sudahlah aku sedang malas berbicara tentang orang lain, aku ingin kita berbicara dengan kita saat ini dan kedepannya."


Akhirnya mereka disana hingga matahari tenggelam sambil membicarakan rencana setelah mereka menikah. Seperti ingin mempunyai anak berapa dan masalah-masalah lainnya. Mereka jarang bicara serius selama mereka berhubungan, jadi tidak masalah kan untuk membicarakan semuanya sebelum menikah.


•••


Dengan balutan dress putih, Hanna keluar dari ruang tunggu. Perasaan yang campur aduk dan juga gugup yang menyerangnya tidak bisa ia atur. Bahkan perutnya sering merasakan sakit karna terlalu gugupnya, berulang kali ia menarik dan membuang nafas tapi itu tidak membantu sama sekali.


"Ayo, Hanna! You can do it!" Kata Hanna pada dirinya yang sekarang di depan pintu gereja. Di sampingnya ada Ayahnya yang sudah membesarkannya. Ayahnya tersenyum yakin kepada anaknya. Matanya memancarkan kebahagiaan karena ia masih bisa melihat anaknya menikah dengan lelaki yang dia sayangi.


Hanna menjadi mengulas semua kejadian sebelum hari bahagia ini datang. Sewaktu Arthur hilang tanpa kabar selama sebulan dan juga Jess yang menangis selama di rumah sakit karena kita memiliki masalah yang sama. Setelah Sarah diserahkan ke pihak berwajib, Kenzo langsung menuju ke rumah sakit untuk menemui Jess dan menceritakan semuanya. Sebentar lagi mereka juga akan menikah, tinggal menunggu surat undangannya saja. Tidak sadar, Hanna sudah sampai ke altar. Ia melihat Arthur dari balik penutup wajahnya dengan senyuman yang tidak bisa ia hilangkan.


"Aku percayakan Anakku padamu, Arthur." Kata Ayah Hanna lalu memberikan tangan Hanna pada Arthur. Arthur mengangguk pasti sebelum mengambil alih tangan Hanna.


Akhirnya mereka melakukan janji suci di hadapan tuhan. Selanjutnya Arthur di persilakan untuk mencium Hanna. Tidak di sangka, disaat itu, tidak banyak orang yang menangis saat melihat mereka.


Terlebih pada orangtua Hanna. Mereka tidak menyangka kalau Hanna sudah bisa menikah dengan lelaki yang ia sayangi dan cintai.


"Mungkin aku bukan lelaki yang baik, tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk anak kita nanti." Ucap Arthur pada Hanna. Perempuan itu mengangguk tersenyum sambil menatap Arthur.


"Mungkin aku bukan istri yang baik, tapi aku akan berusaha menjadi yang terbaik untuk anak kita nanti." Setelahnya Arthur dan Hanna menyatuhkan dahinya sambil tersenyum.


Singkat cerita, malamnya adalah perayaan pernikahan mereka. Banyak tamu dari berbagai perusahaan yang datang dan teman sekolah Hanna maupun Arthur.


"Alferd kemana aja selama ini?" Tanya Hanna saat Alfred datang di depannya Arthur dan dirinya untuk berjabat tangan.


"Belakangan ini perusahaanku mengalami kekurangan dana tapi sekarang sudah kembali stabil lagi. Sebelumnya, selamat menempuh hidup baru ya, semoga langgeng." Ucap Alfred sambil berjabar tangan dengan Hanna dan Arthur.


Akhirnya acara pesta pernikahan telah selesai, Hanna dan Arthur langsung ke Apartement Arthur untuk sementara. Ya. Rumah mereka untuk mereka sendiri sedang dalam pembangunan, jadi untuk sementara mereka akan tinggal di Apartement Arthur, atau sekarang milik Hanna juga?


Singkat cerita Hanna dan Arthur sudah membersihkan diri dan sedang tidur-tiduran di atas ranjang.


"Hann-"


"Aku mau tidur dulu ya, capek banget." Kata Hanna memotong ucapan Arthur. Ia langsung menidurkan dirinya di sisi ranjang dan menutupi dirinya dengn selimut hingga ke kepalanya, tapi matanya tidak terpejam.


Arthur menghela nafas pelan sambil menatap ke Hanna yang tertutup selimut.


Mungkin nanti.


-Arthur.


Akhirnya Arthur menyusul Hanna dalam mimpinya.


TBC