
6 AM
"Uh..kembali seperti biasa. Aku masih ingin libur." Kata Hanna bermonolog. Ia beranjak dari kasurnya dan mencuci muka sebelum ia pergi berolahraga. Masih ada waktu sebelum ia pergi ke kantor untuk bekerja.
Uh..uh...
Gadis itu terengah-engah setelah berlari di taman dengan mengitari sebanyak 5 kali. Luas taman ini sangat luas dan di tengah terdapat danau yang ukurannya besar. Setelah berlari sekitar 30 menit, Hanna memuruskan untuk berhenti sekedar beristirahat di bangku taman. Ia mengambil handuk yang tergantung di lehernya dan mengusap ke wajahnya yang berkeringat. Rasa lapar pun menyerang dirinya dan ia merasa haus.
Hanna baru ingat jika dirinya lupa membawa botol minum. Ia merogoh saku celana training-nya dan ternyata ia lupa membawa uang. Ia menghela nafas kasar dan berniat untuk pulang ke rumah. Namun tiba-tiba ia merasakan dingin di lengan tangan kirinya, ternyata itu botol minum yang berisikan air dingin yang menyegarkan.
Ia menoleh ke belakang dan menemukan seorang lelaki yang tinggi dan tampan. Hanna tersenyum.
"Nih." Ucap lelaki itu sambil memberikan sebotol air mineral dingin sambil tersenyum manis. Hanna termenung hingga lagi-lagi orang tersebut menyadarkan dirinya. Bagaimana bisa ada lelaki tampan seperti cetakan dewa-dewi yunani di perumahan tempat tinggalnya? Dua tahun ia tinggal disini, baru hari ini ia bertemu lelaki tersebut.
"Oh..tidak usah. Aku bisa me-" kata Hanna menolak pemberian lelaki tersebut.
"Terima aja. Aku tau kau tidak membawa uang, aku melihatmu tadi." Ucap lelaki itu dan tersenyum lalu meninggalkan Hanna dengan wajah antara senang dan tidak enak.
"Aku akan menganggantinya...jika kita bertemu lagi." Kata Hanna bermonolog sambil tersenyum kecil dan membuka segel minumannya.
•••
**Tuk
Tuk
Tuk**
Bunyi ketukan sepatu heels terdengar. Seorang wanita dengan rambut yang di tata rapi dan beberapa orang berjalan di belakangnya melewati ruang kerja depan yang menjadi tempat kerja Hanna. Aura mengerikan yang terpancar dari wanita tersebut mampu membuat semua orang menundukkan kepala hingga orang itu menghilang di balik pintu.
Semua karyawan yang melihat pun merasa ini kejadian yang sangat langka, karna dapat melihat Ibu dari pemilik perusahaan ini datang ke perusahaan. Orang yang sangat di hormati setelah pimpinan perusahaan.
"Aku yakin dia datang untuk masalah pertunangan dengan anak pemilik perusahaan lain." Ujar seseorang dengan rambut berwarna coklat kemerahan yang berdiri di samping Hanna sambil bertumpuh dagu dengan tangannya.
"Kau benar Mel, terakhir kali dia datang juga untuk masalah pertunangan." Balas Hanna dengan menghela nafas di akhirnya.
"Hanna, apa kau pernah melihat pemilik perusahaan ini...secara langsung?"
"Tidak pernah, walaupun aku sudah bekerja disini selama 1 setengah tahun tapi aku tidak pernah melihatnya."
"Apa kau tidak pernah penasaran bagaimana rupa atasan kita?" Hanna langsung menggelengkan kepalanya tapi dalam hati ia penasaran. Entahlah Hanna juga belum tau kenapa ia tidak bisa mencari wajah dari pimpinan direktur disini, apa wajahnya terlalu buruk?
"Kau bohong pasti tapi ya-"
"CEPAT KALIAN KEMBALI BEKERJA!" Teriak Manajer mereka dan semua pegawai kembali ke meja kerjanya. Hanna dan Melly hanya tertawa kecil.
Melly, dia seorang gadis berambut coklat kemerahan dan matanya berwarna biru. Hanna dengannya sudah dekat semenjak mereka kuliah dan hingga mereka bekerja di satu perusahaan yang sama. Namun Hanna lebih dulu masuk ke perusahaan ini setelah ia lulus kuliah, sedangkan Melly ia bekerja di perusahaan lain setelah ia lulus dan karna ia tidak cocok dengan perusahaan itu, ia memutuskan keluar dan melamar kerja di perusahaan Hanna bekerja.
•••
"Hais aku bosan dengan makanan ini." Protes Melly sambil mengambil ikan goreng dan makanan lainnya.
"Kau kira aku tidak bosan." Balas Hanna lalu mengambil segelas air mineral.
Mereka duduk di samping kaca dan menyantap makanannya. Hanna sudah menghabiskan setengah makanannya begitu juga dengan Melly. Namun tiba-tiba ponsel milik Hanna berbunyi.
10 menit lagi temui saya di ruang saya.
-Manajer Jimmy.
"Dari siapa?" Tanya Melly setelah meminum air minumnya.
"Manajer."
"Uhuk! Untuk apa dia mengirimimu pesan?" Hanna menaikkan kedua bahunya sebagai jawaban bahwa ia tidak tau.
"Entahlah, aku harus cepat-cepat. Kau tau Manajer Jimmy sangat ketat dalam waktu."
"Kali ini dia memberimu berapa lama?" Tanya Melly.
"Ten minutes."
"Woah, good luck."
•••
-Ruang Manajer-
"Kau ku pindahkan sebagai sekretaris CEO kita, dia sedang membutuhkan sekretaris." Ujar Manajer Jimmy. Hanna langsung tersentak bingung.
"Kenapa saya,Pak? Kenapa tidak yang lain?"
"Harusnya kau bersyukur bukannya menolak! CEO kita yang memilihmu langsung saat aku berikan daftar pegawai yang cocok sebagai sekretaris."
"Saya ti-"
"Cepat atau saya potong gaji kamu?!" Di saat itu Hanna langsung menggangguk sebagai tanda ia menerimanya.
"Iya pak saya terima," kemudian ia menerima semacam surat pemindahan pekerjaan dari Jimmy. Ketika ia mengintip surat tersebut, tertera nama Arthur Harrison. Nama CEO di perusahaan Harrison.
TO BE CONTINUE
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like & comment ya!
2020.08.19