
Arthur masih melihat Hanna lewat kaca. Saat lelaki di hadapan Hanna mengusap rambut Hanna, tangan Arthur terkepal dan rasanya ia ingin menyingkirkan tangan itu.
Tiba-tiba tatapan mata Arthur di balas oleh tatapan Steven yang seperti bingung. Setelah tatapan itu, Steven seperti langsung memberitahu Hanna apa yang terjadi tadi. Arthur hanya membalikkan badan karna ia masih belum siap jika Hanna melihat dirinya.
"Sepertinya kau harus masuk." Ujar Steven yang sekarang sudah di samping Arthur. Arthur mengangguk pelan dan mulai memasuki kamar Hanna.
"Hanna..." lirih Arthur saat ia melihat Hanna secara langsung untuk pertama kalinya setelah 1 bulan.
Hanna juga disaat itu tiba bisa mengatur perasaannya. Perempuan itu langsung menangis saat Arthur langsung memeluk dirinya dengan erat. Lelaki itu mencium puncak kepala Hanna dan menghirup wangi tubuh khas Hanna.
"I miss you so bad, Hanna." Hanna masih menangis dan tangannya memukul dada Arthur.
"Kemana kau satu bulan ini, huh? Aku merindukanmu, aku berharap saat itu kau adalah orang pertama yang ku lihat." Arthur mengelap cairan bening di wajah Hanna.
"Saat itu aku harus pergi, Hanna. Sebenarnya ada hal yang tidak kau ketahui."
"Katakan, apa yang tidak ku ketahui?"
"Sebenarnya aku pergi karna permintaan Charlotte. Darah yang mengalir di tubuhmu adalah darah Sarah, dia yang mendonorkan darahnya padamu tetapi dengan syarat dari Charlotte dengan aku harus menjadi miliknya dan semua kegiatanku selalu di pantau olehnya. Tapi aku juga memantaumu dengan perawat yang ku kirim ke sini, dan setelah satu bulan, hari ini, Charlotte memutuskan untuk pergi karna ia bosan melihatku yang tidak mengurus diriku setelah aku meninggalkanmu, Hanna." Jelas Arthur dengan panjang lebar dan Hanna langsung memeluk Arthur dengan erat.
"Aku beruntung memilikimu, Arthur. Aku tidak ingin kau pergi dariku lagi." Arthur membalas pelukan Hanna.
"Dan oh ya, Hanna, bisa kau katakan siapa lelaki yang tadi?"
"Dia Steven, dia temanku selama aku disini tanpamu. Aku selalu murung tapi setelah ada dia aku jadi sering tertawa, besok dia akan pergi ke London untuk pengobatan penyakit kankernya, dan aku sedih karna tidak ada moodmaker ku disini." Kata Hanna dengan nada yang sedih.
"Hey, masih ada aku disini. Aku akan selalu disisimu, sekarang tidak ada yang bisa memisahkan kita lagi, okay, kau tenang saja." Kata Arthur sambil menangkup wajah Hanna dengan kedua tangannya.
Dan setelah itu hubungan mereka tidak ada masalah hingga masuk tahun ke 3 mereka berhubungan. Mereka memutuskan untuk menikah dan Arthur serta Hanna sedang meminta restu ke kedua orangtua mereka.
Kedua orangtua Hanna sudah mengenal Arthur saat natal tahun kemarin. "Kalau sudah sampai jangan lupa mengabariku, okay." Hanna mengangguk.
"Iya, Sayang." Kata Hanna dan memeluk Arthur dengan erat. Arthur membalas pelukan dan, "aku pasti merindukanmu selama seminggu nanti."
"Hey, aku pergi hanya sebentar bukan setahun, jangan seperti anak kecil. Kalau begitu aku pergi dulu. Bye, Arthur. Love you." Setelah itu Hanna berlari ke dalam bandara dengan menarik kopernya ke dalam.
Selesai dari kepergian Hanna, Arthur langsung ke rumah karna kedua orangtuanya baru saja pulang dari pekerjaan dari luar.
"Apa kau dan Hanna masih berhubungan?" Tanya Kayla dengan tidak suka.
"Ya tentu, Mom. Sebelumnya, sampai kapan kau mau membenci Hanna, dia perempuan yang sangat baik, pintar masak, pintar mengatur keuangan, pin-"
"Tapi dia sekretarismu, Arthur! Bagaimana mungkin pemegang perusahaan terbesar menikahi seorang sekretaris, huh?!"
"Mom, mencintai seorang tidak harus melihat status. Aku mencintainya tidak ada alasan, bukan karena dia sekretaris, bukan karena dia miskin, atau apapun. Aku menerima dia dengan segenap hatiku, Mom. Aku dan dirinya memutuskan untuk menikah setelah 3 tahun bersama. Aku harap Mom and Dad merestuinya."
"Aku merestuinya." Kata Vincent dan Arthur langsung merasa senang. Ia tidak menyangka kalau ayahnya dapat dengan gampangnya merestui dirinya dengan Hanna.
"Thanks, Dad."
"Sayang, kau harus merestuinya, kau tidak bisa selalu menolak Hanna. Lihat Arthur, dia sangat tulus mencintai Hanna, dan aku yakin kau juga pasti akan menyukai Hanna. Aku juga mencintaimu tanpa alasan seperti Arthur mencintai Hanna." Kata Vincent ke Kayla.
"Baiklah, aku merestuinya tapi dengan syarat semua pernikahanmu harus Mom yang mengatur." Arthur langsung mengangguk tanpa menghilangkan rasa senang yang terpampang di wajahnya.
"Thanks, Mom and Dad. I love you!" Kata Arthur lalu memeluk kedua orangtuanya.
TBC