The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 4 - Sebuah Kesalahan



Malam ini Hanna memutuskan untuk tidur cepat karena pekerjaan di hari pertama ini sangat melelahkan. Ia disuruh untuk ini dan itu, seperti mengambilkan kopi, memijatnya, menyuruhnya untuk membeli spagetti yang membuatnya harus berlari karena Arthur menggunakan waktu dan masih banyak lagi. Sebenarnya ia pembantu atau sekretarisnya?!


Padahal ini hari pertama tapi sudah melelahkan, ia tidak tau lagi bagaimana jadinya untuk kedepannya. Atasannya selalu saja menyuruhnya sesuai dengan keinginannya. Sekali lagi ia bekerja untuk menjadi pesuruh atau sekretaris?!


-Perusahaan Harrison-


Hanna mengubah pakaiannya dengan menggunakan high heels dan juga rok span hitam. Rambutnya juga ia tata dengan rapi menjadi di sanggul.


Ugh ahh.


Yess babyyy


Suara desahan terdengar saat Hanna berada di depan pintu ruang Arthur.


Sial! Suara apaan itu?


-Hanna.


Hanna mendekatkan dirinya ke pintu dan membukanya sedikit. Suara desahan makin terdengar dan Hanna langsung menjauhkan pendengarannya. Ia merasa jijik dan pikirannya melayang entah kemana alias kacau jika seterusnya berdiri disana.


Apa jadinya kedepan kalau punya atasan suka begituan?


-Hanna.


Hanna berjalan mendekati tempat duduk berada di luar dengan pikiran yang menghitung nasib bagaimana dirinya untuk kedepan. Apa ia akan diperlakukan seperti tadi? Hell no! Jika iya mungkin ia akan mengundurkan diri detik ini juga.


Hari ini Hanna berangkat lebih pagi dan hampir semua karyawan belum datang. Mungkin karna ini masih sangat pagi, atasannya bisa melakukan hal seperti itu? Tapi bagaimanapun apa dia tidak bisa melihat tempat? Ini tempat kerja, bukan tempat tinggalnya!


-30 minutes later-


Oh, baru selesai? Sangat lama.


Seorang wanita keluar dari ruangan dengan rambut yang lumayan berantakan dan kemeja yang lumayan berantakan. Lipstick yang wanita itu pakai juga tidak rapi.


Wanita itu tersenyum kecil dan saat ia melihat Hanna yang memperhatikannya, wanita itu langsung berdeham dan berjalan dengan lugunya ke meja kerjanya. Seakan tidak ada apa-apa dengannya dan Hanna juga tidak mau mengetahuinya.


"Kau Hanna 'kan? Sekretaris baru?" Tanya wanita yang tadi. Hanna mengangguk.


"Ku harap kau tidak menggodanya atau mencumbuhnya jika dia meminta." Hanna memutar kedua matanya dan tertawa renyah. Oh hello! Siapa yang bersedia menggoda lelaki itu, apa dirinya begitu rendah?


"Aku tidak serendah itu okay?!" Balas Hanna dengan nada yang lebih tinggi dan terdengar ketus. Ia tidak mungkin melakukan hal sejijik itu.


"Ku pegang ucapanmu, *****!"


"*****? Oh hello! Apa kau tidak punya kaca, hah?!" Balas Hanna lalu berjalan ke dalam ruang atasannya. Ia menghela nafas halus dan berjalan mendekat ke meja kerjanya. Gadis itu berhenti saat baru mau menduduki kursi miliknya dan berbalik berjalan mendekati Arthur yang sedang memejamkan matanya.


"Pagi Pak Arthur." Ucap Hanna lalu kembali melangkahkan kakinya mendekati meja kerjanya.


Itu karna aku berdebat dengan wanita ****** milikmu.


-Hanna.


"Maaf Pak Arthur."


"Bukannya saya sudah bilang jangan ada memanggil saya Pak?"


"Saya merasa tidak sopan kalau memanggil nama depan anda. Jadi saya menggunakan 'Pak Arthur' untuk panggilan anda." Jawab Hanna.


"Terserah kau, siapkan jadwal saya untuk hari ini." Hanna mengangguk lalu kembali ke meja kerjanya.


Gadis itu menyusun jadwal kerja Arthur dan selesainya ia melaporkannya ke Arthur.


"Pagi hari ini anda akan bertemu dengan pemilik Rellason untuk membahas kerja sama anda. Pada siang harinya, anda akan melakukan perjalanan ke Boston,Seattle untuk bertemu dengan Tuan Heaton. Pada sore harinya, anda akan kembali ke Los Angeles dan bertemu dengan teman anda lalu-"


"Yang tadi hilangkan, aku tidak punya waktu untuk bertemu mereka. Ganti waktu saat saya benar-benar kosong."


"Baik Pak. Selanjutnya pada malam harinya, anda akan makan malam bersama dengan tunangan anda."


"What?! Sejak kapan saya punya tunangan?"


"Maafkan saya Pak. Kemarin sebelum saya pulang ada yang menelpon saya untuk menambahkan jadwal ini pada malam harinya."


Ck! Dari mana Mom mengetahui nomor sekretaris baruku?


-Arthur.


"Batalkan yang itu, dan yang saya bertemu dengan teman saya jadikan hari ini." Perintah Arthur dan Hanna hanya mengikutinya.


"Dan satu lagi..." Arthur menggantungkan ucapannya dan berjalan mendekat ke Hanna lalu memutarinya. Bibirnya ia naikkan satu dan tangannya ia angkat mendekati rambut.


Dan seketika, rambut Hanna terurai panjang dan bergelombang. Harum rambut Hanna tercium Arthur dan ia menyukai wanginya, seakan meminta lebih.


"Saya lebih suka kamu menggerai rambut kamu, kamu akan terkesan lebih tua jika menyanggulnya." Ucap Arthur dan berjalan menduduki kursi miliknya.


Hanna menelan salivanya.


TO BE CONTINUE


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jangan lupa like & comment, ya!


2020.08.19