The Bad Boss

The Bad Boss
Bab 33 - Pregnancy and Miscarriage



-Jersey's Cafe-


04.50 PM


Bunyi dentingan pintu cafe terdengar kala pintu terbuka. Seorang perempuan dengan pakaian kantor masuk dan matanya menelusuri tempat duduk. Netra matanya menangkap tempat duduk di sisi kaca dan ia langkahkan kakinya mendekat. Ia dudukkan dirinya dan tidak lama seorang pelayan datang dengan buku menu.


"Aku akan memesannya nanti." Ucap perempuan itu dan pelayan tersebut pergi dengan buku menu yang di bawa. Ia tatap ke samping jalan raya yang memperlihatkan suasana luar yang sekarang mulai menurunkan rintikan hujan.


Perempuan itu mengalihkan matanya ke jam tangan miliknya dan melihat jam menunjukkan ke arah jam 5 lebih 10 menit. Sudah hampir setengah jam perempuan itu menunggu dan belum ada tanda-tanda bahwa seseorang yang ia tunggu datang.


Kling!


Perempuan itu mengedarkan matanya ke sisi pintu dan melihat kedua orang itu yang ia tunggu masuk ke cafe dengan jaket yang sedikit basah. Mereka berjalan mendekat ke perempuan yang akan mereka temui.


"Oh, Sarah. Apa kau lama menunggu?" Tanya Kenzo sambil menyisir rambutnya yang basah dengan jari tangannya.


"Lumayan, tapi tidak apa." Jawab Sarah sambil tersenyum kecil ke arah Kenzo dan kemudian dia melihat seorang perempuan yang berdiri dia sampingnya.


Ia tidak tau dia tapi Sarah merasa kalau perempuan di samping Kenzo tidak asing di penglihatannya, tapi dimana? Kenzo mempersilahkan perempuan di sampingnya duduk di hadapan Sarah, sedangkan dirinya ia menarik satu kursi untuk duduk di samping temannya.


"Sarah, kenalkan dia Jess, kekasihku." Ucap Kenzo sambil melihat Sarah dan ketika ia menyebutkan kata 'kekasih' ia melihat ke Jess. Jess tersenyum tapi pikirannya berpikir karna ia merasa tidak asing.


"Jess." Ucap Jess sambil mengulurkan tangannya ke Sarah, dan Sarah melakukan sebaliknya.


"Sarah." Kenzo tersenyum melihat dua perempuan itu berjabat tangan.


"Kau bilang teman?" Tanya Sarah. Kenzo kemudian tersenyum. "Oh itu, maksudku teman hidupku." Lanjutnya.


"Kalau bagitu, ayo kita makan." Kata Kenzo dan lalu ia memanggil pelayan untuk memesan makanan. Sarah menghela nafas sedikit sedih namun juga kesal. Seharuanya dialah yang disampingnya dan diperkenalkan dengan, "Teman hidup atau sayang."


"Sayang, apa kau mau ini?" Tawar Kenzo sambil menunjukkan makanan. Jess langsung mengangguk.



Sarah sedari tadi menatap kedua pasangan sejoli itu dengan kesal.


Aku kembali bukan untuk melihat hal ini.


-Sarah


Sarah kemudian berpikir untuk bagaimana Kenzo dapat memperhatikan dirinya, karena tujuan dia kembali adalah memiliki Kenzo. Menurut dia, waktu itu dia tidak seharusnya pulang ke negaranya, Finlandia . Dia memang menetap di London, cuman waktu itu dia terpaksa meninggalkan semuanya.


-Flashback On-


Sarah's side


Kita adalah sepasang kekasih. Kita menjalani hubungan seperti sepasang kekasih biasanya. Hanya terkadang kita memiliki pendapat berbeda dan kemudian kita kembali membaik. Aku memberikan semua yang ku miliki untuk dia, Kenzo Harrison. Kenzo sangatlah luar biasa, dia sangat pekerja keras dan berhasil menggapai impiannya. Hingga 3 tahun hubungan kita, aku terpaksa untuk meninggalkannya ke Jerman. Saat itu Ayahku sakit keras dan memiliki banyak utang. Aku harus memakai semua tabunganku untuk membayar dan mengobati ayahku. Aku tidak mungkin meminta Kenzo untuk membantuku karena biayanya tidak sedikit.


Saat itu aku tidak memberitahu Kenzo kenapa diriku pergi. Aku hanya mengatakan kalau kita tidaklah cocok, pendapat kita selalu berbeda. Aku sudah tidak tahan dengan semua ini. Sebenarnya kita sangatlah cocok, setiap masalah yang datang kita mampu menyelesaikannya. Kenzo sangatlah marah hingga ia keluar dari apartment milik kita berdua. Namun malamnya dia kembali dengan suasana yang lebih baik, dia menemuiku dan mengatakan apa yang aku sembunyikan darinya. Dia pasti tau sebelumnya hubungan kita baik-baik saja dan permintaan aku untuk putus sangat membingungkan.


Setelah 1 bulan sejak kejadian itu, tiba-tiba Kenzo mengatakan padaku kalau dia akan kembali pulang ke Los Angeles. Ini waktu yang tepat untuk dirinya kembali ke Finlandia. Aku tidak tau kapan akan kembali lagi karena pasti aku tidak akan mempunyai uang lagi. Tabunganku sudah terkuras dengan semua utang tersebut. "Kenz, mari kita akhiri hubungan ini." Kataku.


Hatiku sakit. Dia tidak menerimaku lagi. Aku yang egois. Akhirnya aku kembali ke Finlandia karena keluarga adalah yang terpenting. Yang ku dengar, Kenzo juga sudah kenbali ke Los Angeles. Jika suatu ketika aku bertemu lagi, apa dia masih marah?


Sarah side's off


2 bulan kemudian setelah sepulangnya Sarah dari London. Perempuan itu mengalami morning sick yang menyebabkannya harus berapa kali ke toilet. Hingga Sarah memutuskan untuk pergi ke sebuah apotik untuk membeli test pack, namun saat mencobanya ia ragu karna ia takut kalau hasilnya akan positif. Ia tidak mau itu terjadi namun jika di hubungkan dengan terakhir kali ia melakukan itu bisa terjadi karna saat melakukannya ia memakai pelindung. Terakhir kali ia melakukannya ketika 1 bulan sejak keinginan ingin berpisah. Apa Kenzo sengaja?


"Please.." Sarah mengucapkannya sambil menunggu hasil test yang berada di tangannya. Tidak lama kemudian, Sarah melihat hasil testnya dan ia langsung merasa dunia hancur.


Positif.


Sarah hamil.


Hamil anak Kenzo.


"Bagaimana ini? Kenzo bahkan tidak menginginkanku. Aku.." Sarah langsung terjatuh ke lantai secara perlahan dan pikirannya kosong begitu pun dengan tatapannya. Setelah mengetahui itu, Sarah berapa kali sakit, melukai dirinya, dan ia tidak ingin keluar rumah. Ia mematikan lampu kamarnya dan ia setiap kali menangis. Dia sangat stress hingga tidak memperhatikan anaknya. Ia bahkan membeli semua makanan yang bisa menggugurkan janin.


Tiba-tiba ia merasa ada aliran darah dari kakinya. Beruntung waktu itu ada temannya yang menginap di rumah Sarah karena ia merawatnya, sehingga Sarah langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.


"Jadi bagimana dok keadaan teman saya?"


•••


Sarah terbaring di ranjang pasien dengan infus di tangannya. Ia pingsan karena terlalu stress dan ia bahkan jarang makan serta memakan makanan yang seharusnya tidak dimakan. Tidak lama kemudian, Sarah pun terbangun dan ia melihat temannya berada di samping sedang tertidur dengan tangan memegang tangannya.


Sarah tersenyum tipis dan ia merasa senang karena di keadaannya yang seperti ini masih ada yang berada di sampingnya.


"Oh kau sudah bangun?" Tanya teman Sarah dengan suara sedikit purau. Sarah berdeham karena ia masih lemas. Teman Sarah menatap Sarah dan tersenyum hangat. Namun Sarah tau kalau itu bukanlah senyuman bahagia melainkan kesedihan.


"Aku siap mendengarnya." Ucap Sarah dengan nada lemas sembari mengangguk lemah.


"Setelah kejadian itu...kau..keguguran Sarah."


Sarah sudah siap mendengar ini. Ini akan terjadi karna ia tau dari kemarin ia tidak mengurus dirinya dengan baik bahkan kehamilannya.


Apa yang ku perbuat kemarin itu salah, karna itu aku ingin membuat apa yang ku perbuat dulu itu menjadi kabalikannya.


-Sarah.


"Sorry, baby." Batin Sarah sambil menyentuh perutnya sembari menutup matanya. Butiran air mata keluar dari tempatnya.


-Flashback Off-


Melihat sepasang di depannya tertawa membuat hati Sarah semakin panas. Ia ingin mereka yang tertawa itu adalah dirinya dengan Kenzo.


Karena dirinya, kita tidak bisa bersama.


-Sarah.


TO BE CONTINUE