
2 days later...
-23 May 2004-
Arthur melakukan penerbangan ke New York yang di tempuh selama 4 jam. Ia melakukan penerbangan saat pagi hari dan tiba pada siang hari.
Hanna sudah menunggu Arthur di depan dan ia melihat seorang lelaki yang sangat ia kenal. Lelaki itu memakai jas hitam, serta kaca mata hitam.
Lelaki itu tidak membawa tas sama sekalipun, ia hanya menbawa tas kecil yang berisikan dompet dan berbagai kartu, serta handphone yang ia genggam.
"ARTHUR!!!" Panggil Hanna dan lelaki itu langsung menampilkan senyuman lalu berjalan cepat menghampiri Hanna. Perempuan itu langsung menghampiri Arthur dengan cepat lalu memeluknya.
"Aku merindukanmu." Kata Arthur lalu menghirup harum khas perempuan yang sedang ia peluk. Sesekali ia mengecup bibir Hanna berkali-kali.
"Sudah, Arthur," kata Hanna sambil terkekeh. "Aku juga merindukanmu. Apa kamu sudah makan? Keluargaku membuatkan makanan saat ia tahu kau akan datang." Lanjutnya.
Arthur tersenyum. "Calon mertuaku sangat pengertian." Hanna hanya tersenyum.
Setelah itu Hanna membawa Arthur ke rumah. Hanna yang mengemudi karna ia tahu Arthur kelelahan melakukan perjalanan yang cukup lama.
"Rumahku cukup jauh, membutuhkan waktu 1 jam. Kau bisa tidur dulu dan nanti aku akan bangunkan." Arthur mengangguk dan ia langsung memejamkan matanya lalu ke alam mimpi.
•••
Arthur baru saja mencuci muka di rumah Hanna. Ia baru bangun dari tidurnya dan ia hanya ingin terlihat lebih fresh.
"Sudah, Mom and Dad sudah menunggu di meja makan." Kata Hanna setelah ia selesai dari ruang makan.
Arthur mengangguk lalu ia mengelap air yang di wajahnya dengan sapu tangan miliknya. "Ayo."
Mereka mulai duduk di tempat masing-masing, Hanna mengambil beberapa lauk untuk Arthur di depan kedua orangtuanya. Orangtuanya pun hanya tersenyum melihatnya, mereka seperti mengingat masa-masa muda mereka.
Akhirnya mereka selesai makan dan kumpul di ruang tamu. "Arthur, kamu yakin akan melangkah ke jenjang berikutnya?" Tanya Ayah Hanna.
"Iya, Om. Saya sudah memikirkannya dengan matang bersama Hanna. Setelah berhubungan selama 3 tahun dengan Hanna, masa yang kami lewati, bahagia, sedih, dan menyelesaikannya bersama menurut saya sudah tepat."
Ayah Hanna mengangguk-anggukan kepalanya. "Apa kamu bisa menerima Hanna dengan kekurangannya?"
Arthur tersenyum kecil. "Saya mencintainya bukan karena dia cantik atau apapun, saya mencintainya karna dirinya. Kekurangan atau apapun saya menerimanya dan karna kekuarangan itu saya akan menutupinya dengan kelebihan saya." Ayah Hanna tersenyum mendengarnya.
"Apa yang bisa membuat saya percaya dengan kamu dengan memberikan Hanna kepadamu?"
"Jika saya menyakiti Hanna, Om bisa membawa pergi Hanna dari saya."
"Kamu janji?"
•••
Tidak lama beredar tentang berita pernikahan Arthur dan Hanna. Orangtua Hanna dan Arthur sudah berunding tentang tanggal pernikahan dan dimana tempat yang cocok untuk merayakannya.
Hanna dan Arthur sekarang hanya sedang memilih tempat untuk bulan madu mereka. Ada beberapa pilihan tempat yang ingin mereka datangi seperti London, Australia, Paris dan pilihannya jatuh di London karna Hanna yang memintanya agar bisa bertemu lagi dengan Steven.
Sebelumnya setelah kesembuhan Hanna, Hanna dan Arthur melakukan penerbangan ke London untuk bertemu dengan Steven.
Di London, Hanna dan Steven selalu menujar cerita dan kondisi Steven mulai membaik. Lelaki itu bercerita tentang bagaimana kehidupannya disini dan ia bertemu dengan seorang perempuan yang membuat harinya cerah.
"Siapa perempuan itu?" Tanya Hanna ke Steven.
"Aku memanggil dengan sebutan 'Apel' karna ia suka sekali dengan buah apel. Ia tidak pernah mau memberi tahu namanya jadi aku memanggilnya 'apel' aja." Kata Steven yang menbuat Hanna tertawa, sedangkan Arthur dia hanya melihat kekasihnya yang tertawa dengan Steven.
Dan sekarang, Hanna dan Arthur ingin kembali lagi ke London untuk bertemu dengan Steven.
"Arthur, udah hampir 2 tahun, gimana kabar Melly?" Tanya Hanna saat ia melihat fotonya dirinya dengan Melly di hari terakhir ia melihat Melly.
"Tentu dia pasti baik, kita doakan dia cepat sembuh dan kembali ke sini."
Hanna mengangguk lalu memeluk Arthur sambil menonton film yang disiarkan di televisi.
•••
-London-
-London Hospital-
12.30 PM
"Hey Apel! Kemana saja kau dari tadi?!" Steven mendorong roda kursi rodanya. Ia berjalan mendekat ke seorang perempuan yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.
"Aku bosan hanya di ruangan, aku berkeliling ke taman." Kata perempuan itu sambil melihat sekilas ke Steven lalu kembali ke sebuah foto yang ia genggam.
"Apa yang kau lihat, aku juga ingin lihat." Perempuan itu memberikan foto itu ke Steven.
"Wah siapa perempuan ini? Kau dulu sangat cantik tapi sekarang juga, dan siapa perempuan di sebelahmu?"
"Oh dia temanku." Ujar perempuan itu sambil menunjuk perempuan di sebelahnya.
"Tapi kenapa dia sangat familiar, aku seperti pernah melihatnya."
TBC