
Hanna memasukkan koper miliknya ke dalam rumah. Kedua orangtuanya tidak menjemput dirinya karna mereka terlalu sibuk. Ya, kedua orangtuanya kerja di sebuah perusahaan dan beberapa hari terakhir mereka lembur.
"Mom! Dad! I'm home!" Teriak Hanna saat langkahan kaki mulai memasuki ruang tamu. Ia melepas jaket yang berada di tubuhnya dan meletakkannya di sisi sofa lalu mulai berkeliling mencari kedua orangtuanya.
"Choco, dimana Mom and Dad?" Tanya Hanna kepada anjing yang cukup besar berjenis Siberian Husky. Perempuan itu mengusap bulu Choco dengan gemas.
"I'm here, baby!" Seorang wanita paruh baya turun dari tangga dan wajahnya terpancar senyuman yang sangat senang.
"Oh Mom, i miss you so bad, where's dad?" Tanya Hanna setelah ia selesai berpelukan dengan Ibunya Hanna.
"Oh dia tadi pergi keluar untuk membeli makanan untukmu."
"Seharusnya tidak usah, Mom. Aku bisa membelinya sendiri tadi."
"Kebiasaan kamu dari dulu tidak pernah hilang, biarkan hari ini kita melakukannya. Kamu pasti lelah, lebih baik segera mandi lalu tidur sebentar hingga makan malam tiba." Hanna mengangguk dan ia mengambil kopernya lalu ke kamarnya.
Perempuan itu membuka pintu dan tercium wangi yang sama dengan tubuhnya. Ia membuka jendela yang menghalang cahaya matahari masuk dan terpapar danau yang cukup besar sebagai permandangannya.
Hanna tersenyum saat mengingat masa kecilnya di danau itu. Ia pernah tercebur di sana, melompat dari sisi danau, atau berenang di sana bersama keluarganya.
"Rasanya aku ingin kembali ke masa kecilku, dimana tidak ada masalah yang selalu menimpah dan hanya kebahagiaan yang selalu ada." Kata Hanna monolog sambil tersenyum.
Tidak mau menunggu lebih lama, ia memilih membersihkan diri dan sekitar 15 menit dia sudah selesai. Ia memilih memakai celana pendek santai dengan kaos hitam tanpa lengan.
Getaran handphone miliknya menarik perhatiannya dan terpampang nama Arthur di layar. Perempuan itu tersenyum lalu menjawab panggilan itu.
"Hanna! Coba tebak apa yang barusan terjadi."
"Kenapa, aku malas menebak."
"Kau tidak seru, baiklah karna aku sedang baik hari ini. Orangtuaku merestui kita, tapi Momku ingin yang mengatur semua acaranya." Hanna hampir ingin berteriak tapi ia masih mementingkan image-nya di depan kekasihnya.
"Benarkah?! Aku tidak bisa percaya. Aku belum memberitahu orangtuaku sekarang, mungkin aku akan menanyakannya saat makan malam nanti."
"Aku juga tidak percaya saat itu tapi ini sangat bagus. Hey...bagaimana disana?"
"Biasa, aku merindukan tempat ini. Bahkan aku tadi sempat bernostagia dengan masa kecilku dulu." Ujar Hanna dengan tertawa kecil.
"Aku bahkan sudah merindukanmu." Hanna langsung menggelengkan kepalanya sambil berdecak.
"Kita bahkan baru berpisah belum sampai satu hari. Kau harus menahannya, okay? Ngomong-ngomong bagaimana dengan Mogi, Moka, Caramel, Cheese?"
"Bagaimana aku bisa menahannya, Hanna." Kata Arthur dengan nada sedih.
"Kau sudah dewasa untuk apa aku menanyakan kabarmu, cepatlah bagaimana dengan kabar mereka?"
"Mereka sedang bermain di depanku sekarang." Ucap Arthur dengan nada malas.
"Baiklah aku tutup, bye, love you." Hanna tersenyum dan setelahnya ia memilih tidur hingga jam makan malam.
Hanya itu?
-Arthur.
Kasian.
-Mogi, Moka, Caramel, Cheese.
•••
Malam pun tiba, Hanna dan keluarga berkumpul di meja makan.
"Mom, Dad, aku ingin bicara hal yang serius-"
"Selesai makan saja, Hanna. Tidak baik membicarakan sesuatu saat makan." Kata Ibu Hanna kepada anaknya sambil mengambil lauk untuk Hanna.
30 minutes later...
Hanna dan keluarga sedang duduk di ruang tamu sambil menonton acara yang di tampilkan pada siaran televisi.
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Ibu Hanna tanpa melihat anaknya. Hanna mulai membenarkan posisi duduknya dan menghadap ke arah orangtuanya.
"Mom, Dad, aku dan Arthur memutuskan untuk menikah. Aku dan dia sudah menjalin waktu yang cukup lama, 3 tahun. Apa Mom and Dad merestuinya?" Tanya Hanna pelan-pelan.
Ibu dan Ayah Hanna menatap anaknya ini. "Apa kamu yakin? Pernikahan tidak semudah yang kamu pikirkan, Hanna." Jawab Ibu Hanna.
"Aku dan Arthur sudah memikirkan hal ini dengan matang, Mom."
"Dad akan merestui kalian jika Arthur bisa datang kesini dan berbicara dengan Dad." Kata Ayah Hanna yang membuat Hanna langsung mengangguk sambil tersenyum.
Hanna memeluk kedua orangtuanya tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
"Thanks, Mom, Dad. Love you."
TBC