
"Sarah?" Panggil Kenzo, wajahnya terkejut namun biasa juga. Sarah menolehkan pandangan ke arah asal suara. Ia langsung tersenyum dan berjalan mendekati Kenzo.
Finally! Kita bertemu!
-Sarah.
"Bukankah kau seharus-"
"Iya aku pulang karena bosan di London, dan tiba-tiba semua keluargaku juga ikut pindah ke sini. Kemudian aku mencari pekerjaan dan ya, aku berakhir disini." Tutur Sarah. Kenzo tersenyum kecil.
"Oh, berarti kau sudah kenal dengan Hanna 'kan?" Sarah mengangguk tanpa menghilangkan senyum di wajahnya.
"Baiklah, apa kau ada waktu nanti sore? Kita harus makan bersama dan aku akan mengenalkanmu dengan temanku nanti." Kata Kenzo dengan menampilkan deretan gigi rapinya.
"Oke, dimana tempatnya?"
"Biasa di Jersey's Cafe jam 5, okay?"
"Okay, kalau begitu aku harus melanjutkan tugasku." Kata Sarah dan ke meja kerjanya. Tidak lama kemudian, Kenzo masuk ke ruangan kerja Arthur karna ia punya keperluan untuk mengambil barang.
•••
Hanna dan Arthur baru selesai makan dan sekarang sedang jalan balik ke perusahaan. Di dalam mereka berbincang tentang Mogi dan Moka yang sudah bisa melompat.
"Hanna, ayo kita beli anak anjing lagi, kita beli jenis Alaskan Malamute." Kata Arthur sambil sedikit menoleh ke Hanna lalu kembali fokus ke jalan.
"Tapi Husky saja sudah cukup mahal untuk yang kecil, lagi pula dengan mengurus dua anjing saja aku sudah lelah. Kalau mau kau yang mengurusnya, aku hanya bermain dengan mereka." Balas Hanna dengan santainya.
"Maksudku, anak anjingnya ada di rumahku tapi kita merawatnya bersama." Jelas Arthur. Hanna sedikit setuju dan tidak setuju.
"Aku tidak percaya, kau selalu saja bilang kita melakukannya bersama tapi akhirnya aku sendiri yang melakukannya."
Waktu itu Arthur baru saja membeli sebuah Apartement dekat perusahaan. Lelaki itu membelinya hanya untuk dirinya dan Hanna, jadi bisa di bilang rumah untuk mereka berdua. Khusus untuk mereka.
-Flashback On-
10 October
-Miami Apartment-
Buk! Buk! Buk!
Hanna baru menaruh tumpukan kardua di atas kardus lainnya. Cairan bening mengalir di wajahnya dan nafas keluar masuk yang menandakan ia capek karna harus mengangkat beberapa kardus yang cukup berat.
"Kau tidak boleh menumpuk kardus itu, karna ada banyak barang yang gampang pecah disana." Seru Arthur dan dia langsung mengangkat satu per satu kardus dan meletakkannya di lantai.
"Sorry, aku tidak tau."
"Tak apa, kalau gitu, Kita lanjutkan nanti sore lagi aja, aku ingin makan dulu." Hanna langsung mengangguk dan tangannya mengambil benda kotak berukuran kecil lalu mengutak-atiknya.
Hanna memainkan rambut Arthur tetapi matanya menatap wajah Arthur, menikmati setiap lekukan dan sisi wajahnya yang tampan.
15 minutes later...
Bunyi bel apartement berbunyi dan Hanna langsung membuka pintu lalu mengambil pesanan makanannya setelah ia membayarnya. Gadis itu melirik Arthur yang masih terlelap dalam tidurnya dari dapur.
Ia menyiapkan makanannya lalu membangunkan Arthur untuk makan namun lelaki itu sangat susah untuk di bangunkan.
"ARTHUR! Aku hitung sampai tiga kalau masih gak bangun ak-" Arthur langsung bangun dan ia langsung tersenyum tanpa dosa. Lelaki itu langsung ke arah dapur dan memakan makanannya.
Selesai makan dan mencuci piring, Hanna ke ruang tamu dan melihat Arthur yang sedang duduk di sofa dengan malas-malasan sambil menonton siaran kartun.
Aku tidak tau lelaki dewasa seperti dia masih menonton kartun.
-Hanna.
"Arthur, ayo lanjut kerja. Hari sudah mulai malam."
"Kau bisa tidur disini, Hanna."
"Kita masih ada keperluan lain yang harus di bersihkan!"
"Aish, aku malas melanjutkannya. Aku lelah, Hanna." Ucap Arthur sambil membuat senyum ke bawah.
"Cepatlah, kau bukan anak kecil yang merengek minta mainan." Omel Hanna sambil memukul Arthur untuk berdiri. Namun bukannya berdiri Arthur makin membuat diriny tiduran di sofa sambil tersenyum tanpa dosa ke Hanna.
Gadis itu membuang nafas ke atas dengan kesal sambil menatap kearah atas. Arthur hanya menyengir senang.
Kalau terus begini, kerjaan gak bakal cepat selesai.
-Hanna.
Hanna langsung meninggalkan Arthur dan mulai merapihkan barang-barang milik lelaki itu. Gadis ini sangat tidak suka sama namanya meja berantakan atau segala sesuatu yang berantakan jadi semuanya harus tertata dengan rapi.
-Flashback Off-
Arthur langsung menoleh ke Hanna. "Aku tidak menyuruhmu untuk melakukan sendiri, Hanna. Itu kau sendiri yang melakukannya."
"Kau selalu menunda pekerjaan, Arthur. Dan kau betul aku 'kan kalau aku paling benci sama namanya berantakan."
"Sudahlah kenapa kita harus membahas itu, aku sedang tidak ingin bertengkar."
"Kau yang memulainya."
"Ya aku salah." Ucap Arthur dengan malas. Ia harus menerima kalau itu salahnya kalau tidak ia bisa meneruskan pertengkarannya.
TO BE CONTINUE