Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
09. Kedatangan Mertua



Terlihat sebuah mobil Lamborghini Gallardo Spyder berwarna merah yang memasuki pekarangan mansion. Sebelum memasukkan mobilnya ke garasi, orang yang berada di dalam mobil tersebut melihat sebuah mobil BMW yang tidak dikenalnya.


"Mobil sapa tuh?" batin orang tersebut dengan memandangi mobil yang ada di depannya.


"Itu adalah mobil mertua anda, Nona,"


Kalian tentu tau siapa orang tersebut. Agatha, orang tersebut adalah Agatha, kalian ingat bukan dengan salah satu misi yang berhadiahkan sebuah mobil Lamborghini Gallardo Spyder.


Setelah memasukkan mobilnya ke garasi Agatha segera masuk ke dalam mansion. Berjalanan beberapa menit Agatha telah sampai di ruang tamu, disana terlihat dua orang paruh baya namun masih awet muda.


"Sayang," panggil seorang wanita paruh baya. Dia adalah Geisha, ibu dari Xavier dan mertua dari Agatha.


"Kamu apa kabar?" tanya Geisha pada Agatha.


"Agatha baik, Ma," jawab Agatha seraya mendudukkan dirinya disamping Reiga, suami dari Geisha dan ayah dari Xavier. Tidak lupa juga, Agatha sebelum duduk mencium punggung tangan Reiga sebagai kehormatan terhadap yang lebih tua.


"Papa apa kabar?" tanya Agatha pada Reiga.


"Seperti yang kamu lihat, Papa baik," jawab Reiga dengan tersenyum simpul.


"Kamu tadi dari mana? Pas Mama sama Papa dateng kamu nggak ada," tanya Geisha pada Agatha yang sedang meletakkan kantong plastik berisi berbagai cemilan.


"Tadi Agatha dari supermarket, Ma. Biasa beli cemilan, buat nonton Drakor," jawab Agatha menunjukkan satu kantong plastik putih yang berisi cemilan.


"Zaqiel belum pulang ya?" tanya Geisha karena sedari dia datang tidak ada melihat cucu terakhirnya.


"Belum, Ma. Biasanya pulangnya pas mau makan siang," jawab Agatha seadanya.


"Ma, Pa, Agatha tinggal bentar ya, mau keatas, naruh cemilan," ucap Agatha yang dibalas anggukan pelan oleh kedua mertuanya.


Setelah mendapatkan izin, Agatha meninggalkan ruang tamu. Ia akan meletakkan semua cemilannya dulu, baru turun. Setelah menaruhkan cemilannya pada tempat biasanya Agatha turun, sebelum itu Agatha juga menggantikan pakaiannya menjadi pakaian yang biasa Agatha pakai sehari-hari.


"Tumben?" tanya Geisha saat melihat pakaian Agatha yang terlihat berbeda dari sebelum kecelakaan. Karena biasanya Agatha yang asli akan memakai pakaian yang terlihat ketat dan kurang bahan, tidak seperti ini, celana jeans pendek dan kaos oversize. Walaupun pendek tetapi bagian paha Agatha tidak terlihat, karena celana jeans yang Agatha pakai hampir sampai dilutut.


"Tumben, gimana, Ma?" tanya Agatha pura-pura tidak tahu.


"Pakaian kamu berubah. Tapi, Mama lebih suka kamu yang gini, cocok sama umur kamu yang masih muda," jawab Geisha dengan mengacungkan jempolnya.


"Mama bisa aja," balas Agatha seraya mendudukan dirinya disamping Geisha.


Mereka bertiga mengobrol tentang hal random hingga Agatha berpamitan untuk kedapur, karena Agatha akan memasak makanan untuk makan siang nanti.


"Selamat pagi, Nyonya Agatha," ucap seorang koki perempuan dengan membungkukkan sedikit badannya.


"Orella, harus berapa kali diriku berkata, bila kau tidak perlu membungkukkan badan seperti itu," ucap Agatha sedikit kesal. Bagaimana tidak, hampir semua maid dan koki di mansion ini setiap menyapanya pasti selalu membungkukkan badan mereka.


"Maafkan saya Nyonya, saya lupa," balas Orella dengan menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal.


"Baiklah, lain kali jangan seperti ini lagi ya," ucap Agatha yang dibalas anggukan kecil oleh Orella.


"Kalian hari ini akan memasak apa?" tanya Agatha.


"Izin menjawab Nyonya. Kamu hari ini memasak lapis daging, ayam bakar, cumi sambal hijau, beef teriyaki, udang tempura, udang balado, ayam pedas tiram dan sup ayam," jawab Zack.


"Baiklah aku akan membuat bumbunya dan kalian tinggal membantuku, seperti biasa. Oke," ucap Agatha lalu mulai mengambil bumbu-bumbu yang dibutuhkan untuk membuat semua menu makan siang.


Hampir tiga jam Agatha berkutat dengan dapur, hingga akhirnya semua menu makanan telah jadi, hanya tinggal menyajikan dan memakannya lagi.


Setelah itu Agatha pamit untuk naik membersihkan dirinya, karena badannya yang lumayan berkeringat. Saat menaiki lift menuju lantai tiga, Agatha tidak sendiri, melainkan dengan seorang pria yang menyandang status sebagai suaminya, Xavier.


"Mama dan Papa akan menginap beberapa hari," ucap Xavier memecah keheningan yang terjadi.


"Kita harus tidur di kamar yang sama, karena  Papa tidak mengetahui bila kita berpisah kamar," jawab Xavier memandang Agatha yang tengah memandang nya juga.


"Kau sangat pendek," ejek Xavier saat melihat Agatha yang mendongak melihatnya.


"Aku tidak pendek, Kau nya saja yang terlalu tinggi," balas Agatha dengan wajah cemberutnya.


"Udah. Jadi, aku harus memindahkan barang-barang ku ke kamar mu, begitu?" tanya Agatha yang dijawab anggukan pelan oleh Xavier, yang membuat Agatha refleks menghadap kearah Xavier.


"Jadi, gue harus mindahin rak buku, baju-baju, skincare, album-album gue dong," ucap Agatha.


"Tidak begitu juga Agatha, kau hanya perlu memindahkan barang-barang yang kau butuhkan saja," jawab Xavier dengan datar. Agatha yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, lalu keheningan kembali terjadi, karena lift-nya telah sampai ke lantai tiga. Agatha dan Xavier pun tetap berjalan bersama karena jarak kamar Xavier dan Agatha yang tidak terlalu jauh.


Saat sampai di kamarnya Agatha segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tidak membutuhkan waktu yang lama Agatha telah keluar dari kamar mandi dengan Bathrobe nya, lalu masuk ke Walk in closet. Tidak lama kemudian Agatha telah keluar dari Walk in closet menggunakan celana jeans hitam pendek dengan atasan kaos oblong putih. Simple bukan?


Dirasa tidak ada yang salah, Agatha segera turun, karena sebentar lagi akan makan siang. Zaqiel juga pasti sudah pulang, karena Xavier sudah pulang.


Sesampainya dimeja makan, terlihat kedua mertuanya, Xavier dan Zaqiel.


"Maaf, telat," ucap Agatha tidak lupa dengan cengiran khasnya.


"Tidak apa Agatha, duduklah," suruh Reiga.


Agatha segera mendudukan dirinya di samping Zaqiel. Setelah Agatha duduk, makan siang segera dimulai.


****


Setelah makan siang, mereka semua duduk bersama di taman belakang mansion. Tentunya hanya ada Zaqiel seorang, karena Arshaka dan Xalzero belum pulang dari sekolahnya.


Agatha duduk di kursi yang berada sedikit jauh dari kedua mertua, Xavier dan Zaqiel. Karena Agatha ingin membaca novel, hingga suara Zaqiel yang membuat Agatha mengalihkan perhatiannya.


"Mommy," panggil Zaqiel seraya mendudukan diri nya di samping Agatha.


"Ada Qiel?" tanya Agatha seraya menutup novelnya, tidak lupa melengkung nya sedikit untuk tanda sampai mana lembaran yang telah dia baca.


"Tidak apa, Mom. Qiel hanya memanggil," jawab Zaqiel.


"Mommy, boleh Qiel, pinjam ponsel Mommy?" tanya Zaqiel pada Agatha.


"Boleh," jawab Agatha.


"Memangnya untuk apa?" tanya Agatha sebelum memberikan ponselnya pada Zaqiel.


"Untuk menonton kartun Mommy," jawab Zaqiel.


Setelah itu tidak ada pembicaraan antara ibu dan anak tiri itu, karena sibuk pada aktivitas masing-masing, Agatha yang melanjutkan membaca novelnya dan Zaqiel uang menonton sebuah kartun favoritnya.


***


1037 kata


***


Segini dulu. semoga suka dan nggak bosen sama alur ceritanya yang makin lama makin kesana.


bila ada kesalahan dalam penulisan atau perkataan tolong di komen ya.


see you next part