
Terlihat Agatha yang tengah terduduk gelisah di ayunan gantung nya. Entah mengapa sedari tadi dirinya dilanda gelisah dan khawatir. Apakah akan terjadi sesuatu?
"Sistem," panggil Agatha.
"Ada apa, Nona?"
Sistem tahu bila Nona-nya sedang dilanda gelisah dan khawatir.
"Gu--" Ucapan Agatha terpotong saat mendengar dering ponselnya. Saat dilihat disana tertera nama Pak Zul, sopir pribadi yang mengantar-jemput Zaqiel.
"Ada--"
"Nyonya, Tuan Muda Zaqiel." Suara yang Agatha dengar dari seberang sana tersirat akan kekhawatiran yang kuat. "Ada apa dengan Zaqiel?" Agatha sontak berdiri dari duduknya. Perasaannya bertambah tidak enak.
"Tuan, Tuan Zaqiel di-diculik, Nyonya." Jawaban dari sopir pribadi Zaqiel mampu membuat Agatha menjatuhkan ponselnya.
Beberapa saat setelah sadar dari keterkejutannya Agatha segera mengambil ponselnya dan pergi berlari menuruni tangga dengan kecepatan yang maksimal. Sangking khawatir nya Agatha sampai melupakan bahwa bisa menaiki lift.
Sesampainya di garasi Agatha segera mengambil kunci mobil yang biasa ia pakai lalu segera melajukan mobilnya dimana tempat Zaqiel berada saat ini.
Menurut GPS yang telah Agatha pasang di kalung serta gelang Zaqiel. Saat ini keberadaannya berada di pinggiran kota ini, yang sudah pasti jauh dari posisi Agatha sekarang.
"Sialan! Hama pengganggu itu telah memulai rencana mereka!" umpat Agatha sembari menambahkan kecepatan laju mobilnya mengabaikan umpatan-umpatan yang dilontarkan oleh pengendara lain.
Agatha tadi sudah mengirim pesan kepada Xavier lewat ponselnya. Dan mengirim lokasi Zaqiel saat ini.
****
Rahang lelaki itu mengeras tak kala mendengar bahwa adiknya diculik, segera ia menyiapkan beberapa bodyguard terpilih yang ada di mansion Daddy-nya, lelaki itu juga menghubungi anggota-anggota gengnya untuk menyusul ke lokasi yang telah ia kirimkan.
Lelaki itu juga menghubungi Daddy-nya yang ternyata sudah lebih dulu diberi tahu oleh Mommy-nya. Lelaki itu mengendarai kuda besinya dengan kecepatan penuh tanpa mendengarkan segala umpatan yang diberikan oleh pengendara lainnya.
Dari lokasinya saat ini ia masih membutuhkan waktu 1 jam 40 menit lagi untuk sampai ke pinggiran kota, bila menggunakan kecepatan penuh.
1 jam 40 menit berlalu, saat ini lelaki itu telah sampai didekat pinggiran kota, dilihatnya juga para anggotanya mulai berdatangan tak terkecuali juga bodyguard nya yang datang dengan menggunakan mobil. Disana terlihat Mommy-nya yang sepertinya menunggu Daddy-nya.
"Maaf kami datang terlambat, Tuan Muda," ucap salah satu bodyguard mewakili yang lainnya.
"Tidak apa," balas lelaki yang dipanggil Tuan Muda oleh bodyguard tadi.
"Xalzero," panggil seorang gadis.
"Apakah Mommy berada disini sudah lama?" tanya Xalzero pada Mommy-nya. Tentu kalian tahu siapa Mommy dari Xalzero. Dia Agatha.
"Belum lama. 20 menit sebelum kamu datang Mommy sudah datang," jawab Agatha. Dapat Xalzero lihat bahwa Mommy-nya hanya menggunakan pakaian santai, kaos oblong putih dipadukan dengan celana panjang putih, jangan lupakan bahwa saat ini Mommy-nya sendal kucing nya.
"Dimana Zaqiel sekarang?" tanya seorang pria yang baru saja datang, dia adalah Xavier. Dibelakangnya terlihat tiga orang pria lainnya. Mereka adalah Vadlan, Robert dan Alex yang tidak lain adalah sahabat dari Xavier. Agatha tahu kemana sahabat Xavier yang satu itu.
"Dasar penghianat!" maki Agatha dalam hati.
"Tempat penyekapan Zaqiel berada di tengah-tengah hutan, disebuah bangunan terbengkalai bertingkat," jawab Agatha. Ia tahu dari sistem.
"Kita terlalu banyak untuk masuk bersamaan jadi kita bagi menjadi beberapa kelompok bagaimana?" tanya Agatha. Karena tidak mungkin bukan mereka akan masuk bersamaan seperti ini?
"Benar juga," jawab Xavier.
"Baiklah aku akan bersama Xavier, kau, kau, dan dua bodyguard dari mansion," ucap Agatha menunjuk dua anggota yang Xalzero bawa.
"Robert akan ikut bersama kita, lalu Vadlan juga Alex bersama Xalzero," usul Xavier yang diangguki oleh Agatha dan juga tersangkut.
"Xalzero dan tujuh anggotanya. Kalian nanti akan mengikuti ku serta Xavier di belakang untuk jaga-jaga bila kami kualahan," jelas Agatha kepada Xalzero.
"Dan kalian yang tersisa sebagian ada yang masuk kedalam dan sebagian ada yang berjaga diluar." Mereka menganggukkan kepalanya saja.
"Kita mulai, kalian ikuti dari belakang sedikit jauh dari kami," ucap Agatha sebelum berjalan duluan diikuti oleh Xavier, Robert serta lainnya.
Pintu utama memang tidak ada penjaga, namun pada saat pintu kedua terlihat disana 10 orang pria berbadan kekar berpakaian hitam yang tengah berjaga.
Agatha menyerang mereka menggunakan belati yang sempat ia minta tadi pada sistem. Empat dari mereka telah terduduk lemah dengan luka di beberapa tubuh mereka. Dan sisanya ada ditangan Xavier, Robert dan dua bodyguard.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka semua telah bisa dilumpuhkan, mereka berenam pun menaiki tangga menuju lantai dua. Setibanya disana mereka dihadang kembali oleh 16 orang pria berbadan kekar. Tidak lama dari itu pria berbadan kekar kembali muncul, kelompok dari Xalzero maju dan membantu.
Agatha melawan empat pria sekaligus, dalam waktu 5 menit pria itu telah tumbang, beberapa pria maju dan melawan Agatha. Dengan lihai dan gesit Agatha melawan dan membalas serangan-serangan dari mereka.
Mereka muncul kembali, mereka tidak menyerah untuk menyerang Agatha. Agatha lebih gesit melawan dan menyerang mereka hingga mereka tidak sadarkan diri. Segera Agatha berjalan mengendap-endap meninggalkan mereka, tetapi sebelum itu Xavier memanggilnya.
"Agatha." Panggilan dari Xavier mampu membuat langkah Agatha yang menuju lorong masuk terhenti.
"Ada apa?" tanya Agatha pada Xavier.
"Jangan pergi sendiri, bawalah orang untuk membantu kamu," jawab Xavier.
"Aku dan Levon akan ikut dengan Mommy," ucap Xalzero yang diangguki oleh Xavier.
Setelahnya Agatha, Xalzero serta Levon berjalan pelan memasuki lorong-lorong itu. "Pegang ini untuk berjaga-jaga." Agatha berucap dengan memberikan sebuah belati kecil pada Xalzero dan Levon.
Xalzero dan Levon terdiam untuk beberapa saat hingga ia merasa bahwa telah tertinggal sedikit jauh oleh Agatha.
"Sistem, di ruangan mana Zaqiel disekap?" Agatha bertanya pada sistem, tentunya menggunakan batin.
"Zaqiel disekap dilantai tiga pintu terakhir, Nona. Dan berhati-hatilah pada anak tangga terakhir lantai tiga,"
Agatha berhenti berjalan, ia akan menunggu mereka yang saat ini mungkin telah menyusul.
"Xalzero, hubungi beberapa anggota mu yang berada dibawah. Dan suruh kemari," suruh Agatha yang langsung dilaksanakan oleh Xalzero. Tidak lama dari itu mereka semua datang. Walaupun tidak sebanyak tadi, karena ada beberapa dari mereka yang terluka dan sebagiannya lagi berjaga dan mengobati.
Satu-persatu anak tangga Agatha naiki hingga pada anak tangga terlahir Agatha dikejutkan akan banyaknya pria berbadan kekar yang berjaga, bila dihitung mungkin ada 20 sampai 30 orang. Lalu tidak lama kemudian datang kembali para pria kekar. Ini lebih banyak dari yang Agatha perkirakan, tetapi untungnya, ada yang lainnya bisa melumpuhkan mereka semua nantinya.
Tanpa basa-basi Agatha menyerang mereka menggunakan belati, begitupun dengan Xalzero dan Levon. Disaat mereka lengah, Agatha berjalan pelan menuju pintu terkahir yang masih jauh dari posisi mereka sekarang. Tetapi sebelum jauh Xalzero dan Levon mengikutinya.
"Tetap waspada, kita tidak tahu kapan mereka akan menyerang," ucap Agatha sedikit pelan namun didengar oleh mereka.
Benar saja saat setengah perjalanan ada empat orang pria kekar yang menghadang mereka. Agatha melawan mereka menggunakan belatinya.
Blesh
Belati itu berhasil menusuk perut sebelah kanan pria yang menyerang Agatha, pria itu terduduk dengan memegangi bagian perutnya nya yang terkena tusukan dari Agatha yang luar biasa sakitnya.
"Jelas, belati ini telah diberikan racun, yang bisa membuatnya yang terkena sedikit saja mati dalam sekejap, haha." batin Agatha dengan tertawa devil.
Tak sengaja Agatha melihat seorang pria yang akan menusuk Xalzero dari arah belakang menggunakan sebuah pisau tajam.
"Xalzero!"
*
*
*
*
*