Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
49. Mendiami



Kejadian hilangnya dua brownies dan dua cake Agatha sudah terungkap siapa pelakunya. Hal tersebut yang membuat Agatha mendiami sang pelaku bukan hanya sang pelaku tetapi satu mansion. Sedari semalam


Agatha tidak ada keluar dari kamarnya, walaupun begitu ada salah satu dari mereka yang akan mengantarkan makanan untuk gadis itu. Bahkan Celsia saja yang tidak mengetahui akar masalahnya ikut didiamkan.


Saat ini diruang keluarga mansion Calvin terlihat semuanya tengah berkumpul terkecuali Agatha, disana juga ada Celsia.


"Kalian sebaiknya jangan dulu ganggu Agatha. Dia kalo lagi marah emang gitu, yang nggak salah pun didiemin," kelas Celsia singkat. Sebagai sahabatnya Celsia tentu tahu apa saja tentang gadis itu.


"Alasannya?" tanya Tante Fara.


"Nggak tahu. Karena pas ditanya dia jawabnya nggak tahu," jawab Celsia.


"Kamu sih, makan makanannya nggak minta dulu. Jadi ginikan," ucap Tante Fara kepada Alaxia.


"Yakan aku nggak tahu, Mah. Kalau bakal jadi gini," balas Alaxia.


"Lain kali jangan gitu lagi. Agatha itu kalau kita ngambilĀ  punya dia tanpa izin pasti bakal ngediemin kita. Nggak cuman kita tapi yang lain juga kena, contohnya ini," timpal Celsia.


"Iya, jadi bujuknya gimana?" tanya Alaxia. Bila tahu begini ia akan menunggu adik sepupu pulang dulu baru memakannya.


"Beliin makanan kesukaan dia. Dia itu kalau udah sama yang namanya dessert ataupun makanan manis lainnya tuh, udah. Pasti ngambeknya ilang saat itu juga," jelas Celsia. Agatha itu gampang dibujuknya tapi kalau lagi ngambek terus disenggol, ngambeknya bakal lebih lama. Bisa-bisa juga dia ngilang.


"Gue nggak tahu apa makanan kesukaan dia," ucap Alaxia dengan mengembuskan nafasnya kasar. "Apa aja yang penting matcha ataupun cokelat," ujar Celsia.


"Bantuin gue ya, please," mohon Alaxia, ia takut salah bila membelinya seorang diri.


"Iya,"


"Uang kamu masih ada nggak?" tanya Opa Nagara.


"Masih, Opa," jawab Celsia.


"Sekarang aja ayo perginya," ajak Alaxia yang diangguki oleh Celsia.


Kedua gadis itu pergi meninggalkan ruang keluarga. Dan tinggal lah mereka disana. Hingga Calvin berdiri dengan spontan yang membuat mereka bertanya-tanya.


"Ada apa, Nak?" tanya Bunda Denia.


"Ini Tante Keira ngecahat bilang kalau udah dijalan ke mansion," jawab Calvin yang membuat mereka juga terkejut.


"Astaga. Anak itu, selalu saja seperti ini," gerutu Oma Zena.


"Tante Keira dateng sama siapa?" tanya Ayah Arsen.


"Om Zein, Zero sama Elvis," jawab Calvin.


"Oma, Fara kedapur dulu ya," pamit Tante Fara yang diangguki oleh Oma Zena.


Dilain tempat terlihat dua orang gadis yang tengah memborong berbagai macam dessert. Tentu kalian tahu siapa bukan? Yeah, mereka adalah Celsia dan Alaxia.


Mereka berdua telah mendatangi dua toko kue, namun mereka hanya mendapatkan sedikit saja, mungkin karena sudah akan menjelang siang. Kini mereka memasuki toko ketiga, semoga ada. Keduanya berpencar mencari kue yang Agatha suka, dari cake, brownies dan cookies.


Tiga pulubmenit kemudian keduanya bertemu ditempat semula dan masing-masing membawa satu keranjang yang berisi beberapa macam kue.


"Beneran, tapi menurut gue ini kurang," balas Alaxia.


"Yaudah ayo, tapi sebelum itu anterin gue ke tempat kenalan gue dulu," timpal Celsia yang diangguki oleh Alaxia.


Tiga puluh menit kemudian keduanya telah sampai di sebuah rumah minimalis bertingkat tiga. Mereka masuk dengan mudah karena Celsia. Didepan rumah tersebut terlihat seorang gadis cantik yang sudah menunggu mereka.


"Hai, gimana kabarnya, Kei," sapa Celsia dengan memeluk singkat gadis yang dipanggil Kei.


"Kabar ku, baik. Bagaimana dengan kamu?"


"Seperti yang kamu lihat aku juga baik,"


"Perkenalkan dia temen ku. Alaxia," ucap Celsia mengenalkan Alaxia kepada Kei.


"Saya Kei,"


"Alaxia,"


"Mari masuk," ajak nya. Keduanya pun berjalan mengikuti Kei yang sudah lebih dulu berjalan.


Saat sudah didalam, Kei mempersilahkan keduanya duduk. "Tumben kamu kemari, ingin membeli apa?" tanya Kei.


"Photocard Mark Lee yang baru ada? Aku dengar toko mu ada mengeluarkannya," tanya Celsia.


"Ada, tetapi tidak banyak, aku akan mengambilnya," jawab Kei.


"Bila bisa bawa juga yang lain. Kamu tentu tahu siapa saja yang Agatha suka, bukan?" tanya Celsia yang diangguki oleh Kei. Mana mungkin Kei tidak tahu, Agatha itu sangat suka membeli berbagai macam barang tentang boyband grub itu kepada dirinya.


"Kau tunggu sebentar disini." Setelah mengatakan itu Kei pergi meninggalkan keduanya.


"Photocard Mark Lee buat apaan, Cel?" tanya Alaxia.


"Buat Agatha lah. Karena, selain suka matcha sama cokelat dia juga suka sama yang namanya kertas ganteng," jawab Celsia.


"Gitu ya?" Celsia mengangguk sebagai jawaban. Tidak alam dari itu datang Kei dengan membawa satu kotak berukuran sedang yang berisi photocard-photocard.


"Semua official bukan?" tanya Celsia yang diangguki oleh Kei.


"Disini sudah ada semuanya. Aku juga memberikan beberapa bonus untuk Agatha," ucap Kei.


"Terimakasih untuk bonusnya," ucap Celsia.


"Ya, sama-sama," balas Kei. Sedangkan Alaxia? Gadis itu hanya diam.


"Bayarannya sudah aku transfer, bisa dilihat," kata Celsia yang diangguki oleh Kei.


"Bila begitu, aku pamit. Sampai berjumpa dilain hari Kei," ucap Celsia.


"Ya. Sampai berjumpa dilain hari Celsia dan Alaxia," balas Kei dengan senyum manis yang tergambar diwajahnya.


Celsia meletakkan kotak berisi berbagai macam photocard itu dijok belakang mobil. Lalu segera mereka kembali ke mansion, tetapi sebelum itu mereka akan singgah untuk makan siang di restoran terdekat. Perjalanan mereka menuju mansion membutuhkan waktu sekitar satu jam lebih, jadi Alaxia mengajak Celsia untuk singgah dahulu.