Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
22. Bertemu Protagonis Wanita



Hari ini adalah hari yang Agatha tunggu-tunggu, dimana alur novel yang akan jalan. Agatha saat ini tengah bersiap-siap, ia akan pergi keluar untuk menjernihkan pikiran nya yang akhir-akhir ini sedikit keruh.


"Perfect," gumam Agatha saat melihat outfitnya di cermin full body miliknya. Sweater putih dipadukan dengan celana jeansĀ  dan sepatu snikers putih. Tidak lupa juga topi putih dan Sling bag hitam nya.


Agatha segera keluar dari kamarnya, hari ini ia berencana menuju sebuah cafe yang, sudah lama juga dia tidak pergi ke cafe.


"Nona! Anda mendapatkan misi,"


Sistem tiba-tiba berucap saat Agatha sedang asik menyetir. "Misi apaan?" tanya Agatha, pasalnya Agatha telah lama tidak mendapatkan misi, yang berakibat poin menipis lebih tipis dari uang seribu.


"Nona harus pergi ke cafe Weren's First, lalu bertemu dengan tokoh protagonis wanita yang tidak lain adalah Batari Despina,"


Jawaban dari sistem mampu membuat Agatha sedikit kaget, bukankah hari ini adalah pertemuan antara Xavier dan Batari si protagonis wanita? Maka setelah bertemu mulai lah tumbuh bubuk bubuk cintah nya, antara Xavier dan Batari. Pikir Agatha.


"Selain lidahnya keseleo dari lahir, ternyata Nona tidak peka terhadap semua tindakan dan perlakuan yang diberikan oleh Xavier selama ini,"


Ucap sistem prihatin, sebabnya selama ini Agatha selalu saja menerima tindakan dan perlakuan yang menunjukkan bahwa Xavier telah mulai mencintai Agatha.


"Ternyata anda adalah seseorang yang tidak peka terhadap suatu tindakan dan perlakuan,"


Ucap sistem yang mampu membuat Agatha mengernyitkan dahinya bingung. Apa maksud dari sistem ini?


"Lewatkan saja Nona. Bila anda berhasil melakukan misi maka anda akan mendapatkan 500 poin dan kecantikan 2%. Namun, bila gagal anda akan mendapatkan hukuman muntaber dua hari dua malam penuh,"


Sontak hukuman yang diberitahukan oleh sistem sukses membuat Agatha melotot. Gila aja anjir, muntaber selama dua hari dua malam penuh. "Gue terima, mayan, dapat kecantikan 2%." Walaupun akan mendapatkan hukuman Agatha tetap menerima nya.


Mobil Lamborghini Gallardo Spyder silver itu mulai terparkir diarea cafe Weren's First. Apakah mobilnya bisa ganti warna? Tentu saja tidak, Agatha kali ini menggunakan mobil milik Xavier. Di Garasi ada tiga mobil Lamborghini Gallardo Spyder dengan warna yang berbeda, yaitu merah milik Agatha, sedangkan silver dan hitam milik Xavier yang di dapatkan dari hadiah saat perusahaan berulang tahun.


Kembali pada Agatha yang saat ini sedang duduk di dekat jendela menunggu pesanannya sambil menikmati pemandangan kota.


"Silahkan di nikmati," ucap seorang gadis dengan meletakkan minuman yang Agatha pesan.


"Terimakasih," ucap Agatha dengan senyum kecil yang dibalas dengan senyum kecil juga oleh gadis itu.


"Selamat, misi anda berhasil. Anda mendapatkan 500 poin dan kecantikan sebanyak 2%,"


"Benar Nona, gadis yang mengantarkan anda minuman tadi adalah protagonis wanita,"


Agatha menganggukkan kepalanya pelan lalu meminum minuman miliknya. Setelah menghabiskan minuman miliknya Agatha segera membayarnya lalu pergi, Agatha berencana untuk pergi ke mall.


Terlihat Agatha yang tengah membawa beberapa sweater dan kaos oversize, dengan rata-rata berwarna hitam dan putih. Setelah membayar belanjaannya Agatha segera keluar dari toko pakaian Agatha berencana untuk kembali ke mansion. Tetapi sebelum itu Agatha akan membelikan anak-anak nya makanan, dia juga akan membeli beberapa novel untuk dibaca, karena stok novelnya sudah menipis.


Agatha tengah duduk di sofa yang tersedia di balkon kamar Agatha. Sore ini Agatha merasa sedikit bosan, bermain ponsel? membaca novel? Agatha sendang malas bermain ponsel dan membaca jadi lebih baik dia menaikkan semilir angin yang menerpa wajahnya.


"Mommy!" panggil Zaqiel dengan berlari kearah Agatha.


"Jangan berlari Zaqiel, nanti kamu bisa jatuh," tegur Agatha yang dibalas senyuman Pepsodent oleh Zaqiel.


"Zaqiel sudah makan?" tanya Agatha kepada Zaqiel yang sedang duduk disampingnya.


"Udah tadi sama bang Shaka," jawab Zaqiel sembari membaringkan tubuhnya dengan bantalan paha Agatha.


"Tadi sekolah mu bagaimana?" tanya Agatha dengan mengusap lembut rambut lebat milik Zaqiel.


"Seperti biasanya, tidak ada yang menarik," jawab Zaqiel dengan memandangi wajah cantik dan teduh Agatha dari bawah.


Setelah itu Agatha dan Zaqiel tidak ada membuka pembicaraan hanya ada keheningan diantara mereka berdua.


*


*


*


*


*