
Seperti biasa setiap pagi akan ada percekcokan antara Arshaka dan Zaqiel. Seperti saat ini.
"Aku duluan!" kesal Zaqiel.
"Aku duluan, Zaqiel!" balas Arshaka dengan menatap Zaqiel sinis yang dibalas sinis oleh Zaqiel.
"Dibilang aku duluan, kau terakhir saja!" ketus Zaqiel.
"Kau sebagai Abang seharusnya mengalah pada ku yang lebih muda dari dirimu, Abang," kata Zaqiel dengan menyilangkan tangannya di dada.
"Tid—"
"Cukup! Udah ya adik-adik udah. Aunty Xia yang cantik dan manis ini jenuh ... Banget! Ngeliat kalian debat Mulu tiap pagi," ujar Alaxia.
"Salahin Bang Shaka, Aunty jangan Zaqiel."
"Salahin Zaqiel aja Aunty jangan Shaka." Ucap keduanya bersamaan dengan menunjuk satu sama lain lalu tidak lama keduanya menatap satu sama lain dengan tatapan tajam setajam pisau.
"Kau! Mengapa mengikuti ku?!" tanya keduanya.
"Mengapa kau mengikuti ku lagi hah!"
"Kau yang mengikuti ku!"
"Bukan!"
"Kau yang mengikuti ku!"
"Kau!"
"Kau!"
"Sudah! Cukup! Jangan saling nyalahin, kalian berdua sama-sama salah! Oke!" seru Alaxia yang mulai kesal dengan kedua anak lelaki itu. Sedangkan Agatha hanya geleng-geleng saja melihat tingkah ketiganya yang memang sudah menjadi makanan sehari-hari namun semakin hari semakin menjadi.
"Sudah, jangan bertengkar lagi. Kasian Aunty nanti terkena darah tinggi akibat kalian berdua," ucap Agatha.
"Iya Mommy," ucap keduanya.
"Coklat ini masih ada di kulkas dapur, kalian bisa mengambil sepuasnya. Karena Om Calvin udah nyetok banyak banget coklat favorit kalian itu," kata Agatha. Keduanya menganggukkan kepala.
"Yaudah kalau begitu Mommy naik keatas dulu," pamit Agatha.
Menjelang siang Agatha akan pergi untuk menjemput Celsia. Ia berencana untuk mengajak Celsia berkunjung ke mansion Abang nya namun sebelum itu Agatha akan mengajak Celsia untuk berjalan-jalan sebentar, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu.
Seperti biasa Agatha menggunakan celana jeans hitam dipadu dengan sweater oversize putih dan sepatu kets juga Sling bag hitam. Untuk model rambut Agatha hanya menggerainya dan memberikan satu aksesoris bulan sabit berwarna hitam perpaduan putih pada bagian kanan.
Agatha kali ini pergi seorang diri, ia juga tidak memberi tahu pada siapapun bila dia pergi kecuali pada bodyguard yang berjaga dibagian gerbang utama.
Saat ini Agatha telah sampai disebuah mansion besar, bahkan mansion ini sedikit lebih besar dibanding dengan mansion milik Abang nya.
"Saya Agatha, teman dari Celsia," ucap Agatha dengan bahasa inggris pada bodyguard yang berjaga di gerbang.
Akhirnya setelah beberapa menit melakukan perjalanan menuju halaman utama sampai juga, terlihat disana sudah da Celsia dan seorang wanita paruh baya disampingnya.
"Akhirnya yang ditunggu-tunggu dateng juga," ucap Celsia saat Agatha telah turun dari mobilnya.
"Dari tadi nih nunggu disini?" tanya Agatha.
"Enggak, baru aja kok," jawab Celsia.
"Kek nya Lo numpang deh disini, seinget gue mansion punya bokap Lo nggak segede gini," bisik Agatha yang didengar oleh wanita paruh baya yang berada disamping Celsia. Wanita paruh baya itu tertawa pelan tanpa mereka berdua sadari.
"Tau aja Lo kalo gue numpang," balas Celsia.
"Nah, kenalin ini Tante gue, kakak dari Mamah. Namanya Tante Delsya," ucap Celsia memperkenalkan wanita paruh baya disampingnya.
"Agatha, Tan. Temennya Celsia," ucap Agatha dengan mengulurkan tangannya.
"Saya Delsya." Tante Delsya juga mengulurkan tangannya membalas uluran tangan Agatha.
"Yaudah kalo gitu, ayo masuk. Kasihan temannya diajak ngobrol diluar begini sambil berdiri," ajak Tante Delsya. Keduanya menganggukkan dan mengikuti Tante Delsya yang masuk ke pintu utama mansion.
Setelah masuk ke pintu utama Agatha langsung di suguhkan dengan ruangan kosong dengan beberapa hiasan pada dindingnya, Celsia sempat memberitahu bahwa ini adalah aula utama. Mereka melewati aula utama menuju ruangan keluarga utama. Sedikit melelahkan namun tak apa.
"Tante mau naik dulu sebentar. Kalian tunggu disini aja, sebentar lagi ada pelayan yang bakal nganterin minuman sama cemilan. Kalau bosen kamu boleh ngajak Agatha keliling mansion." Itulah pesan yang disampaikan oleh Tante Delsya sebelum pergi meninggalkan mereka.
"Mau kemana tuh?" tanya Agatha pada Celsia.
"Biasa, ngurus bayi gedenya," jawab Celsia, Agatha hanya mengangguk saja.
Tidak lama dari itu pelayan datang dengan membawakan minuman serta cemilan.
"Terimakasih," ucap Agatha.
"Sudah tugas kami. Bila seperti itu kami permisi karena masih ada perkerjaan yang harus kamu selesaikan." Kata salah satu dari mereka, tentunya dengan berbahasa inggris.
(Aku disini nggak pake bahasa inggrisnya langsung karena males translate)
"Dari nge dongo cuman makan minum doang disini, mending kita keliling mansion deh. Gimana?" tanya Celsia kepada Agatha yang tengah meminum jus alpukatnya.
"Gue ngikut aja," jawaba Agatha.
"Yaudah, gas keun lah kita keliling sekitar mansion. Kita lewat pintu samping aja. Males kalau mau lewat aula, cape." Agatha menganggukkan kepalanya.
Tidak lama setelah kepergian keduanya terlihat Tante Delsya dan seorang lelaki dengan pakaian formalnya keluar dari lift.
"Udah sana pergi. Mommy mau ketemu sama tamu Mama," usir Tante Delsya pada lelaki itu. Sedangkan lelaki itu hanya menghela nafas sabar.
"Iya Ma, Elga berangkat dulu." Setelah mengucapkan kata itu segera lelaki yang memanggil dirinya Elga pergi.
Terlihat Agatha tengah memperhatikan tanaman bunga Daisy yang tersusun rapi ditaman samping. Ah saat memasuki taman ini Agatha juga disuguhkan dengan tamanan bunga tulip putih. Kata Celsia Tante Delsya itu suka banget sama yang namanya bunga apalagi bunga tulip.