
Tepat pada pukul satu malam Zelgaro berjalan menuju kamar adik sepupunya yang tidak jauh dari kamar tidurnya. Hanya membutuhkan waktu tiga menit saja untuk sampai di depan kamarnya adik sepupunya.
Tanpa mengetuknya lebih dulu Zelgaro langsung masuk saja kedalam kamar itu, karena kebetulan pintu kamar itu tidak dikunci oleh pemiliknya. Sungguh ceroboh, pikir Zelgaro. Tetapi memang faktanya bahwa Celsia itu adalah gadis yang ceroboh.
Dari ambang pintu dapat Zelgaro lihat bahwa kedua gadis itu masih sibuk menonton sebuah drama dengan bahasa asing itu hingga tidak menyadari keberadaannya. Ini sudah pukul satu lebih sepuluh menit, namun keduanya belum tidur. Apa kabar bila tadi Zelgaro melanjutkan memeriksa laporan?
Selama beberapa menit Zelgaro terdiam menatap keduanya yang terkadang berteriak tertahan karena adegan romantis yang dilihatnya.
Akhirnya Zelgaro melangkahkan kakinya menuju keduanya, tanpa mengeluarkan suara ataupun kata Zelgaro mematikan dan menutup laptop itu.
"Tidur." Zelgaro berucap dengan datar dan juga tatapan matanya yang dingin.
"Bentar lagi. Itu tadi nanggung loh Bang. Beberapa menit lagi video nya habis," ucap Celsia dengan wajah memelas.
"Tidur," sekali lagi Zelgaro berucap demikian.
"Nggak," balas Celsia sembari berdiri dan mencoba mengambil laptop nya.
"Tidur atau laptop Lo gue sita," ancam Zelgaro. Sang empu yang diancam pun mencebikkan bibirnya kesal.
"Iya-iya,"
"Yaudah yuk tidur." Agatha berucap sembari merebahkan dirinya di kasur king size milik Celsia.
Zelgaro mendekat kearah Agatha. "Good night, baby," bisik Zelgaro sebelum keluar dari kamar adik sepupunya. "Good night to," balas Agatha. "Wajahnya sedikit pucat. Sepertinya dia kelelahan."
"laptop nya gue sita sementara!" ucap Zelgaro sebelum menutup pintu kamar itu. Setelah kepergian Abang sepupunya, Celsia menghentak-hentakkan kakinya kesal sembari menyumpah serampahi Abang sepupu nya itu.
"Udahlah Cel, lagian kan salah lo sendiri. Tadi diajakin tidur malah nanti-nanti dulu," balas Agatha.
Celsia kembali berdecak kala Agatha berkata demikian. Tetapi setelahnya gadis itu ikut membaringkan dirinya di sebelah Agatha.
Waktu terus berlalu dan pagi pun tiba, terlihat dua orang gadis yang sedang berjalan menuju meja makan. Keduanya adalah Celsia dan Agatha.
"Pagi. Om, Tan," sapa keduanya. "Pagi juga," balas keduanya.
"Belum turun, Cel. Paling bentar lagi," jawab Om Caiden.
Tetapi apa yang dikatakan oleh Om Caiden tidak ada faktanya, karena sampai berbagai makanan terhidang di meja makan Zelgaro belum juga datang.
"Soal Zelgaro nanti biar Tante aja yang nganterin makannya. Kita makan aja dulu," ucap Tante Delsya.
Setelah semuanya selesai makan, mereka kembali ke aktivitas masing-masing. Sepertinya Celsia dan Agatha yang menikmati suasana pagi ini di balkon kamarnya.
"Oh iya, gue nggak lama lagi bakal balik indo," ucap Agatha tiba-tiba yang membuat Celsia menolehkan kepalanya kearah Agatha.
"Ngapain Lo balik ke indo? Mau ketemu sama tu brengsek?" tanya Celsia dengan tatapan tajamnya. "Padahal Lo udah baik disini," lanjutnya.
"Pengen aja. Soal ketemu sama dia, udah pasti enggak lah. Ngapain coba mau ketemu sama dia," balas Agatha.
"Kalo Lo penerbangan ke indo ikut dong, males banget gue kalo sendiri," ucap Celsia.
"Gue di indo cuman bentar, paling dua atau tiga hari disana," balas Agatha.
"Emang Lo ngapain?" tanya Celsia.
Agatha diam dan berpikir. "Beli novel sama ngambil beberapa barang penting," jawab Agatha yang mampu membuat Celsia menjatuhkan rahangnya. balik ke indo cuman mau beli novel sama ngambil barang penting? Emang tu barang sepenting apa? Terus novel? Ya Taulah kalau bocah disampingnya adalah maniak novel sudah ada hampir empat bulan bocah ini tidak ada baca novel kecuali novel online.
"Itu doang?" Celsia bertanya kepada Agatha yang diangguki oleh sang empu.
"Gue nggak habis pikir sama pemikiran Lo. Balik ke indo cuman mau beli novel sama ngambil barang penting. Gue yakin barang penting itu berbagai aksesoris bulan sabit Lo pasti. And novel-novel yang belum Lo baca," tebak Celsia.
"Kok tahu? Cenayang ya?" balas Agatha.
"Bukan," balas Celsia.
Setelah itu keduanya terdiam menikmati suasana pagi ini yang sejuk.