
Setelah kejadian beberapa jam lalu kini Agatha sedang bersantai di balkon kamarnya bersama Zaqiel dan Arshaka. Kemana Xalzero? Lelaki itu kini sedang bersama temannya di ruang tamu.
"Kalian berdua tunggu disini, Mommy kebawah sebentar untuk membuat minum kembali," ucap Agatha kepada keduanya.
Agatha perlahan menuruni anak tangga itu, samar-samar Agatha mendengar pembicaraan para anak muda, saat Agatha lihat dari dari pembatas dinding ternyata tidak hanya para lelaki ada juga dua pria berpakaian hitam dan berwajah menyeramkan menurut Agatha.
"Bagaimana keadaan markas?" Agatha tahu siapa pemilik suara ini, ini sudah pasti Xalzero.
"Keadaan markas lumayan baik bos." Agatha tidak tahu suara siapa ini, karena Agatha tidak kenal jadi dengarkan saja.
"Tetep awasi wanita itu jangan sampai lengah." Untuk yang ini sepertinya sudah inti deh, Agatha pengen pergi tapi penasaran.
"Baik bos."
"Ketatkan lagi penjagaan untuk Mommy-ku." Wah, jadi selama ini Agatha pergi kemana-mana ada yang ngawasin? Tapi kok Agatha nggak nyadar siehh?
"Baik bos, nanti akan saya tambahkan beberapa pengawal terlatih untuk menjaga Nyonya dari jauh."
"Bagus, sekarang kalian boleh pergi." Kedua pria itu pergi meninggalkan mansion Amalaric. Siapa mereka? Itulah kira-kira pertanyaan yang sedari tadi bersarang di dalam otak Agatha. Ingin bertanya pada sistem pun, sistem nya sedang tidak aktif, Agatha sedang ngambek pada sistem.
Sudah tidak ada pembicaraan serius kan? Agatha akan pergi ke dapur untuk membuat matcha dingin kembali. Untuk menuju dapur bisa melewati ruang tamu dan bisa juga tidak. Dan Agatha memilih untuk tidak melewati ruang tamu.
Tidak membutuhkan waktu yang lama hanya sekitar 10 menitan, Agatha kembali lagi ke kamarnya. Terlihat Arshaka dan Zaqiel uang tengah memainkan ponsel miliknya. Sepertinya mereka sedang menonton sebuah kartun. Dan ternyata benar.
Agatha mendudukkan dirinya di ayunan gantung favoritnya. Meletakkan matcha dinginnya di meja dan mengambil buku novel yang telah ia baca setengah dan ia akan melanjutkannya.
****
Dilain tempat, disebuah ruangan gelap dengan penerangan yang remang-remang terlihat dua orang berbeda gender yang duduk saling berhadapan.
"Jadi bagaimana?" tanya sang pria kepada wanita didepannya.
"Wanita itu berhasil membuat ku malu, Gal!" jawab wanita itu dengan sedikit kesal. Bagaimana tidak dirinya dipermalukan oleh wanita itu.
"Itu salah mu sendiri Rea! Mengapa kau mendatangi nya saat ditempat ramai, ditambah lagi saat ada lelaki psikopat itu," ucap pria yang dipanggil Gal itu.
"Rencana C telah gagal, saatnya kita lakukan rencana B," lanjut pria itu dengan senyum miring nya.
"Tidak semudah itu bodoh! Pasti lelaki psikopat itu mengawasi keduanya! Walaupun tidak terlihat tetapi tetap saja!" seru wanita itu.
"Usaha tidak menghianati hasil Rea! Aku telah mendapatkan aset serta dokumen penting perusahaan itu, tinggal kau lagi yang belum mendapatkan pria mu," ucap pria bernama Gal tersebut.
"Ah, kau benar Gal," balas wanita bernama panggilan Rea.
****
"Jadi apakah Kau telah menyembunyikan aset dan dokumen penting yang sebenarnya?" tanya gadis yang satunya.
"Aku sudah menyembunyikan aset serta dokumen penting itu di ruang penyimpan ku, Aud," jawab gadis yang ditanya oleh gadis dengan nama panggilan Aud.
"Baik, berhati-hatilah, sekarang banyak yang mengintai nyawa mu serta keluarga mu. Tetap waspada jangan sampai lengah," nasehat Aud.
"Dalam waktu dekat mereka berdua akan melakukan rencana B mereka, lalu bila tidak berhasil mereka akan melakukan rencana A. Untuk B, rencana B ini lumayan berbahaya, tetapi yang lebih berbahaya adalah rencana A dikarenakan mereka akan membunuh yang bersangkutan," jelas Aud kepada gadis disampingnya.
"Ngeri sekali," gumam gadis disamping Aud.
"Maka dari itu kau harus berhati-hati." Gadis disamping Aud menganggukkan kepalanya mengerti.
"Baiklah, sudah waktunya kau kembali. Sampai jumpa kembali Aga," ucap Aud dengan melambaikan tangannya kepada gadis dengan panggilan Aga.
"Sampai juga kembali Aud," balas Aga.
Lalu setelahnya gadis bernama Aga itu menghilang diserap oleh cahaya putih.
****
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*