Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
35. Bertemu Arshala



Seminggu sudah Alaxia berada di mansion, maka seminggu pula inilah mansion Calvin penuh akan saling mencaci maki antara satu sama lain. Seperti saat ini.


"Dasar jomblo karatan!"


"Jomblo karatan mata Lo! Lo tuh jomblo karatan!"


"Lo juga jomblo karatan, bambank!"


Agatha pusing sebenarnya, tetapi apakah daya, sudah dipisahkan nanti pasti akan berdebat kembali.


"Udah, kalian sama-sama jomblo karatan," ucap Agatha menengahi mereka berdua. Keduanya menolehkan kepalanya kearah Agatha.


"Mentang-mentang udah nikah, punya buntut tiga Lo ngatain kita jomblo karatan!" ucap keduanya sedikit keras. Haduh! Sepertinya Agatha salah berbicara.


"Yaudah, terserah kalian deh, aku ngomong juga salah nggak ngomong capek juga dengerin kalian debat terus." Agatha pergi meninggalkan mereka berdua yang saling pandang.


Tidak lama dari itu Agatha turun dengan dress berwarna putih tulang berlengan pendek, serta dipadukan dengan sepatu sneakers putih. Tidak lupa juga tas Sling bag pink.


"Mau kemana?" tanya Calvin pada Agatha.


"Keluar bentar nyari angin." Agatha menjawab tanpa menolehkan kepalanya.


Agatha saat ini sedang duduk di taman yang sering ia singgahi, jangan bilang Agatha hanya diam saja tanpa memakan apapun. Disamping Agatha ada beberapa makanan tradisional yang sempat Agatha beli tadi sebelum pergi ketaman.


"Kak Tata!" panggil seorang gadis kecil kepada Agatha. Yang diangguki pun mencari sumber suara yang ternyata saat ini telah berada di sampingnya.


"Kak Tata, Ala ada disini," ucap gadis kecil bernama Ala itu pada Agatha.


"Eh Arshala, Kakak kirain tadi ada di depan sana," ujar Agatha.


"Apa kabar Ta?" tanya seorang lelaki yang datang bersama Arshala.


"Baik, Lo apa apa kabar Rayyan?" tanya Agatha kembali pada lelaki itu. Kalian ingat bukan dengan Rayyan, adik dari protagonis pria kedua. (Bab 05)


"Gue baik," jawab Rayyan.


"Lo sering kesini?" tanya Agatha pada Rayyan. Sang empu yang ditanya menganggukkan kepalanya.


"Kalo buat gue emang sering tapi enggak kalau ni bocil, tiap hari nggak pernah absen ke taman. Tiap ditanya mau ngapain ketaman terus, pasti jawabnya mau ketemu Lo," ucap Rayyan.


"Abisnya Ala udah lama nggak ketemu sama kak Tata," sela Arshala.


"Haha, kangen ya sama Kakak? Maaf ya, Kakak lama nggak ketaman karena habis sakit, jadi harus banyak istirahat." Mendengar kata sakit Arshala sontak menolehkan pandangannya kearah Agatha.


"Kakak sakit apa?" tanya Arshala.


"Cuman kena tusuk doang kok, gak terlalu parah," jawab Agatha yang membuat Rayyan membulatkan matanya.


"Cuman Lo bilang! cuman. Ditusuk loh Ta, ditusuk!" seru Rayyan dengan memegangi kedua pundak Agatha.


"Nggak papa, bukan jantung gue kok yang ditusuk," balas Agatha enteng. Rayyan geleng-geleng kepala saat mendengar balasan dari Agatha.


"Bagian mana Lo yang ditusuk?" tanya Rayyan. Agatha menunjukkan lengannya yang tertusuk kepada Rayyan. Jujur saja Rayyan baru menyadarinya bila ada bekas jahitan di lengan Agatha.


"Terus bahu kanan kiri, telapak tangan terakhir punggung."


"Gila! Gila! Segitu parahnya Lo bilang cuman!" seru Rayyan.


"Lebay banget Lo," cibir Agatha menawarkan sebuah es krim rasa vanilla pada Rayyan.


"Nggak makasih, kalau Lo mau mending nawarin nih bocil deh," balas Rayyan.


"Ala udah ngambil es krim," ucap Arshala dengan memasukkan satu sendok es krim vanilla kedalam mulutnya.


Lama terdiam akhirnya Agatha membuka pembicaraan agar tidak terlalu hening. "Jalan-jalan kuy," ajak Agatha.


"Gue mah ngikut bocil," balas Rayyan.


"Kalo Ala mau-mau aja," sela Arshala.


Mereka bertiga pergi menuju mobil masing-masing, tetapi sebelum Rayyan memasuki mobilnya Agatha lebih dulu memanggil dan berkata menggunakan mobilnya saja. Mereka bertiga pun menaiki mobil Agatha dan pergi berkeliling kota, saat tiba makan siang mereka berhenti disalah satu restoran bintang lima.


"Ala mau pesen apa?" tanya Agatha pada Arshala.


"Ayam bakar aja, minumnya terserah Kakak aja," jawab Arshala. Agatha mengangguk dan menyebutkan pesanan mereka kepada pelayan restoran.


"Terserah Kakak aja sih, Ala cuman ngikut,"


"Gimana kalau ke supermarket, kita belanja terus itu kita pergi ke mansion punya Abang Kak Tata, gimana mau?" tanya Agatha.


"Mau!" jawab Arshala antusias.


"Terus nanti pulang nya gimana? Mobil gue ada di taman, Ta,"


"Santai aja kali, soal mobil Lo nanti gue suruh bodyguard kirim kerumah Lo, kirim aja alamat rumah Lo ke gue,"


Rayyan menganggukkan kepalanya. Karena makanan yang mereka pesan telah datang, segera mereka memakan makanan tersebut hingga habis. Setelah itu mereka pergi ke supermarket, sebelum itu Agatha tentunya membayar dulu semua makanan yang mereka pesan.


Setelah berbelanja cemilan dan minuman Agatha, Rayyan dan Arshala pergi ke mansion Calvin. Emang Agatha punya mansion? Kagak.


Saat baru turun Agatha langsung di serbu dengan pertanyaan beruntun dari Alaxia dan Calvin.


"Agatha!"


"Lo kemana aja sih? Kita panik tau Lo nggak pulang, Lo udah makan? Lo nggak luka kan?" tanya Alaxia beruntun.


"Adek kamu nggak papa kan? kamu udah makan? Kalau belum makan ayo makan Abang temenin. Kamu nggak luka kan? Kamu nggak kenapa-napa kan?" tanya Calvin beruntun melebihi Alaxia.


"Agatha nggak papa, Agatha udah makan," jawab Agatha.


"Lo bawa siapa Ta?" tanya Alaxia pada Agatha saat melihat Rayyan dan Arshala.


"Dia temen aku," jawab Agatha.


"Ayo masuk Ala, Rayyan," ajak Agatha.


Rayyan dan Arshala masuk kedalam mansion mengikuti Agatha.


"Kalian duduk dulu," suruh Agatha sebelum pergi kedapur.


"Lo anak dari Gama Eleuther?" tanya Alaxia.


"Iya," jawab Rayyan.


"Lo taukan kalau keluarga Eleuther sama Vasilius musuhan?" tanya Alaxia yang diangguki oleh Rayyan.


"Jauhin Agatha, gue nggak mau dia kenapa-napa!" ucap Calvin.


Sebenarnya Rayyan sudah tahu sedari pertama tadi bahwa Agatha adalah anak dari musuh bisnis ayahnya, tetapikan yang bermusuhan adalah ayah nya bukan dirinya? Jadi apakah salah bila dirinya dan adiknya berteman dengan Agatha?


"Yang musuhan keluarga Lo itu bokap, bukan gue. Apa salah kalau gue temenan sama Agatha?" tanya Rayyan.


"Emang nggak salah! Tapi bisa aja Agatha celaka kalau bokap Lo tau Lo temenan sama Agatha!" Benar juga apa yang dikatakan oleh Calvin, bila Agatha berteman dengannya bisa saja celaka, walaupun bukan saat ini tetapi tidak tahu saat yang akan datang.


"Aku bisa jaga diri! Aku nggak selemah yang Abang pikir!" ucap Agatha yang mendengar perkataan Calvin barusan.


"Agatha bisa jaga diri Bang, Agatha bukan anak kecil lagi, walaupun Agatha keluar sendiri ada bodyguard yang udah ayah kasih buat ngawasin dari jauh," ucap Agatha.


"Abang tahu,"


"Jadi jangan nyuruh Rayyan buat jauhin Agatha!" cetus Agatha.


Calvin mengenal nafasnya pelan lalu mengangguk pertanda iya.


"Oke, ayo ke taman belakang, kita makan disana," ajak Agatha, keduanya pun berjalan mengikuti Agatha menuju taman belakang.


*


*


*


*


*


*