
Setibanya Calvin dkk tadi di Amerika mereka langsung beristirahat. Hingga makan siang tiga barulah mereka turun.
"El sama Shaka mau lauk apa?" tanya Agatha pada keduanya.
"Zaqiel mau ayam goreng sama soup daging," jawab Zaqiel yang dengan segera Agatha ambilnya.
"Shaka ayam goreng, soup iga sapi dan tumis cumi, Mom." Arshaka ikut menjawab. Setelah mengambilkan mereka berdua lauk segera Agatha mengambilkan makanan untuk dirinya sendiri dan mulai makan.
Hingga setengah jam kemudian acara makan siang telah selesai. Agatha tidak kembali ke kamarnya langsung, sebelum itu ia membuat satu cangkir matcha dingin favoritnya lalu naik, tetapi diurungkan oleh Alaxia saat Agatha melewati ruang tengah.
"Tha, sini kumpul bareng," panggil Alaxia. Sang empu yang dipanggil pun berjalan menuju kearah yang memanggil diikuti oleh kedua buntut nya, Arshaka dan Zaqiel.u
"Mending disini aelah, dari pada di kamar," ucap Alaxia saat Agatha mendudukan dirinya disamping gadis itu.
Agatha menganggukkan kepalanya pelan, kebetulan disini tidak hanya ada perempuan tetapi ada juga beberapa laki-laki, sepertinya teman dari Alaxia ayus Calvin.
"Ini adek sepupu yang Lo bilang?" tanya seorang gadis yang duduk didepan Alaxia.
"Iya, kenalin dia Agatha," kata Alaxia memperkenalkan Agatha.
"Gue Violet,"
"Alenza,"
"Nayra,"
"Amber,"
"Jourell,"
"Hendry,"
"Yang disamp—" Sebelum Jourell menyelesaikan ucapannya lebih dulu lelaki disampingnya menyela dan menyebutkan namanya sendiri.
"Zelgaro." Tentu hal tersebut mampu membuat mereka semua tercengang, karena selama ini Zelgaro terkenal sangatlah dingin, tidak terduga bahwa lelaki itu akan menyebutkan dirinya sediri dikarenakan bila ada perkenalkan maka temannya yang akan memperkenalkan.
"Kenapa?" tanya Zelgaro dingin pada teman-temannya.
"Aneh aja, tumbenan Lo mau nyebutin nama Lo sendiri," jawab Jourell yang diangguki oleh mereka semua kecuali Agatha, Arshaka dan Zaqiel.
Zelgaro diam tanpa membalas mereka semua dan Kemabli fokus pada ponsel di genggamannya.
"Kapan-kapan jalan kuy, sekalian ngenalin Agatha sama kota New York," ucap Amber.
"Aku ikut aja, walaupun udah tahu setengah seluk beluk kota New York. " Agatha melanjutkan kalimat terakhirnya didalam hati.
"Kalian disini udah kerja semua atau belum?" tanya Agatha kepada mereka.
"Gue sih lagi belajar-belajar juga buat jadi penerus perusahaan. Kasian Daddy udah tua ngurus perusahaan," jawab Amber.
"Gue kerja di perusahaan punya Abang gue jadi sekretaris," sahut Nayra.
"Gue sih pengangguran sama kaya Alaxia," Violet ikut menyahuti sembari bertos ria dengan Alaxia.
"Nerusin restoran punya bokap," sahut Hendry.
"Kalau gue jangan ditanyakan lagi, udah pasti asistennya Zelgaro," ucap Jourell.
"Si bego, padahal bokap nya punya perusahaan gede juga sebelas dua belas sama Zelgaro. Masa lebih milih jadi asisten Zelgaro," timpal Amber dengan menoyor kepala Jourell.
"Ceo," ucap Zelgaro.
"Nggak Lo kasih tahu kita juga tahu," balas Violet.
"Dia belum tahu, makanya gue kasih tahu," timpal Zelgaro uang membuat Jourell mendekati Zelgaro dan menempelkan salah satu tangannya pada kening Zelgaro. Sang empu pun menepis tangan Jourell pelan.
"Nggak panas berarti nggak sakit, apa jangan-jangan Lo kesambet jin," ucap Jourell yang langsung mendapatkan delikan tajam dan dingin dari Zelgaro.
"Udah sih, mungkin si Zelgaro lagi bolong makanya bicaranya rada panjang," celetuk Alaxia yang membuat mereka tertawa pelan.
"Ada-ada aja," sahut Agatha yang sedari tadi diam.
"Ya ampun gue sampe lupa," ucap Alaxia dengan menepuk dahinya pelan.
"Kenalin ini buntut nya Agatha. Yang gede namanya Arshaka terus yang bocil namanya Zaqiel," ucap Alaxia yang langsung mendapatkan delikan tajam dari Zaqiel.
"Asih cil, peace deh," ucap Alaxia dengan jadi membentuk huruf V.
"Zaqiel bukan bocil ya!" ucap Zaqiel dengan kesal, enak saja dirinya dikatai bocil.
"Ya ampun, imutnya," ucap Amber.
"Nggak ada yang imut ya Aunty, Zaqiel udah besar bukan anak kecil lagi," kata Zaqiel.
"Iya deh, Zaqiel ganteng dan imut," ucap Amber disertai dengan tawa saat melihat ekspresi wajah Zaqiel yang menggemaskan saat Amber mengucapkan kata terkahir.
"Ya ampun bocil, kamu kan emang imut," timpal Alaxia.
"Enggak ya Aunty, Zaqiel nggak imut," balas Zaqiel sengaja mengembung kedua pipinya yang membuat Zaqiel bertambah imut.
"Zaqiel emang imut kok," sahut Agatha.
"Mommy~ jangan ikut-ikut sama mereka dong~" rengek Zaqiel pada Agatha.
"Loh, kan emang bener. Kamu itu imut tapi juga ganteng, gitu," ucap Agatha dengan mengacak gemas pucuk kepala Zaqiel.
"Mommy~" rengek Zaqiel saat pucuk kepalanya di acak oleh Agatha. Sontak hal tersebut membuat mereka tertawa kecuali Zelgaro, lelaki itu hanya tersenyum tipis tanpa ada yang menyadarinya.
Mereka semua menghabiskan waktu bersama hingga menjelang sore hari. Para teman-teman Alaxia satu-persatu mulai pulang karena hari sudah sore.
...***...