
Setelah puas berkeliling sekitar mansion ditemani oleh Celsia dan Tante Delsya kini saat nya mereka makan siang. Kebetulan waktu makan siang sudah tiba jadinya merekapun memutuskan untuk beristirahat dulu untuk makan siang lalu kembali berkeliling.
Selama makan siang berjalan hanya terdengar deringan sendok saja tidak ada yang membuka suara, dikarenakan memang sudah menjadi kebiasaan keluarga masing-masing yang pada saat makan berlangsung tidak berbicara.
Selesai makan mereka bertiga duduk di ruang tamu. Membicarakan beberapa hal ringan hingga ucapan Tante Delsya membuat Agatha tersedak minumannya.
"Sepertinya kamu cocok kalau Tante jodohin sama anak bujang Tante yang nggak laku-laku sampe sekarang." Agatha yang mendengar hal tersebut tentu saja terkejut. Baru lusa kemarin Abang nya mengirimkan surat cerai kepada mantan suaminya loh.
"Aduh Tan. Modelan Agatha mah adanya di Korea sana, nggak ada Amerika," sahut Celsia.
"Bisa ae Lo," balas Agatha dengan tersenyum malu. Lebih tepatnya pura-pura malu.
"Masa sih?" tanya Tante Delsya yang dijawab dengan anggukan pelan oleh Celsia.
"Modelan kaya Bang Zelgaro mana mempan," celetuk Celsia yang membuat Agatha mengerutkan dahinya.
"Zelgaro?" beo Agatha.
"Lo kenal?" tanya Celsia yang dijawab dengan anggukan kepala oleh Agatha.
"Dia temennya Kak Alaxia, makanya kenal," ucap Agatha.
"Bisa-bisanya ada yang mau temenan sama tu bayi," ujar Celsia yang diangguki oleh Tante Delsya.
"Bayi dari mana, pas sama temen-temennya malah cosplay jadi kembaran kulkas 1000 pintu,",
"Uwawww! Ternyata Bang Zelgaro memiliki kepribadian ganda duapuluhh," ucap Celsia.
"Enak banget kelihatannya ngegosipin orang," celetuk seorang lelaki tampan dengan kedua tangannya yang dimasukkan ke saku celananya.
"Enak lah, kan yang digosipin si bayi drakula," balas Celsia yang belum menyadari bahwa seseorang yang digosipkan berada disana.
"Oh! Jadi pengen cepet-cepet dibalikin nih ceritanya?" tanya lelaki itu dengan wajah datarnya. Celsia menoleh dan baru sadar bahwa disana ada Zelgaro, berarti yang ia balas tadi adalah Zelgaro.
"Haduh, kalo gue dibalikin ke Indonesia. Nggak bakal ketemu sama Agathaahi dong. Kan dia sekarang tinggal di New York." Batin Celsia.
"Mentang-mentang mansion nya sendiri. Makanya main ngancem gitu," gerutu Celsia.
"Ya iyalah, ini mansion gue," balas Zelgaro.
"Dasar bayi drakula," ejek Celsia.
"Mak Lampir," balas Zelgaro tak mau kalah.
"Cantik dari Hongkong kali," gumam Celsia.
"Iya, kalo elo kan cantik dari selokan tetangga." Sontak perkataan dari Agatha mampu membuat Tante Delsya tertawa begitupun dengan Zelgaro.
"Enak aja Lo bilang gue cantik dari selokan tetangga," cetus Celsia dengan memanyunkan bibirnya.
"Ngapain manyun-manyun? Minta ditabok?" tanya Tante Delsya. Celsia tambah memanyunkan bibirnya.
"Wah! Kek nya emang minta ditabok tuh Tan," celetuk Agatha.
"Agatha kampet!" seru Celsia dengan menabok bahu kanan Agatha.
"Sshhh," desis Agatha saat merasakan sedikit sakit pada bahunya. Jujur saja luka jahitan pada bahu kanan Agatha belum sepenuhnya kering karena lukanya yang lumayan dalam.
Zelgaro berjalan mendekati Agatha dengan wajah khawatir, begitupun dengan Tante Delsya dan Celsia yang ikut khawatir.
"Kamu kenapa?" tanya Zelgaro. Ia takut bila luka jahitan yang ada pada bahu Agatha terbuka.
"Gak papa. Cuman sedikit sakit karena luka jahitannya belum kering total," jawab Agatha dengan senyum simpulnya untuk mengurangi kecemasan mereka.
"Luka jahitan?" tanya Tante Delsya dan Celsia.
"Benar tidak apa-apa? Mending ke dokter aja ya, siapa tahu luka jahit nya kebuka," tanya Zelgaro lagi.
"Nggak papa, ini cuman sakit dikit kok. Nggak perlu pake ke dokter," jawab Agatha.
Zelgaro menghela nafasnya pelan lalu mengangguk, ia tidak boleh memaksa. "Lain kali jangan nabok bahu kanan Agatha lagi," peringat Zelgaro.
"Kenapa kok bisa ada luka jahit di bahu nya?" tanya Tante Delsya yang sedikit ingin tahu.
"Kena tusuk Tan, nggak cuman di bahu kanan, tapi di kiri, punggung, lengan sama telapak tangan juga ada," jawab Agatha tenang.
"Si anjir! Malah santai aja Lo! Itu ditusuk loh! Ditusuk! D-i-t-u-s-u-k! " teriak Celsia didepan wajah Agatha.
"Bener! Kenapa kamu malah santai aja Agatha!" Tante Delsya juga ikut berteriak hanya saja dia tetap berada ditempat duduknya.
"Santai aja kali. Sekarang udah mulai sembuh, tinggal nunggu kering bagian bahu kanan sama punggung aja lagi," ucap Agatha.
"Yaudah kalo gitu, aku pamit mau ke ruang kerja ngambil dokumen, Ma, Celsia, Agatha," pamit Zelgaro.
Setelah kepergian Zelgaro ruang tamu tidak hening melainkan ramai akan tawa dari ketiganya, sepertinya memang cocok bila Tante Delsya dan Agatha menjadi menantu dan mertua. Karena sedari tadi yang tertawa paling kencang adalah Tante Delsya dan Agatha yang secara bergantian meledek Celsia.