
"WASUUUU!" pekik Agatha sebelum jatuh tengkurap mencium lantai marmer. Agatha mencoba bangun namun jatuh lagi, alhasil body bohay aduhai nya mencium lantai marmer tersebut.
"Lantai asu! Ngapain Lo, ada disini sih, anj!" umpat
Sedangkan sistem hanya bisa bersabar memiliki tuan seperti Agatha.
"NYONYA!" pekik Selena. Salah satu maid yang dekat dengan Agatha selama setengah bulan ini.
"Apakah Nyonya, tidak apa-apa?" tanya Selena seraya membantu Agatha untuk bangun da
"Mata Lo! kaga apa-apa, sakit nih, pantat gue," ketus Agatha dengan memandang sinis Selena, sedangkan Selena yang dipandang seperti itupun hanya bisa meneguk Saliva nya kasar.
"Hati-hati Nyonya, lantainya masih basah," ucap Selena kepada Agatha yang sedang berjalan pelan dengan memegangi pantatnya.
"Iye, iye," balas Agatha dengan ketus.
"Lain kali kasi papan kalau lantainya lagi basah!" teriak Agatha sebelum pergi meninggalkan Selena.
Setelah kejadian tadi Agatha kembali ke kamarnya, untuk mengistirahatkan pantatnya yang sakit. Hingga siang tiba barulah dia turun lagi, untuk makan siang.
Tapi kesialan kembali terjadi, saat menuruni anak tangga terakhir Agatha tidak sengaja terpeleset, Agatha segera memejamkan matanya guna menerima sakit yang akan dideritanya saat mencium lantai marmer lagi, tapi selang beberapa detik, tidak ada rasa sakit yang Agatha rasakan, melainkan Agatha Merakan sebuah tangan kekar di pinggangnya. Dengan perlahan Agatha pun membuka matanya, dan kalian tahu yang pertama Agatha lihat adalah wajah datar namun tampan seorang pria.
"Anjir, lepasin," ucap Agatha, yang sontak membuat pria itu melepaskan tangannya pada pinggang Agatha, yang berhasil membuat Agatha terjatuh mencium lantai marmer tambah pinggangnya yang tak sengaja terkena pinggiran anak tangga, yang menambah sakitnya.
"ASU TENAN! ASUUU!" umpat Agatha dengan keras.
"Sialan, kenapa dari tadi jatoh mulu sih?" tanya Agatha pada dirinya sendiri.
"Huaaaa, demi jaehyun suami pertama gue, ini sakit banget cok!" seru Agatha masih dengan posisinya. Sedangkan pria tadi hanya diam, namun saat mendengar seruan Agatha menyebutkan sebuah nama seorang lelaki membuat pria itu sedikit err cemburu.
"Siapa ... Jaehyun?" tanya pria itu pada Agatha.
"Lo nggak denger? dia itu suami gue," jawab Agatha ketus.
"Bukankah, suami mu hanya aku?" kalian Taulah siapa pria itu, yang tidak lain dan tidak bukan lagi adalah Xavier.
"Pala Lo peyang, suami gue banyak ya, nggak cuman satu, dua, tiga," balas Agatha yang membuat Xavier menoleh kearah Agatha.
"Apakah benar?" tanya Xavier seraya memegang bahu Agatha.
"Kalo bisa beneran sih," jawab Agatha dengan cengiran khasnya.
"Udah, udah, dari pada Lo nanya-nanya soal suami-suami gue, mending Lo bantuin gue berdiri," ucap Agatha saat Xavier akan bertanya lagi.
Xavier pun membantu Agatha berdiri dari duduknya, dengan langkah pelan Agatha berjalan mendahului Xavier, tetapi dengan langkah besarnya Xavier bisa menyeimbangkan langkah kecil nan pelan Agatha.
Sesampainya di meja makan terlihat sudah Zaqiel, ya hanya Zaqiel, karena Xalzero dan Arshaka masih berada di sekolahnya, biasanya Xalzero dan Arshaka akan pulang pada pukul 14. 00 atau 14. 30
"Mommy, mengapa berjalan seperti itu?" tanya Zaqiel melihat cara berjalan Agatha yang tidak seperti biasanya.
"Tidak apa-apa, Mommy hanya terjatuh biasa kok," jawab Agatha dengan tersenyum kecil.
"Baiklah."
Setelah itu mereka memulai makan siang, selama makan siang berjalan tidak ada suara selain detingan sendok dari mereka. Setelah selesai, mereka kembali pada aktivitas masing-masing. Xavier yang kembali ke kantor, Zaqiel yang pergi bermain di ruang bermain, dan Agatha yang tentunya beristirahat.
"Bangsat, hari ini sial banget gue," ucap Agatha saat mendudukkan dirinya di ranjang.
"SISTEM! woi, jancok!" panggil Agatha dengan sangat ramah.
"Ada apa Nona. Dan bisakah anda lebih ramah sedikit?"
"Nggak bisa!" ketus Agatha.
"Baiklah terserah, Nona saja,"
"Tem, hari ini nggak usah ngaish misi ya. Pantat sama pinggang gue sakit," ucap Agatha dengan memegang pinggangnya yang sakit karena terkena tangga tadi.
"Memang hari ini tidak ada misi, Nona,"
"Bagus deh, gue bisa istiharat," ucap Agatha seraya memejamkan matanya, ia akan tidur hingga sore nanti.
***
Sore harinya, selepas mencuci muka dan mengumpulkan nyawanya, Agatha segera turun kebawah menggunakan lift. Malas sekali bisa terpeleset lagi di anak tangga.
Saat Agatha akan menuju ruang tamu mengambil ponselnya yang tertinggal disana tadi, tak sengaja dia melihat dua orang pria yang sedang duduk disana.
"Itu siapa, Tem?" tanya Agatha pada sistem.
"**Mereka adalah sahabat dari Protagonis pria, Nona," **
"Oh! tau, gue tau," balas Agatha.
"Vadlan yang sebelah mana?" tanya Agatha.
"Sebelah kiri, Nona. Sedangkan yang sebelah kanan adalah Richard,"
Tanpa membalas sistem, Agatha berjalan kearah mereka dengan santai, sesampainya disana tanpa mengatakan apapun lagi Agatha segera mengambil benda pipih yang berisi para suami-suami nya lalu pergi tanpa menyapa mereka. Saat Agatha mengangkat ponselnya, tidak sengaja mereka melihat wallpaper milik Agatha yang bergambar seorang lelaki tampan, yang sudah pasti bukan Xavier.
"Siapa lelaki yang ada di wallpaper gadis itu?" tanya lelaki yang berada diposisi kiri yang tidak lain adalah Vadlanm tentunya Vadlan bertanya pada Richard dengan berbisik.
"Aku juga tidak tau, yang pastinya itu bukanlah Xavier," jawab lelaki yang berada diposisi kanan yang tidak lain adalah Richard. Jawab Richard berbisik juga.
"Ngapain Lo berdua bisik-bisik tetangga gitu?" tanya Agatha dari belakang Vadlan dan Richard. Yang membuat kedua lelaki itu menoleh secara bersamaan ke belakang.
"Tidak ada," jawab Richard.
"Tidak ada, endasmu! Lo berdua lagi bicarain masalah wallpaper guekan? Ngaku Lo berdua," tebak Agatha yang emang benar.
"Sebenarnya nggak masalah sih, selagi Lo berdua enggak ngejelekin suami gue, yang paling, paling, paling tertampan ini, bahkan ngalahin Lo berdua," ucap Agatha saat Richard akan angkat bicara.
"Suami? kau mempunyai suami selain Xavier?" tanya Vadlan dengan wajah bingungnya.
Saat Agatha akan menjawab pertanyaan dari Vadlan, bell mansion lebih dulu berbunyi.
"AAAAAA, pasti PC gue itu," seru Agatha sambil berlari bak anak kecil menuju arah pintu.
Tidak lama dari itu Agatha datang kembali ke ruang tamu dengan wajah ceria dan membawa sebuah paket yang entah apa isinya.
"Paket apa itu?" tanya Vadlan.
"PC suami gue," jawab Agatha seraya membuka paketnya.
Setelah sekian detik dan menit akhirnya Agatha bisa melihat banyak PC. Agatha membeli lebih dari 500 PC. Dan rata-rata adalah PC Jaehyun dan Jeno ada juga yang se-grub.
Sedangkan dua lelaki itu hanya diam memandangi Agatha yang sedang sibuk melihat-lihat Pc-nya.
"Untuk apa semua itu?" tanya Richard yang di angguki oleh Vadlan.
"Untuk koleksi lah," jawab Agatha.
"Sudahlah, aku ingin kembali ke kamarku untuk meletakkan PC para suami-suami ku," ucap Agatha seraya meninggalkan merek dalam keadaan bingung.
"Apakah kau tau itu?" tanya Vadlan pas Richard.
"Aku sedikit tau. Adik perempuan ku seorang membeli barang-barang seperti itu, Bahkan ada banyak poster dan album seorang lelaki di kamarnya. Setiap ada konser juga adik ku selalu pergi bersama temannya," jelas Richard.
"Itu seperti bukan orang Indonesia ataupun Amerika," ucap Vadlan.
"Memang bukan, bila tidak salah mereka adalah orang Korea," balas Richard.
"Begitu ya, pantas saja."
Setelah itu terjadi keheningan diantara mereka berdua hingga seirnag maid datang dan memberitahukan bahwa kamar mereka telah selsai. Mereka berdua memutuskan untuk menginap disini, tidak hanya hanya berdua melainkan berempat, hanya saja mereka akan datang nanti malam.
Bila kalian bertanya, mengapa mereka menginap di mansion Xavier? Jawabannya adalah mereka akan melakukan acara minum wine di bar pribadi milik Xavier yang ada di mansion ini.
Di lain tempat namun di mansion yang sama, terlihat Agatha yang tengah memasukkan satu-persatu PC official itu kedalam album yang telah ia siapkan. Setelah selesai Agatha meletakkan album itu pada tempatnya dan mengambil satu novel untuk ia baca, namun kesialan kembali terjadi. Salah satu buku novel ada yang terjatuh mengenai wajah Agatha.
"Asu!" umpat Agatha saat merasakan sakit pada wajahnya yang terkena novel tersebut.
"CUKUP YA, CUKUP, UNTUK KESIALAN HANG TERJADI HARI INI," ucap Agatha lantang. Lalu setelahnya meletakkan kembali novel tersebut pada tempatnya lalu setelahnya duduk di sofa membaca novel yang di ambil tadi.
***
**1265 kata **
***
**Segini dulu heheh, **
**bila ada typo atau kesalahan dalam penulisan, tolong di komen ya, masih tau mana yang salah. **
Bantu ramein ya kak.
semoga nggak bosen sih bacanya, ya, hahaha.
See you next part