Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
46. Cup



Cup


Untuk beberapa saat Agatha mematung saat Zelagro mencium pipinya. Hingga beberapa saat kemudian Agatha tersadar dan menutup wajahnya yang sudah pasti mirip kepiting rebus.


Zelagro tersenyum kecil dan menarik pelan tangan Agatha. "Kenapa ditutupin hm?" tanya Zelgaro dengan senyum jahilnya.


"Itu wajahnya kenapa merah gitu? Sakit ya?" tanya Zelgaro saat menyadari bahwa wajah Agatha memerah bak kepiting rebus.


"Nggak," jawab Agatha dengan memalingkan wajahnya ke arah lain.


Zelagro kembali pada posisi awalnya, meletakkan wajahnya pada ceruk leher Agatha. "Kak,"


"Biarin aja dulu gini," gumam Zelagro. Sang empu hanya pasrah dan mulai mengusap-usap lembut rambut tebal hitam legam itu.


Zelagro dengan nakal mengecup pelan leher Agatha yang membuat Agatha kegelian. "Kak, jangan gitu dong, geli tau," ucap Agatha masih dengan mengusap pelan rambut hitam legam itu.


Zelagro tertawa kecil sebagai balasan lalu setelahnya lelaki itu terdiam. Lama kelamaan Zelgaro tertidur begitupun dengan n


Agatha yang menyusul Zelgaro menuju alam mimpi. Langit sore telah tergantikan dengan langit malam yang indah dengan bulan yang bulat penuh dan taburan bintang.


Zelagro terbangun lebih dulu dari Agatha. Lelaki itu tersenyum kecil sembari menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik sang pujaan hatinya, yah walaupun baru kenal tiga Minggu lebih ia telah jatuh cinta pada gadis yang saat ini menyandang gelar janda. Dan secepatnya gelar itu hilang tergantikan menjadi istri.


"Xavier sangat bodoh hingga menyia-nyiakan dirimu. Memangnya apa bagusnya wanita ****** itu hingga membuang sebuah berlian berharga seperti Agatha demi sampah seperti Angel," gumam Zelagro.


Zelagro segera menyingkirkan dirinya dari tubuh mungil itu dengan perlahan agar tidak menggangu tidur gadisnya. Setelah merapikan selimutnya segera Zelgaro menuju kamar mandi yang berada di kamarnya.


Tidak lama setelah Zelagro masuk ke kamar mandi, Agatha terbangun, ia bingung kemana perginya Zelgaro. Hingga terdengar percikan air dari kamar mandi yang berarti Zelagro sedang membersihkan dirinya. Agatha turun dari tempat tidur dan mulai merapikannya, setelahnya ia duduk disofa Yana ada di kamar tersebut.


Hingga tidak lama kemudian terdengar pintu terbuka Agatha mengalihkan perhatiannya dan melihat kearah pintu kamar mandi, disana terlihat Zelgaro yang berdiri tegak hanya dengan menggunakan handuk Sepinggang. Dan terlihatlah bagian atas tubuhnya yang  kekar yang membuat Agatha tanpa sadar melamun.


"Kamu kalau mau mandi. Mandi aja, nanti aku siapin baju, disana juga udah ada handuk," ucap Zelagro sembari memasuki walk in closet. Sedangkan Agatha segara memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Dilain tempat tepatnya di mansion Calvin, semuanya sedang khawatir karena Agatha tidak juga pulang padahal harus udah malam.


"Tadi Agatha keluar sama siapa?" tanya Calvin pada Alaxia.


"Sama Celsia," jawab Alaxia.


"Coba tanya sama si Celsia. Siapa tahu dia tahu dimana Agatha," suruh Calvin.


Alaxia pun mengirim pesan kepada Alaxia menayangkan Agatha, tidak lama dari itu Celsia menabalas dan mengatakan bahwa Agatha bersama Zelgaro setelah makan siang tadi dan dia juga tidak tahu kemana Zelagro membawa Agatha pergi.


"Coba Lo tanya lagi tadi Zelagro sama siapa,"


"Sama sekretarisnya,"


Calvin segera menghubungi Alex, dan tidak lama kemudian panggilan itu tersambung. Tanpa basa-basi lagi Calvin segera menanyakan kepada Zelgaro membawa Agatha.


"Kemungkinan dia bawa Nona Muda Agatha ke apartemen yang lokasinya nggak jauh dari restoran yang kita singgahi," itulah jawaban dari Alex, sekertaris dari Zelagro.


"Kalian semua tunggu aja, Calvin bakala caria Agatha," ucapa Calvin. Mereka semua menganggukkan kepalanya.


Dua puluh lima menit kemudian Calvin telah sampai disebuah gedung apartemen yang dibilang oleh Alex, Calvin tahu di gedung ini ada apartemen milik Zelgaro. Segera Calvin menuju lift dan mengaturnya menuju lantai tiga dimana ruang apartemen milik Zelagro berada.


Calvin menekan bel apartemen itu beberapa kali namun tidak ada jawaban, akhirnya Calvin menghubungi Zelagro dan menyuruhnya untuk membuka pintu apartemennya. Tidak lama kemudian pintu itu terbuka menampilkan seorang lelaki dengan handuk sepinggang. Hal tersebut mampu membuat Calvin berpikiran macam-macam tentang meraka berdua, pasalnya di apartemen ini hanya ada mereka berdua.


"Lo!"