Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
23. Goriorio



Terlihat ada beberapa lelaki di ruang tamu mansion Xavier yang sedang duduk bersantai di sofa, mereka adalah teman-teman dari Xalzero. Disana juga ada Zaqiel.


"Cil, Abang Lo mana?" tanya seorang lelaki yang duduknya tidak jauh dari Zaqiel.


"Nggak tau," jawab Zaqiel tanpa menolehkan wajahnya.


"Padahal Lo adek nya, masa nggak tau," cibir lelaki itu.


"Dasar goriorio," ejek Zaqiel pada Rio. Rio yang diejek oleh Zaqiel pun mendelik. Enak saja dirinya dibilang goriorio. "Dasar bocil," balas Rio.


"Dasar goriorio,"


"Bocil,"


"Goriorio,"


"Bocil,"


"Goriorio,"


"Bocil,"


Aksi saling mengejek itu terhenti ketika mendengar panggilan dari sang Mommy-nya Zaqiel.


"El!" sontak saja Zaqiel menoleh kearah sumber suara dimana Mommy-nya, Agatha, memanggil.


"Kenapa Mom?" tanya Zaqiel saat Agatha telah mendekatinya.


"Temenin Mommy beli cemilan, mau nggak?" tanya Agatha pada Zaqiel.


"Mau, dari pada disini, nanti dijahilin sama goriorio lagi," jawab Zaqiel dengan melirik kearah Rio.


"Enak aja, yang ada Lo yang jailin gue," balas Rio dengan menatap tajam Zaqiel yang dibalas tak kalah tajam oleh sang empu.


"Udah ayo, jangan berantem." Agatha pun berjalan beriringan bersama Zaqiel dengan bergandengan tangan. Sedangkan lelaki bernama Rio tadi dibuat bingung akan panggilan Zaqiel pada Agatha. Setahunya Zaqiel tidak mempunyai ibu karena telah bercerai, itulah yang dia tahu dari berita yang beredar.


"Dia ibu sambung gue," jawab seorang lelaki dari arah belakang Rio.


Rio menolehkan wajahnya kearah sumber suara, ternyata Xalzero. "Biasanya juga ada beritanya, ini kok nggak ada," ucap Rio.


"Daddy sama Mommy nikahnya privat, karena mereka nikah atas perjodohan," balas Xalzero tenang. Sedangkan Rio hanya manggut-manggut saja.


      ***


Rahang pria itu mengeras saat mendengar semua laporan yang diberikan oleh sang tangan kanan.


"Sialan! Kita ditipu!" umpat pria itu dengan memukul meja lumayan kuat dan mampu membuat beberapa barang-barang yang ada berjatuhan.


"Cepat cek cctv ruangan ku kemarin," titah pria itu. Namun sanga tangan kanan langsung saja menjawab. "Maaf Tuan, tetapi cctv saat itu sedang tidak aktif. Sepertinya ini memang telah direncakan."


"Sialan! Lalu bagaimana dengan data-data serta surat perusahaan yang telah diambil," ucap lelaki itu frustasi. Bila hanya data-data yag di curi itu tidak masalah, tetapi bila surat perusahaan yang diambil?


Dalam sekejap mata meja yang semulanya lumayan berantakan kini terlihat lebih berantakan akibat pria itu yang memukul keras meja.


"Selidiki ini semua bersama Zen." Pria itu berucap sebelum pergi meninggalkan ruangan yang berantakan itu.


"Zaqiel ingin membeli apa lagi?" tanya Agatha pada Zaqiel yang tengah memperhatikan jejeran Snack. Sembari menunggu Zaqiel ada baiknya Agatha menambah cemilannya.


Agatha menambah beberapa pocky strawberry, chocholate, choco banana dan matcha. Agatha juga mengambil beberapa batang coklat matcha dan beberapa bungkus kitkat.


"Mommy, Zaqiel mengambil ini tidak apa?" tanya Zaqiel dengan menunjukkan dua buah kinder joy.


"Boleh, ambil saja sesuka mu," jawab Agatha dengan memasukkan beberapa kinder joy kedalam keranjang belanjaan yang hampir penuh.


"Zaqiel mengambil tiga saja, Mommy." Saat memasukkan kinder joy yang ia ambil, Zaqiel tak sengaja melihat beberapa kinder joy disana. "Banyak sekali kinder joy nya," ucap Zaqiel.


"Tidak apa, untuk stok," balas Agatha seraya mengajak Zaqiel menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka.


Setelah membayar Agatha dan Zaqiel pulang, memang mau kemana lagi?


Terlihat Agatha yang tengah menonton sebuah drama dari negara ginseng ditemani dengan beberapa Snack dan coklat. Hingga tiba-tiba Zaqiel datang, Agatha kira Zaqiel hanya sendiri, ternyata bersama dengan Daddy-nya, Xavier. Terlihat dari jauh bila wajah Xavier yang kusut, entah masalah apa yang menimpanya.


"Loh, Zaqiel mau kemana?" tanya Agatha saat melihat Zaqiel yang akan keluar.


Zaqiel menolehkan kepalnya kearah Agatha, lalu menjawab. "Zaqiel tadi hanya ingin mengambil ini Mommy," jawab Zaqiel dengan menunjukkan satu kinder joy pada Agatha.


Agatha menganggukkan kepalanya pelan sebagai balasan. Agatha mematikan televisinya saat Xavier meletakkan wajahnya pada bahu Agatha lalu tangannya melingkari pinggangnya. Perlakuan Xavier mampu membuat Agatha bingung, tetapi yasudahlah biarkan saja. Setelah sekian lama terjadi keheningan akhirnya Agatha bersuara.


"Ada apa? Apakah ada masalah?" tanya Agatha pada Xavier yang tengah memejamkan matanya.


"Tidak ada masalah. Aku hanya lelah karena belakangan ini banyak jadwal padat," jawab Xavier entah kebenaran atau kebohongan.


"Bila lelah istirahat lah, jangan terlalu dipaksakan nanti kau bisa sakit," ucap Agatha dengan mengelus pelan rambut Xavier.


Xavier yang diperlakukan seperti itupun perlahan memejamkan matanya menikmati elusan lembut dari Agatha.


    ***


Sedangkan di lantai bawah terlihatlah dua orang yang tengah berkejar-kejaran dan jangan lupakan seruan-seruan dari salah satunya.


"Heh bocil! Sini nggak Lo!" teriak seorang lelaki sembari berlari mengejar anak kecil.


"Nggak mau wleee. Enak aja Zaqiel ke Bang goriorio." Tentu kalian tau siapa mereka berdua. Zaqiel dan Rio.


"Udahlah Yo, kasian tuh Zaqiel lo kejarin terus dari tadi," ucap seorang lelaki yang sedang duduk di sofa. Lelaki itu bernama Galbara.


"Nggak bisa Gal, ni bocah nyebelin abis," balas Rio yang sudah berhenti mengejar Zaqiel dan mendudukkan dirinya disamping Galbara.


"Lo yang lebih tua harusnya ngalah," timpal lelaki bernama Dagara.


"Iya bang, iya gue ngalah." Rio kemudian mendudukkan dirinya disamping Galbara.


"Badan aja gede, kelakuan masih kek bocil," ejek seorang lelaki yang duduk di karpet. Zergan, adalah nama lelaki itu.


Setelah itu tidak ada perdebatan dan aksi saling kejar-kejaran antara Rio dan Zaqiel lagi, dikarenakan Zaqiel pergi naik ke kamarnya.


\*\*\*\*