
Hari ini adalah hari pertama Agatha di rumah kedua orang tuanya. Tidak seperti biasanya, Agatha kali ini bangun lumayan lambat, akibat menyelesaikan bacaan novelnya. Bila kalian bertanya dari mana Agatha mendapatkan novelnya, maka jawaban tersebut adalah karena Agatha berkesan pada Arshaka untuk mengambilkan beberapa novel yang ada di meja sofa kamarnya.
Saat pertama bangun Agatha tidak melihat siapa-siapa selain dirinya sendiri, dimana Xavier?
Lama terdiam akhirnya Agatha mendudukkan dirinya, tidak lama dari itu pintu walk in closet terbuka menampilkan seorang pria dengan pakaian kantornya.
"Agatha kau sudah bangun, bisakah kau membantu memasangkan dasi ku?" tanya Xavier kepada Agatha.
"Bisa, sini." Segera Xavier menuju Agatha yang hanya berjarak beberapa langkah dari tempatnya.
"Biasanya bisa make dasi sendiri, ini kok minta bantu pasangin," ucap Agatha masih pokus memasangkan dasi pada Xavier.
"Aku salah membawa dasi, biasanya aku memakai dasi instan bukan yang ini," balas Xavier yang membuat Agatha melihat kearah Xavier.
"Jadi selama ini, Lo nggak bisa pake dasi?" tanya Agatha wajah cengo.
"Bisa dibilang seperti itu," jawab Xavier dengan menggaruk leher belakangnya yang tidak gatal.
Agatha mengangguk pelan lalu menyelesaikan pekerjaan kecilnya.
"Udah," ucap Agatha. Xavier melihat kebawah kearah dasi yang baru saja dipasangkan oleh Agatha.
"Sangat rapi, bahkan lebih rapi dari yang dipasangkan oleh Andri," gumamnya.
"Udah ya gue mau mandi dulu," ucap Agatha lalu tanpa balasan dari Xavier segera turun dan menuju kamar mandi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Agatha telah keluar dengan handuk di badannya. Kebetulan Xavier masih berada disana, bermaksud untuk menunggu Agatha dan turun bersama.
Agatha tentu terkejut saat mendapati Xavier masih berada di kamarnya, dengan lari pelan Agatha segera memasuki walk in closet.
"Ini adalah kali pertama," gumam Xavier setelahnya melanjutkan memainkan ponselnya.
Tidak lama kemudian terlihatlah Agatha yang keluar dengan celana training hitam dipadukan dengan kaos maroon polos.
***
Setelah sarapan tadi Agatha langsung pergi ke kamarnya mengambil dua novel dan mendudukkan dirinya ditepian kolam.
Semua orang saat ini sedang sibuk, jadi Agatha memilih untuk bersantai di kolam renang.
Agatha telah menyelesaikan satu novel lanjutannya, dirasa bosan Agatha pun bertanya pada sistem.
"Tem,"
"Ya Nona,"
"Kata lo ada misi, mana misinya?" tanya Agatha.
"Ada Nona, apakah Nona ingin melaksanakan nya sekarang?"
"iye, gue bosan gini-gini melulu," jawab Agatha.
"Baiklah, misi Nona adalah menolong seorang pria yang akan bunuh diri di danau yang tidak jauh berada di taman jalan Merpati. Bila anda berhasil, anda akan mendapatkan 500 poin, sebaliknya bila anda gagal maka anda akan koma dalam tiga hari karena misi ini menyangkut pada salah satu tokoh antagonis pria,"
"Gila Lo, sebelumnya gak ada tuh," balas Agatha.
"Saya tidak tau Nona, ini adalah misi yang diberikan oleh atasan saya,"
"Oke deh gue terima aja," ucap Agatha.
Agatha saat ini telah berada di taman yang diberi tahu sistem, Agatha berjalan perlahan menikmati semilir angin yang berhembus menerpanya. Saat sedang berjalan Agatha melihat sebuah kursi kayu yang mungkin memang disiapkan, Agatha mendudukkan dirinya disana sembari menunggu orang yang akan bunuh diri.
"Masih lama tem?" tanya Agatha sembari melihat arlojinya.
"Tidak Nona, pria itu telah berada tidak jauh dari Nona. Coba saja Nona langkahkan kaki anda menuju tepian danau,"
Agatha menuruti apa yang dikatakan oleh sistem, lalu dengan langkah pelan Agatha melangkah kedua kakinya menuju tepian danau, saat sampai disana Agatha melihat seorang pria yang tengah berdiri dengan wajah lesu.
"Apakah itu pria yang akan bunuh diri?" tanya Agatha pada sistem, tetapi sebelum sistem menjawab lelaki itu lebih dulu akan menceburkan dirinya, Agatha yang melihat itu segera turun membantu pria tersebut. Walaupun tidak terlalu bisa berenang karena baru beberapa kali diajari oleh Xavier.
Untung saja Agatha dan pria itu tidak terlalu jauh dari tepian danau, dan juga danau nya tidak terlalu dalam.
"Mengapa kau menyelamatkan diriku?" tanya pria itu setelah sampai di bibir danau.
"Karena aku melihatmu," jawab Agatha.
"Ku kira tidak ada orang disini," gumam pria itu.
"Mengapa kau ingin bunuh diri? Banyak orang yang ingin lebih lama hidup, tetapi kau?" tanya Agatha tak habis pikir akan pemikiran pria didepannya.
"Apakah kau tidak mempunyai teman cerita?" tanya Agatha.
"Tentu saja tidak, semua temanku sibuk pada pekerjaan mereka sendiri," jawab pria itu.
"Yasudah pergilah pulang, karena baju mu basah, nanti kau masuk angin," suruh Agatha.
"Kau juga," balas pria itu.
"Ya, mari kita berjalan bersama," ucap Agatha.
Agatha dan pria itu berjalan berdua menuju kendaraan yang dibawa masing-masing, saat diperjalanan mereka mengobrol sedikit hingga menanyakan nama.
"Aku sampai lupa menanyakan namamu," ucap Agatha.
"Nama ku adalah Gavril," balas Gavril.
"Damares Gavril Zaferino, tokoh Antargornis pria ketiga,"
"Benar Nona,"
Tanpa membalas perkataan sistem Agatha dan Gavril, tokoh antagonis pria ketiga, berjalan menuju mobil mereka.
"Sampai jumpa lain waktu Agatha," ucap Gavril sebelum meninggalkan Agatha.
"Yeah, sampai jumpa," balas Agatha.
Lalu setelah itu Agatha segera pulang kerumah kedua orang tuanya yang tidak jauh dari sini, Agatha sengaja membawa mobil, karena dia malas berjalan.
Sesampainya di rumah Agatha segera menuju kamarnya dan membersihkan dirinya. Setelahnya barulah Agatha membaringkan dirinya bosan.
"Selamat misi anda berhasil, Nona,"
"Tampilin status gue dong," pinta Agatha.
"Baiklah tunggu sebentar Nona,"
Memproses ...
Ding ...
...Nama : Aozora Agatha Amalaric...
...Peran : Antagonis...
...Daya tarik : 50 %...
...Kecantikan : 40 %...
...Kepintaran : 50 %...
...Kesehatan : 25 %...
...Kelicikan : 50 %...
...Bakat : Multitalenta ...
...Poin : 2. 850...
...Hadiah : -...
Agatha tidak terkejut akan poinnya yang setipis tissue. Setelah itu Agatha segera membaringkan dirinya, Agatha mau tidur saja lah, karena rasanya ngantuk.
Agatha pun tertidur nyenyak hingga siang hari sore. Agatha melewatkan makan siang, semua orang juga tidak ada dirumah jadi Agatha bebas.
***
900 Kata
***
Segini dulu, semoga nggak bosen sama alurnya.
Bantu ramein,
makasih buat yang udah baca.
See you next part