Step Mother Transmigration

Step Mother Transmigration
13. Bangun



Sudah seminggu Agatha tidak sadarkan diri, alias koma, syukur keadaan Agatha semakin hari semakin membaik dan ada harapan untuk sadar lebih cepat. Perkiraan dokter Agatha akan bangun dalam seminggu atau dua minggu dan lebih, mungkin, ini hanya perkiraan, jadi jangan terlalu berharap.


Disebuah ruangan terlihat seorang pria yang tengah berbicara sendiri, karena yang diajak berbicara sedang tertidur pulas bahkan dari seminggu yang lalu, pria itu adalah Xavier.


"Kapan kah kau bangun?" Ini adalah pertanyaan yang sering sekali Xavier lontarkan pada Agatha yang setia menutup mata indahnya.


"Jujur, aku merindukan mu, sangat, sangat, merindukan mu," lirihnya dengan menggenggam tangan mungil Agatha.


"Apakah kau tidak lelah selalu tertidur?" tanya Xavier.


"Cepatlah bangun, Baby," ucap Xavier pelan.


"Aku telah mencintai mu, seperti inikan yang kau inginkan," bisik Xavier pelan.


   ***


Di sebuah Padang rumput yang luas dengan beberapa pohon buah-buahan terlihat seorang gadis cantik yang sedang duduk bersantai sambil memakan sebuah apel. Gadis itu adalah Agatha.


Saat akan memakan apel nya, Agatha mendengar sebuah bisikan-bisikan yang memang sering Agatha dengar.


"Kapan kah kau bangun?"


"Jujur, aku merindukan mu, sangat, sangat merindukan mu,"


"Cepatlah bangun, Baby,"


"Aku telah mencintai mu, seperti inikan yang kau inginkan,"


"Agatha, apakah kau tidak akan pulang? Semua orang telah menunggumu," tanya seorang gadis yang baru saja datang dengan pakaian putihnya.


"Tunggulah dulu, aku masih ingin disini," jawab Agatha.


"Tidak ada, kau harus pulang,", balas gadis tersebut.


"Aku tidak mau,"


"Sepertinya aku harus memberi tahu hal ini kepada Agatha," batin gadis tersebut.


"Jangan, Audra, ini belum saat nya," balas seorang lelaki.


"Tapi Kak Cael," bantah Audra.


"Jangan dulu Audra, ini belum waktunya, jadi bersabar lah dulu," balas lelaki yang dipanggil Kak Cael oleh Audra.


"Tapi Kak Cael," bantah Audra.


"Baiklah," kata Audra.


"Agatha pulanglah, kau sudah berada disini selama seminggu," ucap Audra


"Aku tidak mau," balas Agatha dengan mengerucutkan bibirnya.


"Pulang Agatha," kata Audra dengan mendorong Agatha menuju cahaya putih berbentuk pintu yang sudah ada disana dari dua hari yang lalu. Tetapi karena Agatha bilang bahwa dia masih mau disini jadi terpaksa mengizinkannya untuk tinggal.


"Ingat, kau harus menerima semuanya, jangan terkejut dan menolah akan kenyataan," pesan Audra pada Agatha yang sudah beberapa kali Audra katakan padanya.


Sebenarnya apa maksud nya? Agatha sama sekali tidak mengerti.


"Selamat tinggal," ucap Audra sebelum Agatha menghilang ditelan oleh cahaya putih itu.


"Jangan memberi tahu apapun padanya," ucap seorang lelaki dari belakang Audra.


"Baiklah, Kak Caelo," balas Audra dengan menunduk.


Setelah itu Caelo hilang dari pandangan Aozora. Aozora tebak pasti Caelo pergi keluar dari alam bawah sadar mengikuti Agatha.


    ***


Jari putih dan lentik itu bergerak pelan menandakan bahwa sang pemilik jari akan bangun.


Perlahan namun pasti, mata yang tertutup selama seminggu ini terbuka, menampilkan netra indah hazelnya.


"Kau bangun, Agatha?" tanya seorang pria yang tidak lain dan tidak bukan adalah Xavier. Ini sungguh di luar perkiraan dokter, tapi Xavier bersyukur karena orang yang dicintai nya sadar dari tidur panjang nya.


"Kau ingin apa?" tanya Xavier pada Agatha yang tengah membuka perlahan matanya mencerna cahaya yang memasuki indra penglihatannya.


"Air," jawab Agatha.


Segera Xavier memberikan segelas air yang memang telah disiapkan untuk sewaktu-waktu bila Agatha sadar dari koma nya. Xavier meletakkan gelas kosong tersebut pada meja kecil yang terdapat di samping brankar pasien.


"Aku sampai lupa, sebentar aku panggilkan David," ucap Xavier.


Setelah Xavier keluar, Agatha segera memanggil sistem.


"Sistem." Tetapi tidak ada jawaban, hingga beberapa saat kemudian terdengar suara.


"Ada apa, Nona?"


"Nggak ada," jawab Agatha.


"Tem, mimpi yang gue alami itu beneran?" tanya Agatha setelah berdiam beberapa waktu.


"Itu ... Saya tidak tau, Nona,"


"Yaelah,"


"Nona, apakah anda tahu bila Zaqiel membelikan anda sebuah PC,"


"Tentu saja saia tidak tempe sistem, kan saia koma selama semonggu," balas Agatha.


"Maka dari itu, saya memberitahu Nona,"


"Iya tem," balas Agatha.


"Tampilin data diri gue dong" pinta Agatha yang langsung dikabulkan oleh sistem.


"Baiklah, Nona, tunggu sebentar,"


Data diri sedang diproses ...


Ding!


...Nama : Aozora Agatha Amalaric...


...Peran : Antagonis...


...Daya tarik : 50 %...


...Kecantikan : 50 %...


...Kepintaran: 40 %...


...Kesehatan: 20 %...


...Kelicikan : 50 %...


...Bakat : Multitalenta...


...Hadiah : Kesehan 5% (Belum digunakan)...


"Terapin Tem," suruh Agatha yang langsung dilakukan oleh sistem.


Ding ...


...Nama : Aozora Agatha Amalaric...


...Peran : Antagonis...


...Daya tarik : 50 %...


...Kecantikan : 50 %...


...Kepintaran : 40...


...Kesehatan: 25 %...


...Kelicikan : 50 %...


...Bakat : Multitalenta...


...Poin : 6.075...


...Hadiah : -...


Dengan begini Agatha akan cepat keluar dari rumah sakit dan bisa melakukan apapun. Haha, baru beberapa saat saja Agatha telah bosan apalagi beberapa hari? Sudah mati kebosanan.


Pintu terbuka menampilkan Xavier dan seorang dokter, yang tidak lain adalah Dokter David.


"Selang malam, Nyonya," sapa Dokter David.


"Siang," balas Agatha tidak nyambung.


Dokter David memeriksa Agatha, tidak lama hanya sebentar, lalu setelah itu Dokter David menjelaskan tentang keadaan Agatha.


"Jadi gimana keadaannya?" tanya Xavier pada Dokter David.


"Keadaannya lumayan membaik, mungkin Minggu depan sudah boleh pulang," ucap nya.


"Nggak bisa lusa?" tanya Agatha.


"Tergantung dengan kondisi Nyonya, bila sudah sehat maka lusa sudah boleh pulang," jawab Dokter David.


"Kabur aja lah gue kalau minggu depan pulang nya," gumam Agatha yang dapat didengar jelas oleh Xavier dan David.


"Bila kau kabur, maka kau akan mendapatkan hukuman, Baby" ucap Xavier dengan bisikan diakhir.


Kalimat tersebut mampu membuat seluruh tubuh Agatha meremang.


Bila kalian bertanya kemana Dokter David, maka jawabannya adalah Dokter muda tersebut telah keluar akibat kode dari sang Tuan Muda, Xavier.


"Babi, Babi, gue manusia kali," balas Agatha memalingkan wajahnya.


"Baby, bukan babi," koreksi Xavier.


"Terserah," balas Agatha.


"Agatha," panggil Xavier setelah beberapa saat terjadi keheningan diantara mereka.


"Hm, apa?" tanya Agatha.


"Tidak," jawab Xavier dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Nggak jelas deh," balas Agatha, setelah itu terjadi keheningan kembali diantara mereka berdua. Hingga sebuah suara anak kecil yang memecah keheningan diantara mereka berdua.


"Mommy!" seru Zaqiel dengan berlari kearah Agatha.


"Mommy tau tidak aku membawa apa?" tanya Zaqiel dengan menunjukkan sebuah paper bag.


"Tidak," jawab Agatha, ya memang dirinya tidak tau, mau gimana lagi.


Zaqiel memberikan paper bag tadi pada Agatha, dengan perlahan Agatha membukanya, Agatha tidak terlalu terkejut karena tadi sistem telah memberi tahunya, bahwa Zaqiel membelikan nya sebuah PC. Ini beneran? Agatha belum mempunyai PC yang ini, PC ini termasuk langka.


"Makasih Qiel," ucap Agatha dengan senyum manisnya yang membuat Xavier terpaku.


"Sama-sama, Mommy," balas Zaqiel.


"Daddy, pindah, Qiel mau duduk disini," ucap Zaqiel yang langsung di lakukan oleh Xavier.


"Apakah Mommy ada yang sakit?" tanya Zaqiel.


"Tidak ada, Mommy baik," jawab Agatha masih pokus pada PC nya


"Syukurlah, Mommy bangun lebih cepat dari perkiraan," celetuk Arshaka.


"Maksudnya?" tanya Agatha tak mengerti.


"Mommy dinyatakan koma, dan perkiraan akan bangun dalam seminggu atau dua Minggu lagi dan lebih mungkin," jelas Arshaka.


*


*


*


*


*


*


***


1066


***


Haii, semoga suka dan nggak bosen wkwk


btw makasih buat komen positif nya.


bantu ramein


See you next part