
Calvin mendelik saat mendengar jawaban dari Agatha, enak saja dirinya dibilang lebih menyebalkan dari Alaxia, jelas-jelas Alaxia lebih menyebalkan dari dirinya.
"Terserah saja." Calvin pergi meninggalkan mereka.
"Sepertinya dia merajuk," ucap Denia sedikit keras. Agatha yang mendengar itu pun tertawa kecil.
Mereka semua pun mengobrol hingga saat akan tiba makan siang barulah berhenti. Setelah makan siang, Geisha berpamitan akan kembali ke mansion miliknya. Begitu juga dengan Arsen dan Denia, keduanya kembali ke rumah mereka.
Dan tinggal lah Agatha dan Calvin serta para maid.
"Bosen anjim," gumam Agatha. Sedari tadi dirinya hanya diam memandangi langit berawan hari ini dengan sesekali menyeruput matcha dinginnya.
Tidak ada pilihan lain. "Sistem~" Agatha memanggil sistem, ah ia akan pergi ke pasar sistem kembali dan menghabiskan poinnya.
"Ya ada apa Nona?"
Agatha tersenyum, sistem pun sudah tahu apa yang akan di jawab oleh Nona-nya.
"Gue mau ke pasar sistem." Sudah di tebak.
"Pejamkan mata anda Nona,"
Agatha menurut dan memejamkan matanya, sekejap mata Agatha hilang dari sana dan tiba di depan gerbang pasar sistem.
"Mari kita berbelanja!" seru Agatha.
Agatha mulai mengelilingi pasar itu dengan sesuka hatinya. Hingga salah satu kedai menarik perhatian Agatha. Saat dilihat dari luar seperti nya kedai ini menjual beraneka ragam pakaian. Baiklah Agatha akan membelinya.
"Acigile! banyak banget, murah-murah lagi. Pas disaku ini mah," ucap Agatha saat melihat label yang berada di pakaian-pakaian itu.
Agatha saat ini sedang berada di bagian rok, disan terlihat ada berbagai jenis rok. Agatha mengambil beberapa tentunya ada yang hingga bawah lutut ada juga yang diatas lutut. Berlanjut hoodie lalu sweater dan terakhir celana panjang maupun pendek. Agatha segera membayarnya, betapa terkejutnya Agatha saat melihat nominal uang tertera.
"Wah! Murah banget! Segini banyaknya cuman habis 2400 poin doang," seru Agatha. Agatha segera menuliskan nominal yang tertera di mesin hologram itu. Setelahnya barulah Agatha kembali ke balkon kamarnya dengan bantuan sistem kalau tidak sistem siapa lagi?
...ΩΩΩ...
Hari ini adalah hari kedatangan Alaxia di Indonesia, Agatha sudah lengkap dengan pakaian casual nya. Sweater crop dipadukan dengan jeans dan sepatu kets.
Agatha segera mengambil kunci mobil yang akan ia gunakan untuk pergi menjemput kakak sepupunya, walaupun ia tidak tahu, tetapi Bundanya bilang Alaxia akan menunggu disekitaran bandara.
Tidak sampai satu jam Agatha telah sampai di bandara, saat baru saja menginjakkan kakinya Agatha mendengar seruan seseorang yang memanggil namanya. Ia pun mengedarkan pandangannya mencari sumber suara. Hingga seorang gadis cantik dengan kaca mata hitam yang setia bertengger di hidungnya mendatanginya.
"Siapa?" tanya Agatha pada gadis itu.
"Alaxia, kakak sepupu Lo," jawab gadis itu.
"Kak Alaxia? kirain siapa, sorry nggak ngenalin Lo," ucap Agatha tak enak.
"Gak papa, Sans aja. Gue tau kok belum sembuh dari amnesia," balas nya.
Bukan amnesia lagi, tapi emang nggak tau apa-apa, kan gue jiwa baru. Ingin sekali Agatha mengatakan itu.
Keduanya saat ini telah berada di mansion Calvin. Kedua gadis itu saat ini tengah bersantai di taman samping mansion.
"Kak bisa Lo ceritain gue dulu gimana?" tanya Agatha, ia sebenarnya ingin bertanya pada yang lain. Hanya saja tidak berani.
"Lo itu sebenarnya baik, cuman karena Lo cinta sama seseorang Lo jadi jahat. Semasa SMA Lo sering bully atau ngelabrak cewe-cewe yang deket sama dia. Terus Lo lulus SMA dan pisah sama tu cowo, karena tu cowo kuliah di luar negeri, sedangkan Lo enggak karena Lo nggak mau kuliah di Indonesia," jelas Alaxia tanpa menoleh kearah Agatha.
Alaxia menarik nafas nya lalu kembali melanjutkan ceritanya. "Semenjak itu Lo jadi murung, Lo jadi pendiem sampe dimana Lo dijodohin sama CEO peringkat pertama di dunia. Lo nerima perjodohan itu bukan karena kemauan Lo sendiri melainkan paksaan dari Abang Lo." Alaxia kemudian menolehkan kepalanya kearah Agatha yang saat ini sendang menatapnya.
"Pernikahan Lo berjalan dengan lancar, tetapi pernikahan Lo bukan secara publik melainkan private. Pernikahan Lo nggak banyak yang tau cuman beberapa orang tertentu doang tentunya. Sebelum pisah sama ortu Lo, Calvin ngajak Lo bicara berdua tanpa ditemani siapapun. Tapi entah apa yang Lo bicarain sama Calvin waktu itu Lo jadi lebih pendiem dan cuek."
Agatha sedikit bingung, bukankah didalam novel dijelaskan bahwa Agatha menikah dengan Xavier bukan karena perjodohan? Tetapi karena paksaan dari Agatha yang terobsesi mencintai Xavier. Alur novel telah melenceng jauh semenjak dirinya masuk ke novel.
"Selang empat bulan Lo nikah sama Xavier. Lo kecelakaan yang buat Lo koma selama 2 bulan yang setelah sadar Lo malah hilang ingatan dan ngarang nama jadi Agatha Davonna Federica. Aneh banget, Lo dapet nama gitu dari mana coba hah?" ucap Alaxia.
"Yakan itu emang bener nama gue inem!" Batin Agatha.
"Nggak tempe," balas Agatha cuek.
"Udah si ceritanya itu doang, intinya elo itu cewe baik tapi sebelum lo jadi bulol, bucin tolol!" ucap Alaxia menekan kata terakhir.
Agatha meringis saat mendengar kata terkahir dari Alaxia. Padahal yang bulol bukan dirinya melainkan Agatha asli, dirinya kan disini hanyalah Agatha palsu.
"Btw Lo tau Xylon, adek kembarnya Xavier?" tanya Agatha pada Alaxia. Sebelum menjawab Alaxia terdiam, seperti mengingat-ingat.
"Kenal, ngapain nggak kenal, orang dia temen seangkatan gue waktu kuliah di luar negeri," jawab Alaxia santai.
Agatha menganggukkan kepalanya sebagai balasannya, lalu setelahnya keduanya tidak ada pembicaraan.
...----------------...
Agatha saat ini sedang berada di kamarnya, ia sangat sedih sebenarnya hanya saja ia sembunyikan. Sungguh Agatha galau karena dilarang untuk menonton SMtown yang berada sedikit jauh dari tempat tinggalnya, mungkin hanya membutuhkan waktu 2 hingga 3 jam untuk sampai di GBK. Tetapi Calvin sangat posesif dan protektif!
"Udah nggak pergi fansign karena dirumah sakit! Nggak pergi nonton lagi!" seru Agatha.
"Iri banget anjim! Kesel pokonya sama Bang Calvin!" seru Agatha lagi dengan keras. Pasalnya sedari tadi beranda tiktok nya selalu lewat tentang SMtown semalam!
"Hissh, shibal!" umpat Agatha lalu melemparkan ponselnya ke lantai. Agatha tidak peduli bila mau pecah, pecah aja, nanti bisa membeli nya lagi.
*
*
*
*
*