
Hari ini adalah hari kepulangan Agatha dari rumah sakit, hal ini sangat membuat Agatha senang tentunya. Setelah membereskan semua barang-barangnya, Agatha segera pulang bersama dengan kedua orang tuanya.
Agatha hari ini akan pulang ke rumah orang tua kandungnya Agatha asli, untuk pulang ke mansion, sepertinya nanti. Singkatnya setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit mereka telah sampai di sebuah rumah mewah dan megah bernuansa Eropa.
"Kamu istirahat gih," suruh Arsen, Ayah dari Agatha asli.
Agatha menurut dan pergi naik menuju lantai dua, karena kamar nya ada disana, bukan hanya kamarnya sendiri, tetapi ada juga kamar satu abangnya lagi. Ya, Agatha asli mempunyai satu Abang.
"Njir, untuk kamarnya soft," gumam Agatha setelah membaringkan tubuhnya di kasur king size nya.
Hanya saja ada beberapa poto Xavier yang terpajang. Gini nih kalau orang udah bucin kelewat manis, pikir Agatha.
"Njir, pokonya selama gue disini. Ini kamar bakal penuh sama Poto para suami-suami dan selingkuhan gue," gumam Agatha.
"Tem, nggak ada misi gitu?" tanya Agatha merasa bosan. Disini tidak ada novel, ponselnya belum ia minta dari bundanya.
"Tidak ada Nona, anda baru saja keluar dari rumah sakit, jadinya misi di undur menjadi besok,"
"Oke deh, besok kan, bukan lusa," balas Agatha.
"Apakah anda bosan, Nona?"
"Bangett," jawab Agatha.
"Bila Nona mau, Nona bisa masuk ke pasar sistem, karena bila masuk ke mall nya Nona harus memiliki tiket,"
"Mending ke pasar sistem aja deh," balas Agatha.
"Baiklah, disana Nona bisa menggunakan poin Nona,"
"Oke,"
"Baiklah, Nona bisa menutup mata,"
Agatha menurut perkataan sistem dan mulai menutup mata, hingga beberapa saat tubuh Agatha mulai terbaring.
"Loh tem, gue dimana?" tanya Agatha saat melihat sebuah gerbang.
"Nona bisa melihat keatas gerbang,"
Agatha menurut dan melihat keatas gerbang yang bertuliskan 'PASAR SISTEM'. Seperti itulah kira tulisannya.
"Let's go," ucap Agatha mulai melangkah kan kakinya masuk ke dalam pasar sistem.
Saat masuk Agatha hanya dapat melihat kesepian, sepertinya disini hanya ada dirinya dan sistem-sistem.
"Benar Nona, disini hanya ada sistem-sistem,"
Saat sedang asik berjalan Agatha tak sengaja melihat sebuah gelang tangan yang menurut nya cantik.
"Tem kalo ini berapa harganya?" tanya Agatha pada sistem, padahalkan disitu sudah ada tertera harganya, pikir sistem.
"Apakah Nona tidak melihatnya, bila disana sudah tertera harganya,"
"Eh iya, sorry tem," balas Agatha. Tidak jauh dari Agatha berdiri memang ada sebuah kertas yang bertuliskan harga-harga gelang yang ada disini. Bila yang Agatha pegang saat ini berharga 50 poin satu gelangnya.
"Aku ingin membeli ini lima," ucap Agatha.
"Tem bayarnya gimana?" tanya Agatha.
"Nona bis memasukkan nilai pembelian Nona di sistem yang berjaga,"
Berarti ini adalah sistem ya, Agatha segera memasukkan nominal belanjaannya disana, lalu setelah selesai Agatha pergi menuju sebuah penjualan aksesoris. Contoh nya seperti jepit rambut dengan berbagai gaya, ada buah-buahan, bunga, hewan, tumbuh-tumbuhan dan tata Surya. Ada juga sebuah kalung perak, kaca mata, gelang dll.
Agatha mengambil beberapa jepit berbentuk bunga, buah-buahan, tumbuh-tumbuhan dan hewan. Agatha membayarnya, betapa kagetnya Agatha saat melihat nominalnya. 950 poin, woyy dia cuman membeli beberapa jepit buah-buahan, bunga, hewan tumbuhan, satu kalung dan satu gelang dengan bandul bulan sabit, juga cincin yang diatas nya ada sebuah bandul bulan sabit.
"Banyak banget ***," gumam Agatha, tetapi tetap membayarnya, orang pengen kok.
"Tampilkan data gue dong tem," pinta Agatha yang langsung dikabulkan oleh sistem. Memang sistem Ter the beat sih.
Ding ...
...Nama : Aozora Agatha Amalaric...
...Peran : Antagonis...
...Daya tarik : 50 %...
...Kecantikan : 40 %...
...Kepintaran : 50 %...
...Kesehatan : 25 %...
...Kelicikan : 50 %...
...Poin : 4. 875...
...Hadiah : -...
"Anjay, gurinjay, poin gue menipis," gumam Agatha, setelah menggumamkan tersebut bukannya meminta pulang, Agatha malah menuju penjualan pakaian. Disana ada banyak sebuah kaos yang Agatha sukai. Jadi Agatha mengambil empat kaos dengan warna hitam dua, maroon satu dan putih satu. Agatha membayarnya, tak kaget bila harganya mehong, karena sudah terlihat dari bahannya.
"Udahlah tem, poin gue tinggal dua rebu, balik aja," ucap Agatha yang langsung dikabulkan oleh sistem. Dengan sekejap mata Agatha telah sampai di tempat sebelumnya sebelum menuju pasar sistem.
"Belanjaan gue mana tem?" tanya Agatha saat melihat tidak ada belanjaan ditangannya.
"Semua belanjaan anda ada di lemari, Nona,"
Segera Agatha menjalankan kakinya menuju lemari, dan benar, semua belanjaannya tadi ada di lemari, huhu senangnya.
Agatha memakai kalung, gelang dan cincin bulan sabit yang tadi dia beli.
"Cakep banget ni gelangnya," ucap Agatha.
"Pokonya cantik-cantik semua," ucap nya lalu meletakkan semua paper bag itu dimeja rias.
Setelah meletakkan semua paper bag, pintu kamar Agatha ada mengetuk. Segera Agatha berjalan menuju pintu dan membuatnya, ternyata yang mengetuknya adalah Denia, Bundanya.
"Ayo sayang turun, udah waktunya makan siang," ajak Denia.
"Bentar Bun, Agatha pake sendal dulu," ucap Agatha lalu setelah nya pergi masuk dan keluar dengan sendal bulu berwarna putih.
Ibu dan anak itu berjalan sembari mengobrolkan beberapa hal, hingga sampai dimeja makan, terlihat bukan hanya ada Arsen saja, tetapi ada Xavier dan satu lelaki berwajah datar yang memandangi nya dengan dingin.
"Siapa tuh tem?"
"Dia adalah saudara Nona. Hanya saja dia membenci anda karena kelakuan anda dulu,"
"Namanya siapa?"
"Calvin Alden Vasilius, Nona,"
Setelah itu tidak ada lagi obrolan antara sistem dan Agatha lagi karena Agatha sedang makan.
Setelah makan Agatha kembali lagi ke kamarnya, diikuti dengan Xavier, Agatha tidak ada menyuruhnya untuk ikut, dia sendiri yang mau.
Saat berjalan menuju kamar, Xavier tak sengaja melihat tangan Agatha yang terpasang sebuah cincin dan gelang dengan bandul bulan sabit.
"Agatha, dimana kamu membeli gelang dan cincin itu?" tanya Xavier setelah mendudukkan dirinya di kasur king size milik Agatha.
"Kau tidak perlu tau," jawab Agatha seraya mendudukan dirinya di samping Xavier, tetapi sebelum mendudukkan dirinya di kasur, tubuh tubuh Agatha lebih dulu melayang dan di dudukkan disebuah pangkuan.
"Xavier, turunin," pinta Agatha.
"Seperti ini saja," balas Xavier seraya meletakkan dagunya pada baju kecil Agatha.
"Hmm, aku sangat menyukai wangi mu, harum," bisik Xavier dengan meniup pelan lehernya, yang membuat Agatha meremang.
"Sat," umpat Agatha dalam hati tentunya.
"Aku baru menyadari bila ada kalung yang sama juga dengan gelang dan cincin mu," ucap Xavier menaikkan tangan Agatha yang terpasang gelang dan cincin.
Agatha diam tak menanggapi hingga dia ingat bahwa dia tadi sempat membelikan Xavier gelang, bukan hanya Xavier tetapi ketiga anaknya juga.
"Bentar, gue mau ngambil sesuatu," ucap Agatha. Xavier pun melepaskannya, Agatha segera pergi mengambil paper bag yang berisi lima gelang yang tadi ia beli dan juga beberapa jepit hewan dan bunga.
"Ini dia, buat Lo," ucap Agatha memperlihatkan sebuah gelang berwarna hitam dengan bandul bulan sabit.
"Sepertinya kamu menyukai bukan sabit," ucap Xavier seraya menyodorkan tangannya pada Agatha.
"Bener gue suka sama bukan sabit juga langit malam, karena menurut gue mereka itu indah, lebih indah dari langit siang dan matahari," balas Agatha dengan memakaikan Xavier gelang dengan bandul bulan sabit.
Lalu setelah itu mereka mengobrol sedikit tentang kesukaan dan hobi. Sejauh ini, ini adalah obrolan pertama mereka yang lumayan panjang.
***
1126
***
haii, makasih buat yang udah baca, sehat selalu.
**bantu ramein ya **
kalau semisal ada kesalahan dalam perkataan ataupun penulisan tolong di koreksi.
Semoga nggak bosen sama alurnya yang itu itu aja,
See you next part