Snow Witch'S Journey

Snow Witch'S Journey
Chapter Interlude: Nivalis



Sebelum kita lanjut ke perjalanan Niva selanjutnya. Sepertinya sudah saatnya menunjukkan ilustrasi dari karakter Niva yang sudah lama ditunggu-tunggu. Sekaligus menambahkan/mengingat kembali informasi tentang karakter Niva lebih dalam lagi supaya semakin mengenalnya.


Kalau begitu, langsung saja kusambut tokoh utama cerita ini....


Nivalis, Sang Penyihir Salju!


...****************...


Nivalis adalah seorang penyihir yang percaya diri, cantik, pintar, dan memiliki rasa penasaran tinggi terhadap hal baru. Dia memiliki mimpi untuk melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan melihat apa saja yang ada di luar sana.



(Desain pertama Niva lengkap dengan jubah dan topi ala penyihirnya.)


Pakaian inilah yang digunakan Niva selama perjalanannya sampai saat ini. Sebagai seorang penyihir, Niva tentunya sangat bangga memakai pakaian tersebut. Ibunya menjahit jubah itu menggunakan benang yang dilapisi sihir agar membuat jubah tidak mudah robek. Lalu, ia menambahkan sihir perlindungan untuk melindungi Niva dari berbagai serangan fisik dan nonfisik. Meskipun dapat melindungi Niva, tapi dampak yang diakibatkan benturan tetap dapat dirasakan seperti saat Niva ditabrak oleh rusa di ch 14.


Niva menganggap jubah dan topi tersebut sebagai ciri khas dari seorang penyihir sesungguhnya yang tak boleh hilang. Meskipun tidak ada aturan pasti bahwa seorang penyihir harus memakai pakaian tersebut.


Sebenarnya, pakaian tersebut pertama dipopulerkan secara tidak sengaja oleh Dewi Sihir itu sendiri. Dewi Sihir yang bernama Venefika, adalah Ibu Aena, dan merupakan Nenek Niva (bukan sedarah) waktu itu ingin bersantai di kota dengan tenang. Namun karena ia sudah terlanjur terkenal selayaknya selebritis, ia selalu memakai jubah dan topi runcing untuk menyembunyikan identitasnya. Seiring berjalannya waktu, ternyata para warga sudah menyadari bahwa itu Sang Dewi Sihir sendiri yang memakai pakaian tersebut. Mereka justru kagum dengan cara berpakaian Dewi Sihir, dan langsung menirunya sebagai bentuk penghormatan, kekaguman dan kecintaan mereka terhadap Dewi Sihir. Setelahnya sampai sekarang, pakaian itu sudah menjadi begitu lekat terhadap para penyihir akibat hal tersebut.


Sebagai gadis dengan tinggi tubuh 160 cm, Niva mengakui bahwa jubahnya dan topinya yang besar memang membuat tubuhnya terlihat semakin kecil.



(Desain kedua adalah Niva dengan pakaian favoritnya.)


Niva sangat menyukai semua pakaian yang ibunya jahit untuknya. Namun, dari semua pakaian, hanya satu yang ia sangat suka saat memakainya.


Baju putih berlengan panjang itu memiliki ukuran yang pas dengan tubuhnya. Bajunya yang terbuat dari kain satin juga memberikan sensasi sejuk pada Niva. Bagian lengannya dibuat lebih mekar atau longgar untuk memberikan Niva kebebasan saat menggerakan tangannya, sehingga dia tetap bisa melakukan aktivitas sihir dengan baju tersebut. Itulah yang membuat Niva begitu menyukainya.


Biasanya Niva lebih suka sepatunya diikat erat dan tertutup. Namun, karena perjalanannya akan sangat panjang dan melelahkan, Niva lebih memilih sepatunya sedikit terbuka, sedikit longgar agar kakinya tidak terus sesak dan lecet.


Niva adalah sosok yang memiliki rasa percaya diri tinggi. Saat ia merasa pakaiannya sudah sangat sempurna di tubuhnya, ia akan terus senyum-senyum sendiri dalam waktu yang cukup lama. Saat Niva sudah sayang dengan sesuatu, ia tidak akan pernah melepaskan atau membuangnya seumur hidup.



(*P*erlengkapan yang dibawa Niva selama perjalanannya.)


Sebagai seorang penyihir, tidak hanya harus memakai jubah besar dan topi runcing, tapi Niva juga membawa tongkat sihirnya.


Tongkat sihirnya dibuat oleh ibunya dari kayu pohon betula. Pegangannya dibuat nyaman di genggam agar pemegangnya dapat memfokuskan pada sihir yang ingin dikeluarkan.


Meskipun Niva sudah mencapai tingkatan dimana tidak perlu media atau alat apapun untuk menggunakan sihir, dia tetap membawa dan sering menggunakan tongkat sihirnya. Itu dikarenakan tongkat sihir memberikan pengendalian yang baik dan aman terhadap output sihir ketika hanya sedikit konsentrasi yang diperlukan.


Selain tongkat sihir, Niva juga membawa sebuah tas selempang untuk menyimpan barang-barang pentingnya. Tas dari kulit rusa langka ini lebih kuat dua kali lipat dari kulit sapi. Sebelumnya, tas ini dipakai oleh Aena selama perjalanannya dahulu kala dalam menyebarkan ilmu. Dan sekarang, tas tersebut melanjutkan tugasnya untuk menemani dalam perjalanan putrinya.



(Ilustrasi Niva lebih lengkap. Terima kasih untuk Kero Shoku atas ilustrasinya yang luar biasa)


...****************...


Terima kasih banyak untuk yang sudah baca dan dukung karyaku. Aku akan berusaha untuk menyajikan cerita yang lebih baik dan seru lagi.


Sekian pengenalan Niva untuk kali ini. Chapter-chapter seperti ini akan terus datang lagi untuk kedepannya (semoga). Akan ada pengenalan karakter yang lebih banyak dan menarik lainnya yang akan datang selama perjalanan Niva. Jadi, tunggulah perjalanan Niva selanjutnya, ya!