
Masker bewarna hitam sedang Raka gunakan, sungguh bau anyir dari tentakel gurita yang Krystal berikan padanya terus tercium olehnya.
Mual muntah Raka seharian ini, perkara tentakel yang Krystal paksakan untuk di makan.
Terkadang tak mengerti dengan cinta, apa pun akan dilakukan meskipun harus tersiksa. Raka budak cinta versi kekinian.
Duduk terdiam di sofa, Raka menemani istrinya menonton drama Korea, Krystal menangis, tertawa, terkadang geram mengacak-acak rambut nya.
"Tuhan, Krystal ku ini sangat spesial." Batinnya.
Queen yang sedari tadi diam menikmati permainannya mulai bosan. "Mammi, Daddy, kami mengantuk, apa kalian akan terus mengacuhkan kami?" Gadis itu protes namun Krystal masih sesenggukan menangis dengan drama Korea nya.
Raka menatap Krystal, tidak biasanya Krystal berbuat aneh seperti ini, "Sayang, Queen minta tidur."
Krystal tak menoleh. "Tunggu sebentar Yank, sebentar lagi filmnya selesai." Katanya.
Raka mendengus pelan lalu menoleh pada Queen sembari melepas masker hitamnya.
"Joon, Queen, malam ini kalian bobok sama Daddy mau kan? Biarkan Mammi menikmati tontonan nya." Ajaknya.
Queen dan Joon mengangguk. "Baiklah."
Raka menggiring putra-putri nya masuk ke dalam villa mewah di sebelah villa tersebut, mereka langsung menuju kamar dan Raka menidurkan anak-anak rupawan itu.
Queen sudah sangat mengantuk, tanpa bersuara lagi dia berbaring pada bantalnya. Dan Joon mendampingi di bantal miliknya.
"Apa semua wanita akan seperti Eomma Krys? Menangis saat menonton film, padahal Daddy tidak pernah membuatnya menangis kan?" Tanya Joon.
Raka tersenyum menatap putra tampan Hyun Ki. "Daddy juga pernah membuat Mammi menangis, tapi sekarang tidak akan Daddy biarkan dia menangis kecuali menonton film." Dia terkekeh kecil.
Joon mengangguk. "Joon juga tidak akan membuat Noona menangis. Joon janji akan menjaga Noona." Katanya.
"Bagus. Joon adik yang pintar. Sekarang tidur." Raka menyelimuti Queen dan Joon di dalam kain tebal yang sama.
Dia tepuk-tepuk kedua bocah rupawan itu yang lekas tertidur. Setelahnya, kembali Raka menitipkan mereka pada Andre dan beberapa pengawal kepercayaan.
Raka memasuki villa bulan madunya, dan Krystal masih setia menonton drama percintaan, bedanya kali ini drama Thailand yang dia pantengin.
"Sayang." Raka duduk di sisi Krystal.
Krystal menoleh. "Hmm? Joon sama Queen tidur?"
"Sudah."
Krystal menyengir. "Makasih Daddy."
"Apa pun untuk mu dan anak-anak." Raka cubit dagu Krystal lalu mendaratkan pagutan di bibirnya.
Ada wangi eskrim yang Krystal makan, menusuk indera penciuman Raka. "Sayang."
"Hmm?"
"Berapa banyak eskrim yang kamu makan? Kamu nggak takut gendut?"
Krystal mengernyit. "Daddy takut Mammi gendut dan nggak cantik lagi? Daddy mah gitu, cintanya cuma karena cantik makanya protes sekarang." Berang nya sensitif.
"Ya Tuhan, Yank, aku cuma mengingatkan, kemarin malam bukanya kamu nggak bisa tidur karena kebanyakan makan eskrim? Lagian di sini udaranya dingin, apa masuk akal makan eskrim sebanyak itu?" Tukas Raka.
"Kamu nyumpahin aku nggak bisa tidur lagi?"
"Bukan Yank." Sela Raka geram. "Ya sudah terserah Ayank saja!" Katanya.
"Tuh kan, kata-kata terserah tuh tanda laki-laki sudah mulai bosan sama pasangannya." Cetus Krystal.
Raka menggeleng. "Sayang, mana ada aku bosan sih?"
"Kamu barusan bilang terserah." Krystal mengerucut bibir ngambek.
"Maaf Yank, maaf, Daddy minta maaf." Raka peluk istrinya penuh kasih sayang.
"Apa aku tidak sesuai ekspektasi mu?" Tanya Krystal.
"Kamu di luar ekspektasi ku, dulu aku berkhayal akan bahagia bersama mu, tapi ternyata aku lebih bahagia bahkan sangat amat bahagia. Aku sangat mencintaimu." Kecupan manis Raka labuh kan pada kening wanita itu.
"Benarkah?"
"Emmh." Angguk Raka. Keduanya membuat posisi senyaman mungkin. Krystal bergelayut pada dada bidang suaminya yang menyandar pada sofa.
"Daddy."
"Hmm?"
"Daddy makin seksi." Raba tangan Krystal yang menyelusup mulai sampai pada butiran kecil di dada Raka.
Krystal menyengir sambil melerai pelukan hangatnya. "Bikin dedek lagi yuk. Mumpung anak-anak udah pada bobok." Ajaknya.
Akhir-akhir ini, Krystal yang sering mengajak suaminya. "Emmh." Angguk Raka tersenyum.
Tak perlu waktu lama untuk berpikir, Raka melepas serampangan mantel tebalnya, juga celana panjangnya.
Krystal mendesis, ia paling suka dengan keindahan raga suaminya. Bulu-bulu halus dia raba dan Raka hanya tersenyum kecil memamerkan nya.
"Buka." Bisik Raka lalu membantu Krystal menanggalkan seluruh pakaiannya.
Kobaran perapian sedikit menolong Raka dan Krystal yang masih merasakan hawa dingin negara bersalju ini.
Raka membasahi bibirnya menatap takjub pada sekujur tubuh istrinya. Tak ada yang berubah, masih padat dan kencang meskipun tak pernah lolos dari hujaman pusaka nya setiap hari.
Terkadang Raka bingung, kenapa Krystal tidak pernah libur, tak pernah ada halangan selama menikahinya.
Krystal mendorong suaminya untuk duduk bersandar pada sofa, dia naik dan memulainya dengan gaya itu.
Raka hanyut, semakin hari istrinya kian menggebu-gebu. Untuk urusan bercinta, Krystal tak pernah mengecewakan. Selalu ada sensasi yang berbeda dari permainan sebelumnya. Krystal pandai menginovasi diri.
Lenguhan Krystal, mengiringi keringat yang mengucur. Hentakan demi hentakan Krystal berikan. Melayang rasanya saat kulit-kulit sensitif itu saling beradu.
Sekarang televisi yang bergantian menonton adegan romantis sepasang suami istri ini. Salju menjadi background romansa cinta mereka. Perapian mengobar menambah panasnya bara cinta mereka.
"Ahh, uhh, ough, emmh Rakahh" Tergema di dalam villa estetika ini.
...• • • • • • • • • • •...
Pagi hari yang dingin, salju putih itu mendarat pada pohon-pohon tinggi yang mengelilingi villa, angin mendesis menciptakan bebunyian yang indah.
Di atas ranjang panasnya. Lamat-lamat Raka mendengar bisikan mesra istrinya. "Sayang."
"Hmm?" Lelah bergumul semalaman, Raka malas untuk bergerak. Ini hari Minggu, kantor di Indonesia juga tutup, biarkan dia istirahat dulu. Matanya enggan untuk terbuka meskipun sempat menyahut seruan istrinya.
"Sayang. Ayolah bangun, Mammi punya kejutan untuk mu." Krystal menarik tangan suaminya agar terduduk.
Mau tak mau Raka membuka mata, memindai tubuh istrinya yang mengenakan pakaian tipis berwarna putih bahkan sangat menerawang.
"Sayang, kamu seksi, tapi Daddy lelah." Tolaknya halus.
Krystal menggeleng. "Bukan itu kejutan nya." Raka pikir Krystal mengajaknya bermain kembali.
Raka mengerut kening. "Lalu? Pulang ke Indonesia?" Tanyanya memastikan.
Krystal tersenyum. "Itu salah satunya."
"Salah duanya?" Sela Raka.
"Buka ini." Krystal menyodorkan satu kotak merah berpita besar pada suaminya.
Raka mengernyit seraya bangkit dan menyandarkan punggung pada kepala ranjang. "Apa ini?"
"Itu hadiah untuk suami dan Daddy yang baik, semoga Daddy suka."
Pelan-pelan Raka membuka kotak besar itu, sesekali mengucek mata agar lebih melek sempurna, dan ternyata masih ada kotak lagi di dalamnya, Raka sempat melirik protes pada Krystal saat kotak di dalam kotak itu tak pernah selesai dia buka, selalu ada kotak lagi yang harus dia buka.
Sampai lah di kotak terakhir yang paling kecil. Raka menghela napas panjang menyiapkan mental untuk kejutan yang Krystal berikan.
Raka membuka dan bersamaan dengan itu, matanya membulat sempurna. "Tespack?"
Raka menatap penuh tanya wajah senyum istrinya. "Apa maksudnya ini?" Jujur Raka bodoh masalah tespack.
"Garis dua, itu tandanya istrimu lagi hamil, Mammi positif, usaha Daddy berhasil." Jelas Krystal tersenyum.
Bagai mendapat onggokan berlian, Raka terpana. "Benarkah?" Dia tatap sekali lagi benda kecil ditangannya memastikan garis dua itu. "Ini mimpi atau bukan?"
"Nyata sayang." Sambung Krystal.
"Sungguh?" Raka peluk istrinya dengan air mata yang tanpa aba-aba menggelinding jatuh. "Terimakasih Sayang. Kau pelengkap hidup ku." Ucapnya haru.
Dia terkekeh bahagia dengan masih menyertakan tangisan bahagianya.
Tidak pernah Raka menyesal telah menikahi Viona yang tak mampu memberikan keturunan, tapi Raka yakin hadirnya Krystal adalah utusan dari Tuhan teruntuk dirinya seorang.
Masa lalu, akan dia jadikan pelajaran untuk bekal masa depan, dan biarkanlah masa-masa berjalannya proses itu sendiri dia lalui dengan caranya.
"Aku mencintaimu." Ucap Raka lirih.
Krystal mengangguk. "Aku apa lagi."
...𝐓𝐞𝐫𝐢𝐦𝐚𝐤𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐜𝐚 𝐩𝐚𝐫𝐭 𝐭𝐚𝐦𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐢𝐧𝐢😘...