
Tergagu Hyun Ki duduk dengan kedua siku yang di tumpang pada lutut, menyatukan tangan menutupi bibirnya, netra coklatnya menatap lekat wajah Krystal.
Beberapa percakapan yang mereka lakukan membuatnya termenung, barusan Yarish dan Krystal menjelaskan duduk perkara kenapa Krystal bisa menyusui seorang bayi padahal di CV tertulis belum menikah.
Krystal dan Yarish menunduk kan wajah, sementara bayi laki-laki di sisi wanita itu tertidur pulas setelah kenyang dengan makanan milik Baby Queen.
Sekitar delapan bulan lalu Hyun Ki di tinggalkan sang kekasih, tak menyangka bahwa hari ini dia mendapat kejutan bayi.
Sudah sering kali Hyun Ki mencari di mana kekasih artisnya, tak pernah ada kabar barang sebentar.
Segenap awak media menyatakan bahwa Hwa Young telah berlibur ke luar negeri, dia hiatus dari dunia hiburan selama satu tahun.
Rupanya ini sebabnya, Hwa Young tengah hamil putranya. Padahal, karir tengah cemerlang- cemerlangnya, berbagai job dari yang off air sampai yang on air memadati agenda.
Hyun Ki paham, Hwa Young tak mau ambil resiko jika sampai karir meredup hanya karena memiliki anak di luar pernikahan.
Sudah puluhan kali Hyun Ki melamar, tak jua Hwa Young terima. Alasannya, tak mau terikat dengan pernikahan. Sekarang apa? Bayi yang di kandung diserahkan begitu saja tanpa sebuah pertemuan.
Ini sangat mengecewakan bagi lelaki berparas tampan nan kaya raya ini.
Sejenak ia mengoreksi, apa sebenarnya kurangnya? Kenapa Hwa Young tak mau di ajak hidup bersama dengannya?
Tatapan mata Hyun Ki beralih pada sang bayi, entah siapa namanya, Hyun Ki belum memiliki ide untuk itu. Dia bangkit dari duduk, berjalan perlahan menuju Krystal dan bayi miliknya.
Tak peduli dengan aturan yang dia buat sendiri, Hyun Ki memposisikan diri satu jengkal dari tubuh Krystal. Berjongkok di sisi sofa menatap lekat wajah putranya.
Sungguh bayi itu sangat tampan. Tentu saja mirip dengan dirinya yang terlahir hampir tak ber_celah.
Hidung mancung, kulit putih, tubuh tinggi bidang, bibir sensual sangat memesona. Siapa yang berani menyangkal kenyataan ini?
Dia usap pipi mulus bayinya dengan ujung jemarinya, tatapan dingin masih menjadi ciri khas CEO tampan itu.
"Uli hoesa gyuchig-eul algo issseubnikka? Gihon yeoseong-eun chwieob-eul hal su eobsda!"
"Kamu tahu kan aturan perusahaan ku? Wanita yang sudah menikah tidak bisa mendapatkan pekerjaan!" Hyun Ki berujar pada Krystal tanpa menoleh.
"Joesonghabnida seonsaengnim."
"Maafkan aku Tuan." Krystal menganggukkan kepalanya, menyesal dengan yang terjadi saat ini, setidaknya wajah tak berdosa bayi Hyun Ki sedikit mengurangi rasa sesalnya.
Hyun Ki menoleh, menatap dalam-dalam wajah cantik yang asing namun mulai sedikit terbiasa ini Swibji anhda.
"Tidak semudah itu!" Ketus nya dingin.
Geulaeseo?
"Lalu?" Jawab singkat Krystal.
Hyun Ki menyingsing seringai kecil di sudut bibir "Naneun dangsin-i uli hoesa-eseo ilhage haessseubnida. han gaji jogeon-eulo nae adeuldo dolbwaya habnida."
"Aku mengizinkan mu bekerja untuk perusahaan ku. Dengan satu syarat, kamu harus menjaga anakku juga." Tawar nya.
"Geuleohge doel su issseubnikka? Beibisiteoleul chaj-a bun-yuleul juseyo."
"Apa bisa seperti itu? Kenapa tidak di carikan jasa Baby sitter saja, berikan susu formula untuk nya." Sergah Yarish protes.
Krystal datang ke sini dengan sederet prestasi, apa pantas jika harus menjadi pengurus bayi.
"Igeos-eun nae gyuchig, wonhaji anh-eumyeon tteonal su issseubnida."
"Ini aturan ku, tidak mau ya sudah, kalian boleh pergi." Sambung Hyun Ki enteng.
Di mana-mana tabiat penguasa selalu menyeletuk kan ancaman tak jauh berbeda dari Raka Rain.
Krystal menggeleng, bukan karena tingginya rasa ingin bekerja di perusahaan Hyun Ki, tapi ketidakberdayaan bayi mungil yang tergeletak di sebelahnya ini yang membuat jiwa keibuan Krystal tak bisa menepi.
"Naneun dangsin-ui jogeon-e dong-uihabnida."
"Aku setuju dengan persyaratan Anda." Angguk Krystal menyetujui.
"Krys, .." Yarish meraih lengan Krystal hingga menghadap padanya. "Gila kamu hah?" Timpal nya memekik.
Bibir Krystal melengkung. "Aku merindukan Queen Rish, mungkin dengan mengurus Baby ini aku bisa sedikit terhibur selama bekerja di sini, aku merindukan Queen, sangat merindukan nya."
Sebutir peluh meluncur membasahi pipi, di tempatnya Hyun Ki menyimak setiap getaran bibir yang terlihat tulus.
Benar, dia tak mengerti bahasa yang Krystal dan Yarish ucapkan saat ini, tapi ada kesan tersirat dalam gemetar kerinduan yang Krystal tunjukkan.
Sementara Hwa Young sengaja membuang putranya tanpa sedikitpun rasa iba, bahkan susu saja tak dia siapkan dalam keranjang bayinya.
Padahal, bayi tampan ini adalah calon pewaris tahta Hyun Ki. Sembrono sekali Hwa Young menelantarkan anaknya begitu saja.
"Hiks!" Sesak yang Krystal rasakan membuat isak tak tertahankan.
"Uljima, nan uneun yeojaga silh-eo!"
Hyun Ki meraih tisu kering tanpa melepas tatapan matanya pada Krystal.
"Jangan menangis, aku benci wanita yang menangis!" Larang nya sambil mengulur tangan memberikan tisu pada Krystal.
Krystal menerima Gomabseubnida. Ucapnya lirih. "Terimakasih."
Oneul bambuteo dangsin-eun nae adeulgwa hamkke yeogi issseubnida.
"Mulai malam ini kamu di sini bersama anak ku." Kata Hyun Ki mengatur. Yarish dan Krystal menyimaknya.
Da-eumju il-yoilbuteo samusil-e deul-eogal su issseubnida.
"Kamu bisa masuk kantor mulai Minggu depan." Putus Hyun Ki kemudian.
Joh-ayo seonsaengnim. Jawab Krystal.
"Baik Tuan."
Ije swil su issseubnida.
Perintah Hyun Ki. "Sekarang kamu bisa istirahat."
Yarish menggeleng. Uliga meog-eul pil-yoga eobs-seubnikka? Protesnya.
"Apa kita tidak perlu makan?" Hyun Ki beralih pada adiknya.
Yeogiseo meoggo sip-eun geon da meog-eul su issjiman, gieoghae, nae jib-eun geonde ulji ma! Katanya.
"Kamu bisa makan sepuasnya di sini, tapi ingat, jangan main-main dengan rumahku!"
Al-a al-a! Ketus Yarish
"Aku tahu- aku tahu!"
Hmm, joh-eun. Sahut Hyun Ki datar. "Baguslah!"
"Gue ga tega ninggalin Krystal sendirian di rumah ini? Pasti tekanan batin dia. Tapi tinggal satu atap sama Mr kulkas macam Hyeong ini, bisa beku Gue!"
Yarish melangkah ke dapur dengan gerutuan batinnya.
Hyun Ki bangkit dari jongkok, ekor matanya mengamati Krystal yang tersenyum manis saat mengambil putranya.
"Sssuutt, ada aku di sini. Bersama mu." Kata Krystal berbisik pada bayi mungil itu.
Hyun Ki menghela napas panjang, ada kecamuk yang mengumpul namun tak ingin dia tunjukkan. Menyimpan sendiri semua pedih, inilah yang biasa Hyun Ki lakukan.
Nae bang-eulo gaya haeyo.
"Aku harus ke kamar." Pamit Hyun Ki, kemudian melangkah pergi setelah mendapat anggukan kepala Krystal.
Langkahnya memasuki kamar. Dia raih ponselnya, sembari menutup pintu, hal yang pertama kali dia lakukan adalah, melayangkan panggilan telepon pada Hwa Young.
📞 "Yeoboseyo, oppa." Suara lembut nan lirih seperti penyesalan yang menyakitkan terdengar dari seberang sana.
Modeun geos-e gamsahabnida. Dangsin-ui kkum-eseo haeng-un-eul bibnida.
"Terimakasih atas semua nya. Semoga sukses dengan mimpi mu!"
Hanya ucapan itu yang ingin Hyun Ki katakan BRAK sebelum akhirnya melemparkan ponsel mahalnya hingga hancur berkeping-keping.
"Ais, ..." Umpat nya. Ambruk, punggungnya merayapi permukaan pintu, terduduk pilu.
Apa yang harus dia lakukan? Mengakui putranya pada media? Lalu siapa ibunya? Sementara Hwa Young tak mau mengakuinya. Ji Hyun Ki dilema.
...• • • • • • • • • • •...
...Bersambung.... ...